Museum Taman Prasasti, Makam Istri Raffles hingga Soe Hok Gie

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana wisata Taman Prasasti, Jakarta Pusat, 28 Juni 2017. TEMPO/INGE KLARA

    Suasana wisata Taman Prasasti, Jakarta Pusat, 28 Juni 2017. TEMPO/INGE KLARA

    TEMPO.CO, JakartaMuseum Taman Prasasti merupakan salah satu museum yang ada di Indonesia. Melansir dari museum.co.id museum ini dulunya merupakan tempat pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober yang dibangun tahun 1795. Berada di Jalan Tanah Abang Nomor 1, Jakarta Pusat, area tersebut memiliki luas mencapai 5,5 hektar. Namun disebabkan oleh pesatnya perkembangan kota, luas museum menyusut hanya menjadi 1,3 hektar.

    Pada 9 Juli 1977, tempat pemakaman itu kemudian menjadi sebuah museum yang memiliki beberapa koleksi prasasti nisan kuno dan beberapa miniatur makam yang khas dari 27 provinsi di Indonesia, dan ada juga koleksi antik berupa kereta jenazah. Di museum ini juga terdapat nisan dan 1.372 makam yang terbuat dari batu alam, marmer, dan perunggu. 

    Museum yang di buka untuk umum ini merupakan museum cagar budaya yang menjadi peninggalan kolonial Belanda. Dilansir dari indonesia.go.id banyak tokoh yang dimakamkan di Kerkhof Laan atau taman pemakaman sebelum namanya menjadi Kebon Jahe Kober. Diantaranya ialah:

    1. JLA Brandes, seorang filolog yang terkenal berkat temuannya yakni manuskrip Kakawin Nagarakretagama di Puri Cakranegara Lombok tahun 1894, sekaligus tokoh penerjemah Serat Pararaton dan ulasannya. Beliau meninggal pada 26 Juni 1905 di Batavia.

    2. Dokter HF Roll, pendiri STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen (Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputera) pada zaman Belanda. 

    3. Olivia Marianne Raffles, istri Gubernur Jenderal Stamford Raffles yang mengusulkan untuk memanfaatkan lahan luas di Buitenzorg atau saat ini ialah Istana Bogor. Kemudian dibuatlah taman botani dengan gaya Inggris klasik yang menjadi cikal bakal Kebun Raya Bogor. 

    4. Miss Riboet, aktris Indonesia tahun 1930 an yang dikenal juga dengan nama Miss Tjitjih.

    5. Soe Hok Gie, seorang aktivis pergerakan mahasiswa generasi 1960 an yang dikenal karena ia sangat idealis.

    Museum ini dibuka mulai hari Selasa sampai Minggu pukul 09.00 hingga 15.00. Adapaun untuk hari Senin dan hari libur nasional, museum ditutup. Dengan harga Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 3.000 untuk mahasiswa, dan Rp 2.000 bagi pelajar sudah bisa mendapatkan tiket masuk Museum Taman Prasasti.

    PUSPITA AMANDA SARI

    Baca: Museum Taman Prasasti Tak Horor Lagi

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?