Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Tradisi Seba Badui Digelar 16-19 Mei 2024 di Rangkasbitung, Ditargetkan Didatangi 1,5 Juta Wisatawan

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Warga Badui meninggalkan Kantor Gubernur Banten usai mengikuti upacara Seba, di Pendopo Kantor Gubernur, di Serang, Minggu (3/5) Upacara tersebut merupakan tradisi tahunan warga Baduy sebagai bentuk ketaatan mereka kepada pemerintah. ANTARA/Asep Fath
Warga Badui meninggalkan Kantor Gubernur Banten usai mengikuti upacara Seba, di Pendopo Kantor Gubernur, di Serang, Minggu (3/5) Upacara tersebut merupakan tradisi tahunan warga Baduy sebagai bentuk ketaatan mereka kepada pemerintah. ANTARA/Asep Fath
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Upacara Seba Badui tahun ini akan digelar pada 16-19 Mei 2024 di Alun-alun Multatuli Rangkasbitung, Lebak, Banten. Seba Badui yang merupakan tradisi menyerahkan hasil pertanian masyakarat Badui ke pemerintah daerah itu ditargetkan akan didatangi 1,5 juta wisatawan. 

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak Luli Agustina mengatakan, target wisatawan 1,5 juta itu terdiri dari 1 juta orang wisatawan Nusantara dan 500 orang wisatawan mancanegara. Mereka bisa melihat langsung ritual upacara perayaan Seba Badui di Alun-alun Multatuli Rangkasbitung.

"Kami berharap target kunjungan wisatawan itu dapat terealisasi sehingga dapat menggulirkan perekonomian masyarakat," kata Luli di Rangkasbitung, Lebak, Senin, 6 Mei 2024. 

Pameran Produk UMKM

Selain melihat langsung upacara perayaan Seba Badui, wisatawan bisa mengunjungi pameran ekonomi kreatif masyarakat, termasuk produk kerajinan UMKM Badui. Kunjungan wisatawan itu dipastikan dapat meningkatkan omzet pendapatan ekonomi pelaku usaha.

Produksi pelaku UMKM Badui itu di antaranya kain tenun tradisional, tas koja, batik, lomar, baju kampret, selendang, madu hutan, dan lainnya. Harga produk itu dijual mulai Rp25 ribu hingga Rp750 ribu. 

Seba Badui dihadiri 1.500 warga Badui Dalam

Lulu menambahkan perayaan Seba Badui tahun 2024 ini dinamakan "Seba Gede" atau Seba Besar. Perayaan ini akan dihadiri sekitar 1.500 warga Badui Dalam dengan kekhasan berpakaian putih, celana putih, dan lomar atau kain penutup kepala yang juga berwarna putih.

Masyarakat Badui Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikawartana, dan Cikeusik hingga saat ini masih kuat menghidupi adat setempat. Mereka berpergian ke mana pun berjalan kaki dan dilarang naik kendaraan.

Kawasan tempat tinggal masyarakat Badui Dalam tertutup dari kunjungan wisatawan. Wisatawan hanya diperbolehkan mengunjungi perkampungan masyarakat Badui Luar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Baduy Dalam berbeda dengan Badui Luar. Masyarakat Badui Luar dengan kekhasan pakaian hitam, celana hitam, dan lomar berwarna biru menerima modernisasi menggunakan kemajuan digital dan internet melalui telepon pintar sehingga bisa berkomunikasi melalui media sosial. Baduy Luar sudah dibolehkan menggunakan angkutan, mobil, dan sepeda motor.

"Kami meyakini Seba Badui Tahun 2024 lebih meriah dibandingkan sebelumnya," kata Luli.

Makna Upacara Seba Badui

Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Jaro Saija mengatakan masyarakat Badui wajib melaksanakan upacara adat Seba Badui kepada pemerintah daerah setempat, yakni Bupati Lebak dan Gubernur Banten. Mereka dianggap melindungi hasil pertanian masyarakat Badui.

Upacara ini dilakukan dengan memberikan hasil pertanian ladang selama setahun, seperti padi huma, buah-buahan, petai, gula merah, makanan khas adat, dan pisang. Ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat Badui atas hasil pertanian setahun terakhir. 

Seba Badui merupakan puncak dari rangkaian adat masyarakat Badui setelah menjalani tradisi Kawalu, berupa puasa selama tiga bulan.
"Seba Badui itu tentu dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa juga nilai -nilai toleransi, di mana bangsa ini memiliki keberagaman suku, budaya, sosial dan agama," kata Jaro Saija.

ANTARA 

Pilihan Editor: Melihat Suasana Penikahan Suku Badui Luar

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tidak Hanya Tobelo Dalam di Halmahera, Berikut 6 Suku Pedalaman yang Ada di Indonesia

23 hari lalu

Warga Suku Badui berjalan melintas di permukiman Badui di Kampung Kaduketug, Lebak, Banten, Senin, 12 Februari 2024. Pemerintah Desa Kanekes menutup sementara kunjungan wisata menuju kawasan adat Badui Dalam sehubungan dengan dilaksanakannya ritual Kawalu yang dilaksanakan hingga 13 Mei 2024. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Tidak Hanya Tobelo Dalam di Halmahera, Berikut 6 Suku Pedalaman yang Ada di Indonesia

Dari suku Tobelo Dalam di Halmahera sampai dengan Anak Dalam di Sumatra, ketahui enam suku pedalaman yang menolak modernisasi.


