Boeing 737 MAX Milik Belasan Maskapai Kembali Dikandangkan, Ada Masalah Baru

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pesawat Boeing 737 MAX yang dilarang terbang terlihat diparkir di Bandara Internasional Grant County di Moses Lake, Washington, AS 17 November 2020. Boeing 737 Max adalah pesawat terlaris di dunia. REUTERS/Lindsey Wasson

    Puluhan pesawat Boeing 737 MAX yang dilarang terbang terlihat diparkir di Bandara Internasional Grant County di Moses Lake, Washington, AS 17 November 2020. Boeing 737 Max adalah pesawat terlaris di dunia. REUTERS/Lindsey Wasson

    TEMPO.CO, JakartaLebih dari selusin maskapai penerbangan telah mengandangkan pesawat Boeing 737 MAX mereka karena produsen pesawat melaporkan masalah listrik pekan lalu.

    "Boeing telah merekomendasikan kepada 16 pelanggan bahwa ada potensi masalah kelistrikan dalam kelompok pesawat 737 MAX tertentu sebelum operasi lebih lanjut," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan pada Jumat, 9 April lalu. "Rekomendasi dibuat untuk memungkinkan verifikasi bahwa terdapat jalur arde yang memadai untuk komponen sistem tenaga listrik. Kami bekerja sama dengan Administrasi Penerbangan Federal AS dalam masalah produksi ini. Kami juga memberi tahu pelanggan kami tentang nomor ekor tertentu yang terdampak dan kami akan memberikan arahan tentang tindakan korektif yang sesuai."

    Menurut The Associated Press, tidak jelas berapa lama pesawat akan dikandangkan atau apakah perlu perbaikan. Southwest Airlines, salah satu maskapai pelanggan utama pesawat 737 MAX, mengatakan tidak mengalami masalah apa pun terkait masalah kelistrikan tetapi telah mengandangkan 30 dari 58 pesawat MAX-nya setelah pemberitahuan Boeing.

    Selain itu, American Airlines telah mengandangkan 17 dari 41 pesawat MAX-nya dan United mengandangkan 16 dari 30 pesawatnya.

    Boeing 737 MAX mulai terbang lagi pada Desember 2020 setelah dilarang terbang selama hampir dua tahun akibat dua kecelakaan fatal pada Maret 2019 dan Oktober 2018 yang menewaskan lebih dari 300 orang. Selama 20 bulan pesawat di-grounded, pabrikan memperbaiki sistem kontrol penerbangan otomatis pesawat, yang berkontribusi pada kedua kecelakaan itu.

    Masalah baru Boeing 737 MAX kali ini adalah komponen dalam sistem tenaga listrik pesawat, yang menurut Boeing tidak terkait dengan sistem kontrol penerbangan. Investigasi kecelakaan fatal sebelumnya mengungkapkan masalah internal di perusahaan. Karyawan mengajukan keluhan etika internal saat pesawat masih dalam produksi dan menuduh manajer mengabaikan masalah keselamatan demi keuntungan.

    TRAVEL AND LEISURE

    Baca juga: Boeing 737 MAX Layani Penerbangan Komersial Lagi Usai Dilarang Terbang 2 Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.