Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Keroncong Plesiran 2024 di Hutan Pinus Mangunan Yogyakarta, Ini Harga Tiket, Aturan, dan Daftar Musisinya

image-gnews
Perhelatan Keroncong Plesiran di Panggung Terbuka Gunung Api Purba Nglanggeran Gunungkidul Yogyakarta Sabtu (10/9). Dok. Dinas Pariwisata DIY
Perhelatan Keroncong Plesiran di Panggung Terbuka Gunung Api Purba Nglanggeran Gunungkidul Yogyakarta Sabtu (10/9). Dok. Dinas Pariwisata DIY
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Perhelatan Keroncong Plesiran akan segera kembali digelar di Yogyakarta pada 20 Juli 2024 mendatang. Gelaran yang sudah memasuki tahun ke-8 ini akan dipusatkan di Panggung Terbuka Telaga Mardigdo yang berada di kawasan Hutan Pinusasri Mangunan, Kabupaten Bantul Yogyakarta.

Keroncong Plesiran merupakan sebuah pertunjukan musik keroncong dengan konsep pertunjukan orkestra yang berada di kawasan hutan sejuk berlatar pohon-pohon pinus menjulang tinggi.

Dalam event ini, musik keroncong yang selama ini terstigma tua dan ketinggalan zaman, benar benar diubah konsepnya dengan tampilan lebih fresh, muda, dengan aransemen-aransemen musik kekinian berikut para penampilnya, tanpa harus meninggalkan ciri khas musik keroncong itu sendiri.

Musisi yang Tampil

Melansir laman resmi Keroncong Plesiran, event tahun ini akan dibagi menjadi dua sesi pertunjukkan. Sesi pertama bertajuk Nyore di Hutan akan berlangsung pukul 16.00-18.30 WIB, sedangkan sesi kedua bertajuk Malam di Hutan akan berlangsung pukul 19.15-23.00 WIB.

Pada sesi pertama gelaran itu, akan dinampilkan tiga penampil utama yakni Orkes Keroncong HAMKRI Bantul, Orkes Keroncong Pramudyaswara, dan Orkes Keroncong Hompimpah.

Orkes Keroncong HAMKRI atau kepanjangan dari Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia merupakan wadah musisi keroncong asal Kabupaten Bantul yang selama ini aktif menggelar pentas keroncong. 

Adapun Orkes Keroncong Hompimpah merupakan musisi keroncong ska asal Kabupaten Ponorogo Jawa Timur yang dikenal eksentrik dengan aransemen musik keroncong berjiwa muda.

Pada sesi malam hari tampil sejumlah musisi kenamaan seperti Okky Kumala, Isyana Sarasvati, Jogja Hip Hop Foundation, Paksi Raras Alit, Mas Ddddho, hingga Ardhito Pramono.

Okky Kumala dikenal sebagai seniman asal Yogyakarta yang tak hanya tampil dalam berbagai pentas musik keroncong dengan suara renyahnya. Ia juga sukses meng-cover sejumlah hits lagu pop.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Adapun Jogja Hiphop Foundation merupakan komunitas musik beranggotakan para musisi hiphop Jawa yang berasal dari Yogyakarta yang didirikan oleh Marzuki Mohamad aka Kill The DJ yang sudah sangat dikenal pecinta hip hop tanah air.

Isyana Sarasvati merupakan penulis dan penyanyi kenamaan yang Juli 2024 ini baru saja single baru berjudul Aku Rindu.

Aturan Nonton Keroncong Plesiran

Selama event, pengunjung dilarang merekam acara menggunakan kamera profesional dan/atau meliput acara, menyebar luaskan video/audio acara di semua akun media sosial, Youtube, Spotify dan lainnya.

Dokumentasi video dan Audio resmi hanya boleh dilakukan oleh official multimedia event Keroncong Plesiran Vol 8.

Pengunjung juga dilarang membawa senjata tajam, obat terlarang, dan melakukan tindakan asusila di area event.

Harga Tiket

Untuk harga tiket panitia menyediakan empat jenis mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 350.000. Sambil mendengarkan musik, penonton juga bisa menikmati keasrian hutan pinus Mangunan di Yogyakarta. 

