Senin, 17 Desember 2018

Merasakan Perbedaan Berbagai Destinasi Menyelam di Indonesia

Reporter:
Editor:

Rezki Alvionitasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penyelam melakukan penyelaman di dekat terumbu karang kuping Gajah spot Ibel Taman Nasional Takabonerate, Selayar Sulsel, 30 Oktober 2015. Luas atol ini 220.000 hektare dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 km. TEMPO/Iqbal Lubis

    Seorang penyelam melakukan penyelaman di dekat terumbu karang kuping Gajah spot Ibel Taman Nasional Takabonerate, Selayar Sulsel, 30 Oktober 2015. Luas atol ini 220.000 hektare dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 km. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegiatan menyelam di laut memang menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya, saat menyelam, kita bisa melihat biota laut yang sangat indah, juga ikan-ikan besar dari dekat secara langsung.

    Di Indonesia, banyak sekali tempat menyelam karena memang keindahan bawah lautnya yang mempesona.

    Baca jugaHost Petualangan Berbagi 9 Tip bagi Penyelam Pemula

    "Banyak banget tempat diving yang keren-keren di Indonesia. Kalau saya sendiri suka di Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur, karena visibility 25-30 meter normal, jadi bening banget airnya. Warna karangnya juga bagus banget," kata Gemala Hanafiah di pameran Deep and Extreme Indonesia 2018, Hall B Jakarta Convention Center, Sabtu, 10 Maret 2018.

    Perempuan yang gemar diving dan surfing ini mengatakan salah satu spot favoritnya adalah di Pulau Alor, yaitu Kal's Dream. Dia juga menyukai diving di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur, karena banyak ikan saat diving.

    "Di Raja Ampat, Papua, saya ke spot Melissa Garden karena pertama diving ke Raja Ampat itu penasaran sama wobbegong (hiu karpet). Ternyata wobbegong-nya ada di mana-mana. Mereka lestari, mereka tidak takut sama orang. Lihat diver, mereka tetep tidur gitu," katanya.

    Gemala juga suka melihat hiu bambu. Di Raja Ampat ada juga tempat bernama Arborek, yang memiliki air laut yang jernih.

    "Arborek itu keren dan favorit banget, enggak ada bosen-bosennya diving di sana, karena bagus banget. Tapi kalau lebih seru di Arborek itu free dive, jadi tanpa tabung oksigen dengan fin panjang, lalu difoto dari atas itu keren banget," tutur Gemala.

    Untuk tempat ekstrem saat diving, Gemala menyebut Alor karena arus bawahnya yang deras. Pulau Komodo juga termasuk ekstrem karena arusnya deras.

    "Jadi pernah pas di Alor, arusnya deras banget. Pas dari bawah mau naik ke atas, kita harus nunggu dulu sampai arusnya agak berhenti. Memang harus ada partnernya ketika menyelam dan melihat waktu yang baik saat menyelam," ucapnya.

    Gemala mengatakan Pulau Banda di Maluku juga menjadi spot terbaik untuk diving karena banyak yang penasaran melihat hiu kepala martil. Namun, kalau mau melihatnya, diver harus menyelam sampai 40 meter.

    "Tempat-tempat hit untuk diving itu biasanya yang di-share melalui media sosial para diver, karena kan ada grupnya di WhatsApp. Jadi kalau ada satu yang posting, biasanya jadi ramai," ujarnya.

    Untuk tempat yang masih jarang menjadi spot diving, menurut Gemala, ada di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, serta Pulau Maumere, Nusa Tenggara Timur, yang baru lahir kembali.

    "Pulau Maumere lahir lagi setelah kena tsunami pada 1992. Sekarang mulai tumbuh dan karangnya sudah tumbuh kecil- kecil," katanya.

    Yunis Amu, dive master dari booth Gorontalo Miguels, mengatakan total keseluruhan tempat diving ternama di Indonesia ada 38 tempat. Tipikalnya ada wrack, wall, dan gua.

    "Kalau kami antar tamu, biasanya sesuai dengan hobinya atau kesukaannya," kata Yunis. Biasanya ada tamu yang suka diving ke dalam gua bawah laut. Menurut dia, Gorontalo mewakili semua jenis diving.

    Spot menyelam di Gorontalo juga menyimpan bangkai kapal kargo Jepang yang tenggelam pada 1942. Spot diving yang terkenal di Gorontalo adalah Goa Jinn. Di sana tebing karang terbelah membentuk sebuah gua raksasa yang misterius.

    MUHAMMAD KURNIANTO

    Artikel LainHalmahera Selatan Kenalkan Spot-spot Diving yang Seru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.