Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Cuaca Panas Ekstrem, Thailand Ajak Turis Wisata Pagi dan Sore

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Wisatawan mengunjungi Grand Palace, salah satu tempat wisata utama karena Thailand mengharapkan kedatangan wisatawan Tiongkok setelah Tiongkok membuka kembali perbatasannya di tengah pandemi virus corona (COVID-19), di Bangkok, Thailand, 7 Januari 2023. REUTERS/Athit Perawongmetha
Wisatawan mengunjungi Grand Palace, salah satu tempat wisata utama karena Thailand mengharapkan kedatangan wisatawan Tiongkok setelah Tiongkok membuka kembali perbatasannya di tengah pandemi virus corona (COVID-19), di Bangkok, Thailand, 7 Januari 2023. REUTERS/Athit Perawongmetha
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) sedang bersiap untuk mempromosikan pariwisata pagi dan sore hari untuk menstabilkan pasar. Cuaca panas ekstrem yang dialami Thailand dan beberapa negara di Asia Tenggara membuat orang tidak dapat melakukan aktivitas luar ruangan.

Dilansir dari Bangkok Post, Somradee Chitchong, Wakil Gubernur Pemasaran Domestik TAT, mengatakan bahwa lembaga tersebut akan mengalihkan fokusnya pada kampanye promosi ke pariwisata pagi dan malam hari untuk menghindari panas terik di siang hari.

Wisatawan enggan ke luar ruangan pada siang hari

Dia mengatakan cuaca panas ekstrem membuat warga Thailand, terutama warga lanjut usia, enggan bepergian. Banyak orang menghindari tempat-tempat di luar ruangan, seperti kuil, dan memilih aktivitas di dalam ruangan atau tempat wisata dengan udara sejuk, seperti air terjun.

Untuk merangsang pendapatan bagi operator lokal yang kehilangan pendapatan karena cuaca, TAT berencana untuk mempromosikan kegiatan yang lebih cocok untuk pagi, sore dan malam hari, seperti berlari, mendayung perahu, atau melihat bintang.

Somradee mengatakan TAT juga berencana untuk memperbaiki pasar selama musim hujan, khususnya di wilayah utara dan timur laut, untuk mengkompensasi kerugian karena kabut beracun PM2.5 bertahan lebih lama dari yang diperkirakan di wilayah tersebut.

Tempat wisata sepi

Wuthichai Luangamornlert, kepala eksekutif Siam Park City Group, operator Siam Amazing Park, mengatakan cuaca panas yang ekstrem membuat orang tidak bisa melakukan aktivitas di luar ruangan. Ha itu menyebabkan penurunan jumlah pengunjung di tempat itu sekitar 5-10 persen.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Belanja tamu turun 10 persen karena rendahnya kepercayaan terhadap perekonomian dan lonjakan biaya hidup, terutama tagihan listrik, kata Wuthichai.

“Wisatawan lokal memperketat anggaran mereka untuk makanan dan minuman saat bepergian. Kami melihat lebih banyak penduduk lokal memilih pusat perbelanjaan ber-AC selama akhir pekan daripada mengunjungi taman rekreasi air kami karena cuaca yangterlalu panas pada siang hari," kata dia. 

Sepinya pengunjung ini terjadi di tengah naiknya biaya operasional operator wisata Thailand. Rata-rata kenaikan biaya sebesar 10-20 persen, terutama karena naiknya biaya energi dan tenaga kerja. Situasi ini dirasakan bertambah berat karena musim puncak liburan akan segera berakhir. 

VN EXPRESS | BANGKOK POST

Pilihan Editor:Banyak Konflik, Warga Thailand Diminta Lebih Ramah kepada Turis Asing

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Thailand Diprediksi Menghadapi Krisis Politik

16 jam lalu

Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin. REUTERS
Thailand Diprediksi Menghadapi Krisis Politik

Permasalahan politik di Thailand saat ini melibatkan Srettha Thavisin hingga Thaksin Shinawatra yang bisa memantik krisis politik.


Syuting di Thailand, Tim Jurassic World 4 Dapat Peringatan Agar Tak Rusak Lingkungan

1 hari lalu

Phang Nga, Thailand. Unsplash.com/Marrti Salmi
Syuting di Thailand, Tim Jurassic World 4 Dapat Peringatan Agar Tak Rusak Lingkungan

Film Jurassic World 4 akan memulai proses syuting di Thailand bulan ini.


