Museum Taman Prasasti Tak Horor Lagi

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rombongan wisata Jakarta Mystical Tour saat berkunjung ke Museum Taman Prasasti, Jumat, 1 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Rombongan wisata Jakarta Mystical Tour saat berkunjung ke Museum Taman Prasasti, Jumat, 1 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, JakartaWisata horor Jakarta Mystical Tour mengunjungi sembilan tempat yang dianggap memiliki cerita seram, pada Jumat, 1 November 2019. Tur wisata horor pada malam itu diikuti 40 orang.

    Perjalanan dimulai pukul 20.15 dari tempat berkumpulnya para rombongan wisata pada sebuah kedai di Jalan Pedurenan, Jakarta Selatan. Lokasi yang dituju pertama kali dalam tur ini adalah Museum Taman Prasasti.

    Namun saat tiba di Museum Taman Prasasti tak ada suasana yang menakutkan di tempat itu meski dikunjungi pada waktu malam. Ada pencahayaan lampu yang menerangi, meski tetap temaram.

    "Museum Taman Prasasti juga pernah dipakai foto pre-wedding," kata Eko Wahyudi, pemandu Museum Taman Prasasti.

    Ia mulai bekerja di Museum Taman Prasasti pada 2005. Menurut dia tak ada cerita menyeramkan yang dialaminya. "Mungkin waktu pertama kali kerja di sini hanya belum terbiasa saja dengan suasananya," tuturnya. "Saya juga baru ini memandu malam hari, karena biasanya hanya pagi sampai sore saja."

    Eko menjelaskan agaknya kesan angker atau horor sudah tak cocok bila dikaitkan dengan Museum Taman Prasasti. Menurut dia pengunjung yang umumnya datang ke Museum Taman Prasasti pun hanya sekadar berfoto, atau ingin mengetahui cerita bekas pemakaman itu pada masa lampau.

    "Toh, yang saya tahu Museum Taman Prasasti ini bukan lagi pemakaman, karena semua jenazah sudah dipindahkan," tuturnya.

    Pemandu Museum Taman Prasasti, Eko Wahyudi (kiri) saat menyambut rombongan para wisatawan Jakarta Mystical Tour, Jumat, 1 November 2019. TEMPO/Bram Setiawan

    Lagi-lagi, ia menganggap tak ada lagi kesan seram Museum Taman Prasasti sebagai pemakaman. "Kalau masih ada jenazah yang dimakamkan di sini, saya bukan pemandu (wisata) namanya, tapi kuncen," katanya.

    Museum Prasasti awalnya merupakan pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober yang dibangun pada 1795. Usai berubah menjadi museum, Museum Taman Prasasti menyimpan bermacam-macam bentuk nisan serta pahatan patung ala Eropa.

    Berbagai macam patung serta bangunan monumental diminati pengunjung untuk berfoto, "Karena patung-patung marmer di sini dianggap sebagai karya seni yang bagus memiliki keindahan," ucap Eko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.