Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Lelah di Jalan Saat Liburan? Rehat Sejenak di Destinasi Baru Yogyakarta Rasa Eropa

image-gnews
Spot destinasi baru untuk bersantai Lalisa Farmer's Village yang berlokasi di Jalan Wates KM 14, Klangon, Argosari, Sedayu Bantul Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Spot destinasi baru untuk bersantai Lalisa Farmer's Village yang berlokasi di Jalan Wates KM 14, Klangon, Argosari, Sedayu Bantul Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Sejumlah ruas jalur menuju Yogyakarta mulai dipadati kendaraan wisatawan berbagai daerah menjelang liburan Natal dan Tahun Baru pekan ini. Salah satu jalur terpadat itu tak lain akses masuk Yogya dari sisi barat atau Jalan Yogya-Wates searah Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Nah, bagi wisatawan yang merasa kelelahan saat melakukan perjalanan, ada spot baru di akses keluar masuk Yogya sisi barat itu untuk rehat sejenak sembari mengisi perut dengan masakan tradisional atau minum kopi dengan suguhan alam nan unik. Spot yang berjarak sekitar 25 menit dari pusat Kota Yogya itu bernama Lalisa Farmer’s Village yang berlokasi di Jalan Wates KM 14, Klangon, Argosari, Sedayu Bantul Yogyakarta.

Spot ini tak hanya bisa menjadi rest area para pelaku perjalanan, namun destinasi yang mengusung konsep wisata bergaya Eropa. 

Sejumlah wahana bermain untuk anak di alam terbuka menghadap persawahan di sisi selatan komplek itu. Bersanding dengan sejumlah bangunan mirip mercusuar, kincir angin, dan store-store gelato dan jajanan yang pintu dan jendelanya didominasi kaca besar dan ornamen serba kayu.

"Konsep arsitekturnya memang bergaya Eropa, jadi kami coba buat Jogja rasa Eropa," kata pemilik Lalisa Farmer’s Village Hendra Kurniawan, Kamis sore, 22 Desember 2022

Hendra mengatakan bangunan gaya pedesaan Eropa yang dipadu hamparan sawah di lahan seluas 1,5 hektare itu dirancang bagi para pelaku perjalanan yang ingin bersantai di jalur padat namun dengan nuansa berbeda. "Pengunjung bisa mendapat suasana baru, tak hanya hamparan sawah, namun lebih arsitektur Eropa tanpa kehilangan khas Jogjanya, jadi bersantai terasa menenangkan," kata dia yang mengatakan luasan destinasi itu akan dikembangkan menjadi 5 hektare.

Meski mengusung konsep bergaya Eropa, untuk menikmati destinasi wisata ini cukup terjangkau. Wisatawan saat ini hanya perlu membayar minuman saja yang dipesan sebagai ganti tiket masuk.

"Saat ini kami masih soft opening sampai 31 Desember 2022," kata Hendra.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Soal makanan dan minuman terbilang cukup lengkap dan terjangkau. Ada coffee shop dan restoran masakan Indonesia dengan konsep cepat saji, mulai sayur brongkos daging, mangut lelet, rendang, sayur lodeh dan bakminyang bisa diambil sepuasnya hanya dengan harga Rp 20.000. 

Tersedia juga banyak food stall dengan variasi makanan ala Eropa di bangunan terpisah. Ada juga outlet my gelato Es Gelato bergaya Italia serta pusat oleh-oleh lengkap bernama Jogja Pasar Raya.

"Seluruh spot foto yang ada juga masih gratis selama masa soft launching," kata Hendra.

Direktur Operasional Lalisa Farmer’s Village Aditya Suryadinata menyebut untuk menyambut liburan Natal dan Tahun Baru 2023 pada Ahad, 25 Desember 2022 nanti mulai pukul 16.00- pukul 22.00 WIB ada aksi Santa Claus bagi bagi hadiah untuk seluruh pengunjung usia di bawah 10 tahun. Sedangkan pada malam pergantian tahun atau Sabtu 31 Desember mulai pukul 16.00 - pukul 00.30 WIB, ada live musik dan karaoke, flash mob, sulap, count down kembang api dan festival makanan Eropa, Asia dan Nusantara.

