Cuaca Ekstrem, Wisatawan Diingatkan Ekstra Hati-hati Saat Mendaki

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mendaki gunung. TEMPO/Aris Andrianto

    Ilustrasi mendaki gunung. TEMPO/Aris Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah mengingatkan para wisatawan, terutama yang hendak mendaki gunung lebih berhati-hati karena cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem yang dimaksud berupa curah hujan tinggi ditambah angin kencang, membuat suhu lebih dingin, termasuk di atas gunung dan jalur pendakian. Dengan kondisi itu, serangan hipotermia menjadi salah satu ancaman yang berpotensi dialami pendaki.

    Baca: Karakter Wisatawan Milenial: Suka Eksplor dan Mementingkan Konten

    Berdasarkan laporan Tim Tourism Crisis Center atau TCC Kementerian Pariwisata, beberapa wisatawan minat khusus mengalami hipotermia di beberapa gunung yang menjadi favorit pendakian, seperti Gunung Semeru dan Gunung Slamet. Hipotermia merupakan kondisi saat suhu tubuh turun sampai di bawah 37 derajat celcius yang menjadi suhu tubuh normal manusia.

    Ilustrasi cuaca dingin di gunung. Dok. Kementerian Pariwisata

    Selain hipotermia, jalur pendakian yang licin juga bisa menjadi salah satu tantangan saat mendaki di cuaca ekstrem. "Kami mengimbau para wisatawan minat khusus atau pendaki lebih berhati-hati dan memperhatikan peraturan pengelola sejumlah lokasi pendakian di Indonesia," ujar Guntur Sakti, Ketua Tim Tourism Crisis Center Kementerian Pariwisata, Kamis 10 Januari 2019.

    Menurut Guntur, memperhatikan arahan pengelola menjadi langkah utama yang harus dilakukan wisatawan minat khusus. Jangan lupakan persiapan matang atas segala kebutuhan yang diperlukan untuk melakukan pendakian, mulai dari logistik, peralatan dan perlengkapan mendaki. "Perhatikan juga karakter dan trek jalur pendakian yang akan didaki," ujar Guntur Sakti.

    Ilustrasi mendaki. Dokumentasi Kementerian Pariwisata

    Kendati dalam cuaca ekstrem, Guntur memastikan hingga kini tidak ada wisatawan minat khusus yang mengalami kendala serius. Sekarang ada 5 gunung yang ditutup untuk pendakian. Jalur Pendakian Gunung Merbabu, Jawa Tengah, ditutup mulai Minggu 30 Desember 2018 hingga waktu yang belum ditentukan. Jalur pendakian Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat juga ditutup selama tiga bulan sejak 1 Januari 2019 sampai 31 Maret 2019.

    Baca juga: Karena Cuaca Ekstrem, Danau Kelimutu Ditutup Sementara

    Jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup mulai Selasa, 1 Januari 2019 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Jalur pendakian Gunung Prau, Jawa Tengah, ditutup selama tiga bulan, mulai 6 Januari hingga 5 April 2019. Sementara Gunung Semeru di Jawa Timur ditutup total mulai 3 Januari 2019 sampai waktu yang belum ditentukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.