Karena Cuaca Ekstrem, Danau Kelimutu Ditutup Sementara

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Danau Kelimutu di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, (18/6). TEMPO/Arif Fadillah

    Danau Kelimutu di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, (18/6). TEMPO/Arif Fadillah

    TEMPO.CO, Kupang - Balai Taman Nasional Kelimutu menutup sementara kawasan pariwisata unggulan Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, akibat cuaca ekstrem berupa angin kencang, yang melanda daerah setempat.

    Baca juga: Air Danau Kelimutu telah Berubah Warna Secara Bertahap

    "Penutupan sudah kami umumkan secara resmi melalui surat edaran yang kami keluarkan hari ini, Senin," kata Kepala Seksi Wilayah 1 Moni Taman Nasional Kelimutu Benediktus Rio saat dihubungi Antara dari Kupang, Senin, 29 Januari 2018.

    Danau Kelimutu sangat terkenal. Turis datang ke sana untuk menyaksikan keindahan danau tiga warna. Dalam beberapa hari terakhir, kawasan itu dilanda angin kencang sehingga membahayakan pengunjung.

    Angin kencang disertai hujan lebat mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. Beberapa toilet dan shelter rusak.

    Rio mengatakan, hingga saat ini, kawasan wisata tersebut terpantau masih diterjang angin kencang disertai kabut dan hujan. "Kemungkinan danau tidak bisa dilihat karena kabut tebal," ujarnya.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nusa Tenggara Timur Tini Thadeus mengimbau masyarakat di wilayah Pulau Flores dan sekitarnya tetap waspada menghadapi angin kencang.

    "Rata-rata semua wilayah Pulau Flores terkena dampak angin kencang selama empat hari berturut-turut ini. Kami minta masyarakat tetap waspada," ucapnya di Kupang. Angin kencang itu telah merusak tanaman perkebunan dan rumah serta menumbangkan pohon-pohon.

    ANTARA

    Berita lain: Aroma Rempah Soto hingga Gulai Ikan, Menu Khas Mandalika


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.