Uni Eropa Ingin Sambut Turis yang Sudah Divaksin Musim Panas Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan asal Inggris berjalan sambil membawa koper di depan para imigran gelap di Pulau Kos, Yunani, 30 Mei 2015. Pulau yang berpenduduk 30.000 jiwa ini menjadi pintu masuk para imigran asal Timur Tengah ke daerah Uni Eropa. dailymail.co.uk

    Wisatawan asal Inggris berjalan sambil membawa koper di depan para imigran gelap di Pulau Kos, Yunani, 30 Mei 2015. Pulau yang berpenduduk 30.000 jiwa ini menjadi pintu masuk para imigran asal Timur Tengah ke daerah Uni Eropa. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekan ini Uni Eropa mengusulkan 27 negaranya untuk membuka kembali perbatasan untuk perjalanan yang tidak penting sebagai langkah terbaru untuk menyambut wisatawan kembali ke tujuan liburan populernya. Komisi Eropa mengutip kemajuan kampanye vaksinasi serta situasi epidemiologi yang membaik di seluruh dunia pada Senin, 3 Mei lalu sebagai alasan untuk rekomendasi terbaru itu.

    Untuk memfasilitasi musim pariwisata, Komisi mengusulkan negara-negara anggota mencabut pembatasan bagi pelancong yang divaksinasi penuh yang telah menerima suntikan yang disetujui di Uni Eropa, yang mencakup vaksin dari Pfizer / BioNTech, Moderna, AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Daftar itu dapat diperluas ke vaksin yang telah menyelesaikan proses daftar penggunaan darurat ke Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

    "Saatnya untuk menghidupkan kembali industri pariwisata UE dan persahabatan lintas batas dengan aman," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen kepada The Associated Press. "Kami mengusulkan untuk menyambut kembali pengunjung yang divaksinasi dan mereka yang berasal dari negara-negara dengan kondisi kesehatan yang baik."

    Dalam dorongan lebih lanjut untuk pariwisata internasional, Komisi mengatakan negara mana pun yang memutuskan untuk melepaskan pengujian atau pembatasan karantina untuk orang-orang yang divaksinasi di wilayah mereka juga harus melakukannya untuk orang-orang yang divaksinasi yang memasuki UE. Anak-anak yang belum dapat divaksinasi harus diizinkan bepergian dengan orang tua yang divaksinasi jika mereka menunjukkan bukti tes PCR negatif.

    Namun, juru bicara Komisi Adalbert Jahnz mengatakan bahwa rekomendasi tersebut tidak secara otomatis membebaskan wisatawan dari pengujian atau protokol karantina. "Ini masih sangat banyak persoalan yang perlu ditangani negara-negara anggota," katanya.

    Rekomendasi tersebut, yang akan ditinjau pekan ini, adalah langkah selanjutnya untuk membuka benua itu bagi wisatawan. Rekomendasi itu juga muncul sepekan setelah UE mengatakan pihaknya akan menyambut orang Amerika Serikat yang divaksinasi penuh pada musim panas ini. Tetapi beberapa negara Eropa tidak menunggu dan sudah menyambut turis kembali ke pantai mereka.

    Yunani dan Kroasia, yang keduanya merupakan negara anggota Uni Eropa, masing-masing telah mengesampingkan persyaratan pengujian pra-kedatangan untuk pelancong Amerika yang divaksinasi dan menyambut wisatawan yang tidak divaksinasi dengan bukti tes negatif. Dan Islandia, yang merupakan bagian dari wilayah bebas perbatasan Schengen, menyambut wisatawan yang divaksinasi tanpa perlu menjalani tes atau karantina. Sebaliknya, Prancis, juga anggota UE, berencana untuk membuka vaksinasi turis Amerika pada 9 Juni, tetapi tetap ditutup untuk saat ini.

    TRAVEL AND LEISURE

    Baca jugaIATA - UNWTO Luncurkan Destination Tracker, Panduan untuk Pelancong Saat Pandemi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H