Sandiaga Uno Harapkan Event Festival Sriwijaya dapat Tingkatkan Minat Wisatawan ke Palembang

1 hari lalu

Menparekraf Sandiaga Uno memberikan pernyataan kepada wartawan di Balai Kota Solo seputar potensi wisata gastronomi, Ahad malam, 2 Juni 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Sandiaga Uno Harapkan Event Festival Sriwijaya dapat Tingkatkan Minat Wisatawan ke Palembang

Sandiaga berharap Festival Sriwijaya yang melibatkan banyak seniman, pelaku ekonomi kreatif dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Sumsel.


Menjelajahi Talat Phlu, Lokasi Syuting Film How To Make Millions Before Grandma Dies

2 hari lalu

Film How to Make Millions Before Grandma Dies. Dok. CGV Cinemas
Menjelajahi Talat Phlu, Lokasi Syuting Film How To Make Millions Before Grandma Dies

Lokasi syuting How to Make Millions Before Grandma Dies memang bukan destinasi wisata populer di Thailand tapi menarik dikunjungi


Bangkok Bakal Punya Taksi Air Berbasis Aplikasi, Tersedia di Semua Kanal Kota

3 hari lalu

Wisatawan mengunjungi Grand Palace, salah satu tempat wisata utama karena Thailand mengharapkan kedatangan wisatawan Tiongkok setelah Tiongkok membuka kembali perbatasannya di tengah pandemi virus corona (COVID-19), di Bangkok, Thailand, 7 Januari 2023. REUTERS/Athit Perawongmetha
Bangkok Bakal Punya Taksi Air Berbasis Aplikasi, Tersedia di Semua Kanal Kota

Layanan taksi perahu ini dirancang untuk terhubung dengan sistem kereta listrik Bangkok, layanan bus umum, dan layanan ojek.


Thailand Tindak Tegas Pengemis di Tempat Wisata Populer demi Kenyamanan Turis

3 hari lalu

Turis Jepang mengendarai gajah di taman hutan pada malam Tahun Baru Imlek di Phuket, Thailand 21 Januari 2023. Kamp gajah di Thailand telah membeli enam jumbo baru untuk menyambut wisatawan menawarkan aktivitas mulai dari menunggang gajah hingga mandi gajah. REUTERS/Jorge Silva
Thailand Tindak Tegas Pengemis di Tempat Wisata Populer demi Kenyamanan Turis

Dengan meminta uang kepada wisatawan, pengemis di Thailand disebut bisa menghasilkan Rp45 juta sebulan.


Pariwisata Batam - Kepulauan Riau Tak Lagi Kompetitif, Ini Dua Masalahnya

3 hari lalu

Kawasan destinasi wisata Costarina yang teradapat di pesisir Pulau Batam. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Pariwisata Batam - Kepulauan Riau Tak Lagi Kompetitif, Ini Dua Masalahnya

Hargg atiket kapal dan imigrasi, sampai sekarang belum terselesaikan sehingga berdampak buruk kepada sektor pariwisata Kepulauan Riau.


Melirik Potensi Nias Selatan, "Surga" Bagi Para Peselancar

4 hari lalu

Peselancar sedang menantang ombak di WSL Nias Pro 2024 DOK Pemkab Nias
Melirik Potensi Nias Selatan, "Surga" Bagi Para Peselancar

Potensi investasi di sektor pariwisata, perkebunan, dan perikanan


Sandiaga Minta Tambah Anggaran pada 2025 jadi Rp 3,05 Triliun, Untuk Apa Saja?

4 hari lalu

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno usai memgikuti rapat dengan Komisi X DPR RI, di kompleks DPR RI, Jakarta, Jumat, 9 Juni 2023. TEMPO/Tika Ayu
Sandiaga Minta Tambah Anggaran pada 2025 jadi Rp 3,05 Triliun, Untuk Apa Saja?

Menparekraf Sandiaga Uno mengusulkan tambahan anggaran untuk pagu indikatif kementeriannya tahun 2025 menjadi Rp 3,05 triliun.


Kalahkan Jepang dan Singapura, Malaysia jadi Destinasi Wisata Favorit di Asia

4 hari lalu

Sebuah keluarga berlari di sebuah taman dekat Menara Kembar Petronas ketika Malaysia membuka kembali sebagian besar bisnis, di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin,  4 Mei 2020. REUTERS/Lim Huey Teng
Kalahkan Jepang dan Singapura, Malaysia jadi Destinasi Wisata Favorit di Asia

Sebuah survei dari lembaga di Amerika, Insider Monkey, menyebut Malaysia sebagai destinasi favorit berdasarkan beberapa indikator,