Pilihan Editor: Keroncong Plesiran, Cara DIY Ungkit Kunjungan Destinasi Wisata di Malam Hari

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Wayang Jogja Night Carnival 2024 Angkat Kisah Kepahlawanan Gatotkaca

8 jam lalu

Keriuhan perhelatan Wayang Jogja Night Carnival 2023. Dok. Istimewa
Wayang Jogja Night Carnival 2024 Angkat Kisah Kepahlawanan Gatotkaca

Tema Gatotkaca Wirajaya dalam Wayang Jogja Night Carnival merupakan wujud kepahlawanan tokoh wayang Gatotkaca untuk membela kebenaran dan keadilan


Yogyakarta Kian Padat Wisatawan, Ribuan Ojol Dilatih Bantuan Hidup Dasar Tolong Korban Kecelakaan

17 jam lalu

Kendaraan antre memasuki kawasan Jalan Malioboro Yogyakarta, Jumat 12 April 2024. TEMPO/Pribadi Wicaksono
Yogyakarta Kian Padat Wisatawan, Ribuan Ojol Dilatih Bantuan Hidup Dasar Tolong Korban Kecelakaan

Jalanan Yogyakarta kian padat mobilitas wisatawan dan pelajar-mahasiswa. Kepadatan ini meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.


PKL Malioboro Bakal Direlokasi Lagi, Ini Harapan Terakhir Pedagang

18 jam lalu

Pedagang di Teras Malioboro 2 Yogyakarta menggelar aksi demonstrasi mendesak rencana relokasi ditunda Rabu (17/7). Tempo/Pribadi Wicaksono
PKL Malioboro Bakal Direlokasi Lagi, Ini Harapan Terakhir Pedagang

Saat relokasi pertama dari trotoar ke Teras Malioboro 2, pendapatan pedagang dinilai turun drastis.


Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

1 hari lalu

Tradisi Labuhan Puro Pakualaman di Pantai Glagah Kulon Progo, Yogyakarta, Rabu, 17 Juli 2024. Dok. Istimewa
Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

Dalam ritual Labuhan Puro Pakualaman, sejumlah ubarampe atau sejenis sesaji hasil bumi akan diperebutkan dan dilarung ke laut.


Selamat Jalan Tante Lien, Sang Legenda Penyanyi Keroncong Nasi Goreng Indonesia-Belanda

1 hari lalu

Tante Lien. Foto: Instagram.
Selamat Jalan Tante Lien, Sang Legenda Penyanyi Keroncong Nasi Goreng Indonesia-Belanda

Tante Lien, si penyanyi nasi goreng, banyak dikenal mengaransemen lagu dengan lirik Belanda-Indonesia dalam nuansa keroncong.


Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

1 hari lalu

Ilustrasi Hotel (pixabay.com)
Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

Hotel yang menjamur di Yogyakarta dinilai masih perlu dikuatkan agar memiliki unsur ramah anak seperti yang telah diterapkan di mancanegara.


Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

2 hari lalu

Ilustrasi Tambang Ilegal. Dok.TEMPO/Jumadi
Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan gencar melakukan penindakan aktivitas penambangan di berbagai kabupaten/kota provinsi itu pasca munculnya aduan masyarakat dan beredar di media sosial.


Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

2 hari lalu

Perajin wayang Uwuh, Iskandar Hardjodimuljo. TEMPO/S. Dian Andryanto
Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

Selain menciptakan wayang uwuh dari limbah, Iskandar Harjodimulyo aktif dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan pengelolaan sampah.


Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

3 hari lalu

Festival tahunan layang-layang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2023 di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Dok. Istimewa
Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

Jogja International Kite Festival akan diikuti lebih dari 50 klub nasional dan 22 klub dari luar negeri, usung tema Persatuan dan Perdamaian Dunia.


BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

3 hari lalu

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeriksa alat Actinograph untuk mengukur intensitas radiasi matahari di Taman Alat Cuaca BMKG Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2023. BMKG memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung hingga akhir Oktober dan awal musim hujan terjadi pada awal November 2023. Tempo/Tony Hartawan
BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

Menurut BMKG, suhu dingin atau bediding di Yogyakarta dipengaruhi oleh pergerakan angin Monsoon dingin Australia.