Di Pasar Beringharjo, Ada Kuliner Melegenda Tiga Generasi

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasar Beringharjo jadi daya tarik wisatawan di seputaran Malioboro. Foto: @galeriexplor.id

    Pasar Beringharjo jadi daya tarik wisatawan di seputaran Malioboro. Foto: @galeriexplor.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu resep kedai makanan mampu bertahan puluhan tahun, adalah konsisten dan disiplin menjaga rasa. Melibatkan pemilihan bahan baku yang terbaik, dan diolah dengan cara autentik. Kuliner ini tak dimonopoli resto mewah, bahkan terdapat pula di Pasar Beringharjo.

    Nah, jika Anda sedang di Malioboro, luangkan waktu untuk berburu kuliner legendaris di lantai dua Pasar Beringharjo. Lantai dua sayap timur Pasar Beringharjo itu, merupakan kios rempah sekaligus destinasi wisata kuliner dari warung-warung legendaris yang telah berdiri selama tiga generasi. Berikut kuliner legendaris berusia puluhan tahun, dinukil dari Bisnis.com.

    Sego Empal Bu Warno

    Sego Empal Bu Warno mewakili kuliner klasik Jawa. Menu andalannya berupa nasi atau sego empal dengan sambal bawang korek dan lalapan. Rasanya tak perlu diragukan lagi, wisatawan dari luar Yogyakarta memburunya setiap libur panjang.

    Saat digigit, daging empal terasa lembut dengan serat-seratnya yang mudah hancur. Rasa gurih rempah langsung memenuhi mulut. Untuk menambah rasa pedas, empal bisa dicocolkan dengan sambal korek atau sambal petis. Sambal petisnya punya catatan khusus: rasa yang agak manis, tampangnya seperti saus pasta kental berwarna hitam, dan dicampur kaldu sapi. Rasanya manis, gurih, agak asin, dan memiliki aroma daging yang khas.

    Pengelola Sego Empal Bu Warno sejak 1991, Era Noviana mengatakan ada satu kunci rahasia yang membuat kelezatan empal Bu Warno konsisten dan menjadi legenda. Daging sapi yang digunakan adalah daging bagian pangkal betis dan paha, yang tak banyak mengandung lemak. Daging direbus selama lima jam, dibacem, didiamkan 12 jam, baru digoreng.

    Seporsi nasi komplit dengan empal dari Sego Empal Bu Warno. Foto: @iwashere_id

    Selain empal daging dan ratengan jeroan, Warung Empal Bu Warno juga menyediakan menu lain seperti abon sapi dan ayam, keripik paru, keripik ceker, kerupuk kulit atau rambak, sayur lodeh, sayur asem, kikil, koyor, es asem, serta wedang secang. Satu porsi sego empal dihargai Rp24.000. Pelanggan pun bisa membawa pulang oleh-oleh abon khas Bu Warno.

    Gado-Gado Bu Hadi

    Gado Gado Bu Hadi lokasinya tepat di depan warung Sego Empal Bu Warno, yang sudah dikelola tiga generasi. Gado-gado Bu Hadi memiliki porsi lumayan besar, mulai dari kecambah, kacang panjang, selada, tomat, kentang hingga bayam. Tambahannya ada telur rebus, bakwan, dan kerupuk udang. Rasa bumbu kacang yang mendominasi gado-gado ini benar-benar legit, kental dan gurih.

    Salah satu pengelola Gado-gado Bu Hadi, Sugiya, mengatakan hal yang paling spesial adalah bumbu kacangnya. Resepnya berasal dari tahun 1952, "Bumbunya sudah dibuat dulu. Saya di warung tinggal tuang. Bumbunya yang buat tetap dengan tangan keturunan generasi pertama," kata Sugiya.

    Selain gado-gado, tersedia juga lotek dan kupat tahu. Untuk gado-gado Rp16.000 per porsi sedangkan lotek Rp10.000. Minuman yang paling ikonik di warung ini adalah es kopyor sirup pandan seharga Rp8.000. Jika tak ingin jauh-jauh ke Pasar Beringharjo, Sugiya menyarankan pelanggan setia Gado Gado Bu Hadi untuk memesannya melalui aplikasi ojek online.

    Gado-gado Bu Hadi dengan porsi yang lumayan mengenyangkan. Foto: @streetfoodstories

    Warung Nasi Pak Sukir

    Di belakang lapak Gado Gado Bu Hadi, terdapat Warung Nasi Pak Sukir. Warung itu memiliki etalase itu ada sayur tempe, sayur daun pepaya, opor ayam telur, aneka ikan goreng, ayam goreng, hingga aneka olahan daging menthok.

    Pengelola generasi kedua, Sunarti, mengatakan semua lauk pauk itu langsung dimasak di pasar menggunakan kayu bakar. "Makanya rasanya segar dan gurih bumbu meresap seluruhnya," kata Sunarti.

    Warung ini memiliki sayur daun pepaya, yang sama sekali tak pahit dan menjadi favorit wisatawan. Rasa masakan di warung nasi ini memang gurih, lidah bisa merasakan bumbu rempah alami begitu meresap pada daging hingga sayurannya. Warung ini dikenal murah. Nasi rames sayur mayur tiga jenis dengan porsi tak pelit bisa didapat dengan harga Rp5.000 saja. Nasi telur plus sayur seharga Rp10.000, nasi ikan plus sayur Rp13.000, nasi ayam kampung Rp23.000 dan nasi mentok Rp35.000.

    Soto Bu Pujo

    Berburu kuliner di Pasar Beringharjo, tentu tak lengkap tanpa Soto Bu Pujo yang berdiri sejak 1955. Soto sapi racikan warung Bu Pujo ini sangat khas Yogyakarta, dengan kuah yang bening. Satu porsinya berisikan nasi putih, potongan kobis, tauge, bihun, dan tidak lupa potongan daging sapi, serta taburan bawang goreng dan daun seledri.

    Rasa kuah yang segar dan gurih langsung terasa saat mencicipinya. Perpaduan kaldu sapi dan bumbu rempahnya pas, rasanya ringan tidak berlebihan. Pujo, pemilik generasi kedua, mengatakan sejak awal berdiri, kuah soto ini selalu dimasak menggunakan kayu bakar.

    Soto ini semakin lezat jika dimakan dengan keripik tempe yang renyah dan gurih. Ada juga menu pendamping seperti tahu bacem dan perkedel. Selain soto, Warung Soto Daging Sapi Bu Pujo ini juga mempunyai menu khas. Es campur berwarna pink yang terdiri dari sirup merah, kelapa muda, cendol dan santan. Untuk harga seporsi soto ini dibanderol dengan Rp12.000 dan es campur Rp5.000.

    Soto Bu Hadi. Foto: @seleramode

    Wedang Jeruk Serai Bu Lina

    Seusai berkeliling, berburu santapan lezat, boleh juga mampir ke Wedang Jeruk Serai Bu Lina. Warung ini menyediakan aneka jenis minuman tradisional. Mulai dari yang bersahaja seperti es teh, es asem, dan es jeruk, hingga yang unik seperti es nangka, es kolang-kaling, es tape, dan tentunya es jeruk serai. Semua minuman ini dihargai mulai dari Rp2.000 hingga Rp4.000 saja.

    "Paling spesial es jeruk serai. Sebenarnya ini es jeruk nipis, tapi diberi daun serai yang sudah digeprek dan dibakar. Ini bisa dikasih es, bisa juga disajikan panas," kata Lina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.