Baca juga: 7 Inspirasi Liburan Bersama Ibu di Akhir Tahun

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

1 jam lalu

Ilustrasi Hotel (pixabay.com)
Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

Hotel yang menjamur di Yogyakarta dinilai masih perlu dikuatkan agar memiliki unsur ramah anak seperti yang telah diterapkan di mancanegara.


Jangan Pakai Perlengkapan Mandi Gratisan dari Hotel

20 jam lalu

Ilustrasi kamar mandi hotel. Freepik.com/Wirestock
Jangan Pakai Perlengkapan Mandi Gratisan dari Hotel

Disarankan membawa perlengkapan mandi mini sendiri, seperti sampo, kondisioner, dan sabun mandi, saat menginap di hotel.


Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

1 hari lalu

Ilustrasi Tambang Ilegal. Dok.TEMPO/Jumadi
Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan gencar melakukan penindakan aktivitas penambangan di berbagai kabupaten/kota provinsi itu pasca munculnya aduan masyarakat dan beredar di media sosial.


Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

1 hari lalu

Perajin wayang Uwuh, Iskandar Hardjodimuljo. TEMPO/S. Dian Andryanto
Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

Selain menciptakan wayang uwuh dari limbah, Iskandar Harjodimulyo aktif dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan pengelolaan sampah.


Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

2 hari lalu

Festival tahunan layang-layang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2023 di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Dok. Istimewa
Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

Jogja International Kite Festival akan diikuti lebih dari 50 klub nasional dan 22 klub dari luar negeri, usung tema Persatuan dan Perdamaian Dunia.


BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

2 hari lalu

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeriksa alat Actinograph untuk mengukur intensitas radiasi matahari di Taman Alat Cuaca BMKG Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2023. BMKG memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung hingga akhir Oktober dan awal musim hujan terjadi pada awal November 2023. Tempo/Tony Hartawan
BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

Menurut BMKG, suhu dingin atau bediding di Yogyakarta dipengaruhi oleh pergerakan angin Monsoon dingin Australia.


Berburu Bawang Merah Glowing sambil Menunggu Sunset di Perbukitan Bantul

2 hari lalu

Suasana sunset di perbukitan Nawungan Bantul, Yogyakarta. Dok.istimewa
Berburu Bawang Merah Glowing sambil Menunggu Sunset di Perbukitan Bantul

Sebelum menikmati sunset di bukit Nawungan Bantul, wisatawan bisa menjajal keseruan agrowisata di kawasan ini.


Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Rampung, Ini Tarifnya Sekarang

2 hari lalu

Suasana Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta di malam hari. Tempo/Pribadi Wicaksono
Revitalisasi Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Rampung, Ini Tarifnya Sekarang

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta telah selesai direvitalisasi selama tiga bulan terakhir, dari April hingga Juni 2024 lalu.


Demo PKL Malioboro Berakhir Ricuh, Begini Aturan Relokasi PKL di Sekitar Kawasan Malioboro

2 hari lalu

Para PKL Malioboro menggelar aksi sembari berjualan di balik pagar Teras Malioboro 2 akibat penutupan pagar area itu oleh petugas UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (PKCB) Kota Yogyakarta Sabtu petang (13/7). Penutupan itu dilakukan untuk mencegah para PKL kembali berjualan di selasar pedestrian Malioboro. Tempo/Pribadi Wicaksono
Demo PKL Malioboro Berakhir Ricuh, Begini Aturan Relokasi PKL di Sekitar Kawasan Malioboro

Relokasi PKL di sekitar kawasan Malioboro telah ditetapkan. PKL Malioboro melakukan aksi demo yang berakhir ricuh.


Bentrok PKL Malioboro dan Satpol PP Buntut Relokasi, Berikut Kilas Balik Relokasi PKL Malioboro dan Kata Sultan HB X

2 hari lalu

Para PKL Malioboro menggelar aksi sembari berjualan di balik pagar Teras Malioboro 2 akibat penutupan pagar area itu oleh petugas UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (PKCB) Kota Yogyakarta Sabtu petang (13/7). Penutupan itu dilakukan untuk mencegah para PKL kembali berjualan di selasar pedestrian Malioboro. Tempo/Pribadi Wicaksono
Bentrok PKL Malioboro dan Satpol PP Buntut Relokasi, Berikut Kilas Balik Relokasi PKL Malioboro dan Kata Sultan HB X

Demo PKL Malioboro akhir pekan lalu berakhir ricuh, apa tuntutannya? Berikut kilas balik relokasi PKL Malioboro.