5 Hal yang Wajib Diketahui Sebelum Travelling Naik Kapal Pesiar

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kapal Pesiar

    Ilustrasi Kapal Pesiar

    TEMPO.CO, JakartaTravelling dengan kapal pesiar memberikan pengalaman berbeda. Berada di atas kapal dan mengarungi lautan luas akan membuatmu merasakan sensasi baru.

    Buat kamu yang belum pernah travelling dengan kapal pesiar, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Yang jelas, travelling dengan kapal pesiar memiliki aturan main yang berbeda dari transportasi lainnya.

    Mengutip The Travel, berikut 5 hal yang perlu diketahui sebelum travelling naik kapal pesiar.

    1. Tak ada pengembalian uang
      Kebanyakan perusahaan layanan kapal pesiar tidak memfasilitasi pengembalian uang. Jadi, setelah membeli tiket atau paket perjalanan dengan kapal pesiar, jangan berharap uang kembali jika kamu berubah pikiran.

      Beberapa jalur pelayaran meminta pembayaran hingga waktu yang ditentukan sebelum tanggal keberangkatan. Ada pula yang meminta untuk membayar penuh pada saat pemesanan.

      Pemilihan cara pembayaran mana pun, kecil kemungkinan bisa mendapatkan pengembalian uang. Ada untuk asuransi perjalanan. Sebab itu, pastikan tekadmu sudah bulat sebelum memesan tiket perjalanan dengan kapal pesiar. Perhatikan juga jalur dan kebijakan selama perjalanan.

    2. Harga
      Calon penumpang bisa mendapatkan harga lebih murah jika memesan tiket perjalanan dengan kapal pesiar jauh hari sebelum keberangkatan. Perhatikan fasilitas di kabin dan jika perlu bandingkan dengan yang ditawarkan oleh layanan kapal pesiar lainnya.

    3. Kebijakan perusahaan kapal pesiar
      Perlu dipahami kunjungan dengan kapal pesiar bisa saja dibatalkan karena berbagai sebab. Misalnya nakhoda melewatkan panggilan pelabuhan karena penyesuaian jadwal atau ada larangan sandar, seperti yang terjadi di beberapa negara untuk mengantisipasi virus corona akhir-akhir ini.

      Penumpang juga harus mengikuti sesi pelatihan keselamatan dasar. Menurut penjelasan Cruise Critic, pelatihan itu harus dalam 24 jam awal ketika berada di kapal.

      Perusahaan pelayaran memiliki keputusan mutlak untuk pelancong jika ada wabah penyakit di kapal. Misalnya, virus corona, kapal pesiar akan merapat atau menjalani karantina karena kekhawatiran ihwal penyebaran penyakit.

    4. Keramaian geladak kapal
      Kondisi yang kadang luput dari perhatian pelancong adalah seberapa padat kapal yang ditumpangi. Bahkan jika wisatawan memesan kabin mewah, dek akan terhubung ke orang lain. Dan sampai berhenti di pelabuhan, akan berada di antara banyak orang selama berhari-hari. Keadaan itu juga akan dirasakan bila ke kolam renang hingga ruang makan, yang berpotensi menimbulkan antrean panjang.

    5. Teliti dan sabar
      Waktu-waktu krusial saat travelling dengan kapal pesiar antara lain saat akan naik, turun, mengantre makan, menunggu pesanan makanan datang ke kabin, beramai-ramai menikmati kolam renang, dan lainnya. Terutama ketika hendak turun dari kapal, pastikan seluruh dokumen pribadi sudah ada di dalam tas dan tidak tertinggal di kabin.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.