3 Tempat Di Tomohon Ini yang Menarik Minat Wisatawan Asing

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang menawarkan paniki atau kelelawar yang telah dibakar kepada pembeli di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, 2 Desember 2015. Pasar yang berjarak 25 km dari pusat Kota Manado tersebut menjajakan kuliner ekstrim seperti daging anjing, kucing, babi, tikus hutan, ular, serta kelelawar, yang jarang ditemui di pasar tradisional pada umumnya. Pasar unik ini juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung. TEMPO/Iqbal Ichsan

    Seorang pedagang menawarkan paniki atau kelelawar yang telah dibakar kepada pembeli di Pasar Tomohon, Sulawesi Utara, 2 Desember 2015. Pasar yang berjarak 25 km dari pusat Kota Manado tersebut menjajakan kuliner ekstrim seperti daging anjing, kucing, babi, tikus hutan, ular, serta kelelawar, yang jarang ditemui di pasar tradisional pada umumnya. Pasar unik ini juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan untuk berkunjung. TEMPO/Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Sulawesi Utara, khususnya Kota Tomohon, menjadi salah satu destinasi yang kian dilirik wisatawan asing. Hal itu terbukti dari paparan data kunjungan wisman ke Tomohon yang disampaikan pemerintah dalam tiga tahun terakhir.

    Wisman datang ke Tomohon umumnya didominasi oleh warga negara asal Cina. Penyebabnya, kini tersedia charter flight langsung dari negara tirai bambu ke Kota Manado, salah satu pintu masuk terdekat dari Tomohon--waktu tempuh Manado ke Tomohon hanya berkisar 45 menit hingga 1 jam. Selain Cina, wisman dari Eropa banyak masuk ke daerah berjuluk kota bunga itu.

    Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon Masna Pio mengatakan 90 persen wisman datang ke Manado, selain mengunjungi Bunaken, juga memilih bertandang ke Tomohon. Umumnya para pelancong ingin merasakan hawa sejuk pegunungan lantaran Tomohon merupakan area yang berada di ketinggian 900-1.100 meter di atas permukaan laut.

    Baca juga: Libur Panjang, Saatnya Menyepi di Bukit Doa Tomohon

    Ada tiga atraksi wisata ikonis yang paling digemari wisman ketika menyambangi Tomohon. Pertama, kata Masna, ialah mengunjungi pasar kuliner ekstrem. Pasar ini menyajikan beragam makanan tak lazim, seperti olahan kucing, tikus hutan, monyet, ular, kelelawar, dan lain-lain.

    Di pasar tersebut pelancong dapat menyaksikan langsung transaksi warga lokal membeli hewan-hewan yang akan dimasak menjadi olahan itu. Proses hingga menguliti pun terjadi di sana. Biasanya, penikmat wisata kuliner ekstrem ini adalah wisman dari Cina.

    Kedua, mengunjungi tempat wisata ekstrem yang menyajikan misi petualangan. Misalnya mendaki Gunung Lokon. Gunung itu nerada di ketinggian 1.580 mdpl. Status gunung tersebut masih aktif. Untuk menuju puncaknya, wisatawan harus hiking didampingi guide lokal. Biasanya, pelancong Eropa-lah yang menggemari jenis wisata ini.Gunung Lokon. AP

    Sedangkan ketiga ialah menikmati keindahan lansekap Tomohon yang terdiri atas danau dan perbukitan. "Lebih ke wisata leisure," kata Masna. Wisman biasa menikmati pemandangan alam di Danau Linouw atau Bukit Doa.

    Kedua lokasi wisata itu memiliki fasilitas yang lengkap. Mulai restoran hingga spot foto. Ada juga taman bunga yang dapat dinikmati sembari makan siang atau sarapan. Biasanya, yang gemar menyambangi wisata leisure ini adalah wisman dari Cina.

    Rata-rata wisman tinggal di Tomohon selama 4 hari 3 malam. Dalam jumlah grup yang besar, misalnya 5-10 orang, mereka akan diantar langsung oleh agen tur dari Manado. Sedangkan wisman dalam grup kecil, misalnya 2-4 orang, akan datang mandiri.

    Menurut data Pemerintah Kota Tomohon, pada 2015, angka kunjungan wisman tercatat 15 ribu orang. Sedangkan pada 2016 naik menjadi 49 ribu kunjungan.

    Adapun pada tahun lalu kehadiran wisman di Tomohon mencapai 79 ribu. Pada tahun ini, hingga bulan keenam, pelancong asing ke Tomohon terdata mencapai 60 ribu kunjungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.