Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Naik Kereta Diesel Gratis Sembari Belajar Sejarah Perkeretaapian di Jogja Spoor Festival 2023

image-gnews
 Suasana Jogja Spoor Festival 2023 di Balai Yasa Yogyakarta yang akan berlangsung 29 September hingga 1 Oktober 2023. (Tempo/Pribadi Wicaksono)
Suasana Jogja Spoor Festival 2023 di Balai Yasa Yogyakarta yang akan berlangsung 29 September hingga 1 Oktober 2023. (Tempo/Pribadi Wicaksono)
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta akhir pekan ini bisa menyambangi kompleks Balai Yasa Yogyakarta. Mulai 29 September 2023 – 1 Oktober 2023, digelar event bagi pecinta kereta api Jogja Spoor Festival 2023 yang diinisiasi Balai Yasa Yogyakarta bersama PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 6 serta Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

Event yang dipusatkan di kompleks bengkel perkeretaapian selama tiga hari itu menawarkan wisata edukasi bagi pengunjung.

Pengunjung bisa menyaksikan berbagai aktivitas, mulai menjajal wahana Kereta Rel Diesel Elektronik (KRDE) gratis, workshop tur, dokumentasi sejarah kereta api, hingga pemeriksaan kesehatan mulai pukul 08.00 WIB - 17.00 WIB.

"Pengunjung yang sudah reservasi event ini ada 20 ribu orang," ungkap Kepala Balai Yasa Yogyakarta, Eko Windu Widyo Purnomo pada Jumat, 29 September 2023.

Dalam event ini, pengunjung bisa melihat dan belajar berbagai hal terkait kereta api, misalnya bagaimana kereta api selama ini dirawat baik mesin dan interiornya, sehingga bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna.

"Event ini menjadi konsep baru wisata edukasi dalam bidang perkeretaapian," ujarnya.

Tak sekadar itu, pada event yang juga diwarnai festival kuliner itu, pengunjung bisa belajar sejarah Balai Yasa Yogyakarta yang dibangun pada 1914 dan melakukan overhaul lokomotif uap hingga lokomotif diesel termasuk KRDE. 

Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta Bambang Respationo mengatakan, selain edukasi tentang sejarah perkeretaapian, event ini jadi momentum edukasi soal keselamatan dan sosialisasi terkait perlintasan kereta. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Edukasi itu dilakukan melalui simulasi, bagaimana ketika kereta lewat lintas ditutup sehingga wisatawan terutama anak-anak belajar tentang perlintasan kereta," kata Bambang.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo menuturkan, event ini menjadi wahana edukasi dan menambah pengetahuan dan pengalaman wisatawan terutama anak-anak tentang kereta api.

"Edukasi tentang transportasi publik penting ditanamkan sejak dini, dengan pendekatan yang fun seperti event ini," kata Singgih.

Selain bisa naik KRDE gratis, dan cek kesehatan gratis serta lomba mewarnai, ada pula bazaar kreatif dan pertunjukkan seni musik dalam event ini.

PRIBADI WICAKSONO

Pilihan Editor: Lomba Tarik Tambang itu Biasa, Tarik Lokomotif di Yogyakarta Luar Biasa

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

51 menit lalu

Tradisi Labuhan Puro Pakualaman di Pantai Glagah Kulon Progo, Yogyakarta, Rabu, 17 Juli 2024. Dok. Istimewa
Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

Dalam ritual Labuhan Puro Pakualaman, sejumlah ubarampe atau sejenis sesaji hasil bumi akan diperebutkan dan dilarung ke laut.


Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

3 jam lalu

Ilustrasi Hotel (pixabay.com)
Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

Hotel yang menjamur di Yogyakarta dinilai masih perlu dikuatkan agar memiliki unsur ramah anak seperti yang telah diterapkan di mancanegara.


Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

1 hari lalu

Ilustrasi Tambang Ilegal. Dok.TEMPO/Jumadi
Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan gencar melakukan penindakan aktivitas penambangan di berbagai kabupaten/kota provinsi itu pasca munculnya aduan masyarakat dan beredar di media sosial.


Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

1 hari lalu

Perajin wayang Uwuh, Iskandar Hardjodimuljo. TEMPO/S. Dian Andryanto
Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

Selain menciptakan wayang uwuh dari limbah, Iskandar Harjodimulyo aktif dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan pengelolaan sampah.


BUMN Rugi karena Kereta Cepat Whoosh, Faisal Basri: Bom Waktu untuk Pemerintahan Prabowo

2 hari lalu

Ekonom Faisal Basri dalam diskusi Ngobrol @Tempo bertajuk
BUMN Rugi karena Kereta Cepat Whoosh, Faisal Basri: Bom Waktu untuk Pemerintahan Prabowo

Faisal Basri mengkritik proyek ambisius pemerintah yakni kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang akhirnya membuat BUMN merugi.


Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

2 hari lalu

Festival tahunan layang-layang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2023 di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Dok. Istimewa
Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

Jogja International Kite Festival akan diikuti lebih dari 50 klub nasional dan 22 klub dari luar negeri, usung tema Persatuan dan Perdamaian Dunia.


BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

2 hari lalu

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeriksa alat Actinograph untuk mengukur intensitas radiasi matahari di Taman Alat Cuaca BMKG Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2023. BMKG memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung hingga akhir Oktober dan awal musim hujan terjadi pada awal November 2023. Tempo/Tony Hartawan
BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

Menurut BMKG, suhu dingin atau bediding di Yogyakarta dipengaruhi oleh pergerakan angin Monsoon dingin Australia.


Berburu Bawang Merah Glowing sambil Menunggu Sunset di Perbukitan Bantul

2 hari lalu

Suasana sunset di perbukitan Nawungan Bantul, Yogyakarta. Dok.istimewa
Berburu Bawang Merah Glowing sambil Menunggu Sunset di Perbukitan Bantul

Sebelum menikmati sunset di bukit Nawungan Bantul, wisatawan bisa menjajal keseruan agrowisata di kawasan ini.


Jadwal Kereta Prameks Jogja Kutoarjo 17-20 Juli 2024, Bisa Naik dari Wates

2 hari lalu

Kereta api lokal Merak. Foto: Canva
Jadwal Kereta Prameks Jogja Kutoarjo 17-20 Juli 2024, Bisa Naik dari Wates

Bagi Anda yang berencana pergi ke Kutoarjo dari Jogja, berikut ini jadwal kereta Prameks Jogja-Kutoarjo tanggal 17-20 Juli 2024.


Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Rampung, Ini Tarifnya Sekarang

2 hari lalu

Suasana Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta di malam hari. Tempo/Pribadi Wicaksono
Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Rampung, Ini Tarifnya Sekarang

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta telah selesai direvitalisasi selama tiga bulan terakhir, dari April hingga Juni 2024 lalu.