Melongok Penjara S-21, Kisah Masa Kelam Kamboja

Reporter

Editor

Susandijani

Pintu gerbang Museum Pemunahan Tuol Sleng yang merupakan bekas komplek Penjara S-21 di masa pemerintahan Khmer Merah, yang terletak di Distrik Chamkarnmon, Phnom Penh, Kamboja, sebagaimana dikunjungi pada Sabtu 23 Feb 2019. (ANTARA)

TEMPO.CO, Jakarta - Syahdan pada 17 April 1975 pasukan tentara Khmer Merah, sebuah sayap angkatan bersenjata Partai Komunis Kamboja, berhasil memasuki ibu kota Phnom Penh untuk pertama kalinya.


Baca juga:
Warga Kamboja Berminat pada Wisata Bulan Madu ke Indonesia

Kedatangan mereka disambut penuh suka cita oleh warga ibu kota, yang kala itu sudah jengah dengan pemerintahan Republik Khmer di bawah kekuasaan Presiden Lon Nol, yang juga terbentuk lewat sebuah aksi kudeta militer terhadap Raja Norodom Sihanouk lima tahun sebelumnya.

Tak dinyana, suasana Phnom Penh yang meriah dalam penyambutan pasukan Khmer Merah akan berubah dalam sekejap menjadi penguasaan bertangan besi yang bakal membawa Kamboja memasuki salah satu eposide terkelam dalam sejarah mereka.

Catatan pendek bagaimana rakyat Phnom Penh menyambut kedatangan pasukan tentara Khmer Merah bisa ditemukan di Gedung B dari komplek Museum Pemunahan Tuol Sleng.

Museum tersebut merupakan bekas gedung kampus Sekolah Menengah Atas Tuol Svay Pray yang kemudian dialihfungsikan menjadi pusat interogasi, penyiksaan dan eksekusi oleh rezim Khmer Merah.

Diperkirakan ada 17.000 orang yang pernah dibawa masuk ke tempat yang juga dikenal sebagai Penjara S-21 itu, namun hanya tujuh tahanan yang tercatat selamat meninggalkan tempat itu hidup-hidup di pengujung kekuasaan Khmer Merah.

Berlokasi di Jalan Nomor 113, Boeung Keng Kang II, Distrik Chamkarmorn, tak sulit untuk mencapai Museum Pemunahan Tuol Sleng, yang hanya memakan waktu kurang dari 20 menit dari Stadion Nasional Phnom Penh.

Anda dikenai tiket masuk senilai 5 dolar AS (sekira Rp70 ribu) untuk orang dewasa dan 3 dolar AS (sekira Rp42 ribu) di loket yang terdapat di gerbang museum. Jika anda tertarik untuk mendapatkan penjelasan dalam 11 pilihan bahasa, termasuk Bahasa Inggris, Anda bisa menambahkan 3 dolar AS per unit alat bantu audio yang disediakan.

Kehadiran alat bantu audio tersebut membuat Anda akan menemui banyak pengunjung yang duduk bersantai di bangku-bangku yang tersedia, di lapangan tengah komplek, mendengarkan dengan saksama 32 buah penjelasan yang disampaikan.

Di dalam komplek juga terdapat beberapa pemandu yang bisa menjelaskan kronik Penjara S-21 dalam bahasa Inggris maupun bahasa Khmer. Anda bisa mencuri dengar pejelasan mereka jika tak ingin membayar lebih untuk perangkat audio yang disediakan.

Berikutnya disambut makam tanpa nama






Tertangkap Mencuri, Penderita Kleptomania dapat Dipenjara ? Berikut Ulasannya

7 jam lalu

Tertangkap Mencuri, Penderita Kleptomania dapat Dipenjara ? Berikut Ulasannya

Meskipun merupakan sebuah gangguan jiwa, tetapi penderita kleptomania tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Jika Reuni 212 Acara Demonstrasi, Rizieq Shihab: Tidak Bisa Hadir Bukan karena Takut

5 hari lalu

Jika Reuni 212 Acara Demonstrasi, Rizieq Shihab: Tidak Bisa Hadir Bukan karena Takut

Rizieq Shihab menceritakan alasannya tidak bisa menghadiri Munajat Akbar Reuni 212 jika merupakan demonstrasi. Bukan karena takut.


Pameran Tesla di Museum Peterson, dari Mobil Listrik Konsep Sampai Robot Optimus

6 hari lalu

Pameran Tesla di Museum Peterson, dari Mobil Listrik Konsep Sampai Robot Optimus

Pameran Tesla juga menghadirkan Lotus Elise generasi kedua. Mobil ini yang menjadi basis Tesla Roadster asli.


Bali Jadi Destinasi Wisata Health Tourism, Sandiaga Rangkul Mayo Clinic dan John Hopkins University

8 hari lalu

Bali Jadi Destinasi Wisata Health Tourism, Sandiaga Rangkul Mayo Clinic dan John Hopkins University

Wisata kesehatan atau wellness tourism memiliki potensi besar dalam pariwisata di Tanah Air, terutama di Bali.


Pencuri Spesialis Pecah Kaca Mobil Ditangkap, 4 Kali Gasak Apple MacBook di Tangerang

8 hari lalu

Pencuri Spesialis Pecah Kaca Mobil Ditangkap, 4 Kali Gasak Apple MacBook di Tangerang

Polres Metro Tangerang Kota menangkap PA (22), pencuri spesialis pecah kaca mobil yang beraksi di empat lokasi selama bulan November ini.


Gandeng Komunitas, Yogyakarta Hidupkan Museum-museum yang Sepi Kunjungan

11 hari lalu

Gandeng Komunitas, Yogyakarta Hidupkan Museum-museum yang Sepi Kunjungan

Museum di Yogyakarta yang jumlahnya lebih dari 40 museum itu menjadi perhatian pemerintah karena kunjungannya masih minim.


Cerita Pejabat Kamboja Tertarik Tiru AJIB DKI Jakarta & Raja Norodom Sihanouk Gemar Lagu Bengawan Solo

11 hari lalu

Cerita Pejabat Kamboja Tertarik Tiru AJIB DKI Jakarta & Raja Norodom Sihanouk Gemar Lagu Bengawan Solo

Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyampaikan ketertarikannya terhadap pelayanan terpadu satu pintu di Mal Pelayanan Publik Provinsi DKI Jakarta.


Kamboja Belajar Layanan di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Akan Ditiru

11 hari lalu

Kamboja Belajar Layanan di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta, Akan Ditiru

DKI Jakarta menerima kunjungan Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Transparency International Cambodia, dan Action Aid Cambodia.


Hyundai Buka Mobility Center di Museum Transportasi Taman Mini

12 hari lalu

Hyundai Buka Mobility Center di Museum Transportasi Taman Mini

Hyundai Motor Company melalui Hyundai Motor Asia Pacific menghadirkan Mobility Exhibition Center di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII).


3 Sindikat Pembobol ATM di Jakarta Barat Ditangkap, Incar ATM Terpencil

12 hari lalu

3 Sindikat Pembobol ATM di Jakarta Barat Ditangkap, Incar ATM Terpencil

Sebanyak 11 tersangka pembobol ATM ditangkap. Mereka terancam sembilan tahun penjara.