1.500 Orang Badui Jalani Ritual Seba di Serang

35 hari lalu

Warga Suku Badui mengikuti rangkaian upacara tradisi Seba Badui di Pendopo Kabupaten Rangkasbitung, Lebak, Banten, Jumat, 28 April 2023. Tradisi Seba Badui tersebut merupakan rangkaian ritual tradisi tahunan warga Suku Badui. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
1.500 Orang Badui Jalani Ritual Seba di Serang

Ritual Seba merupakan tradisi masyarakat adat Suku Badui, sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen yang berlimpah.


Dua Warga Badui Digigit Ular Berbisa, Kondisinya Parah dan Dirujuk ke RSUD Banten

8 Februari 2024

Warga menggotong pasien gigitan ular berbisa yang kondisinya parah di kawasan pemukiman Badui di pedalaman Kabupaten Lebak untuk dirujuk ke RSUD Banten.ANTARA/Mansur
Dua Warga Badui Digigit Ular Berbisa, Kondisinya Parah dan Dirujuk ke RSUD Banten

Dua warga Badui korban gigitan ular berbisa ini sudah sepekan dengan kondisi cukup parah. Bagian tangan menghitam dan membusuk.


Berburu Durian di Perkampungan Badui Lebak sambil Menikmati Panorama Alam

21 November 2023

Wisatawan menikmati buah durian di kawasan permukiman Badui di Kabupaten Lebak, Banten dengan harga rata-rata Rp30 ribu per buah, Minggu (19/11/2023). ANTARA/Mansyur
Berburu Durian di Perkampungan Badui Lebak sambil Menikmati Panorama Alam

Pada musim buah durian, hampir semua rumah di permukiman Badui berdagang buah tersebut. Diperkirakan musim durian berlangsung sampai Januari 2024.


Wisata ke Pulau Merak Kecil Naik Kereta dari Jakarta, Ongkos Bolak-balik Tak Sampai Rp50.000

7 November 2023

Pulau Merak Kecil, Banten (TEMPO/Mila Novita)
Wisata ke Pulau Merak Kecil Naik Kereta dari Jakarta, Ongkos Bolak-balik Tak Sampai Rp50.000

Di sore hari, pemandangan matahari terbenam akan menjadi momen yang dinantikan wisatawan di Pulau Merak Kecil.


Damri Sediakan Rute Stasiun Rangkasbitung - Pantai Sawarna, Tarif Mulai Rp 50 Ribu

4 November 2023

Ilustrasi angkutan Damri rute perjalanan Stasiun Rangkasbitung - Pantai Sawarna. ANTARA/HO-DAMRI
Damri Sediakan Rute Stasiun Rangkasbitung - Pantai Sawarna, Tarif Mulai Rp 50 Ribu

Kehadiran Damri untuk memudahkan wisatawan untuk menjangkau kawasan pariwisata.


Budi Karya Tinjau Pembangunan Stasiun Rangkasbitung dan Maja, Target Rampung 2024

31 Oktober 2023

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai peresmian Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh di Stasiun Halim Kereta Cepat Jakarta Bandung pada Senin, 2 Oktober 2023. TEMPO/Ninda Dwi Ramadhani
Budi Karya Tinjau Pembangunan Stasiun Rangkasbitung dan Maja, Target Rampung 2024

Budi Karya mengatakan kereta api adalah konsep transportasi massal perkotaan yang menjadi suatu keharusan dan harus terus dikawal pembangunannya.


KAI Commuter: Perbaikan Rel Patah Ganggu 8 Perjalanan KRL Rangkasbitung-Tanah Abang

26 Oktober 2023

Ilustrasi KRL. TEMPO/Ninis Charunnisa
KAI Commuter: Perbaikan Rel Patah Ganggu 8 Perjalanan KRL Rangkasbitung-Tanah Abang

KAI Commuter meminta maaf kepada pelanggan KRL atas gangguan rel patah yang terjadi pada Kamis pagi, 26 Oktober 2023.


Jokowi Berikan Bintang Jasa Nararya kepada Mohamad Amir Sutaarga Tokoh Permuseuman Indonesia Asal Rangkasbitung

16 Agustus 2023

Ki Mohamad Amir Sutaarga. kebudayaan.kemdikbud.go.id
Jokowi Berikan Bintang Jasa Nararya kepada Mohamad Amir Sutaarga Tokoh Permuseuman Indonesia Asal Rangkasbitung

Mohamad Amir Sutaarga merupakan pelopor permuseuman Indonesia, ia memperoleh Bintang Jasa dari Presiden Jokowi atas baktinya kepada negara.


Badui Dalam Banyak Dikunjungi Pelajar selama Libur Sekolah

17 Juli 2023

Akses Badui Dalam melintasi hutan perbukitan dengan jalan setapak berbatu, Ahad, 7 Juli 2019. TEMPO | Anwar Siswadi
Badui Dalam Banyak Dikunjungi Pelajar selama Libur Sekolah

Meski melelahkan, para pelajar itu dapat memuaskan rasa penasaran mereka terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Badui Dalam.