PUWSI: Kegiatan Ekowisata Selam Kian Diminati Selama Pandemi Covid-19

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi. dailyscubadiving.com

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia atau PUWSI, Ricky Soerapoetra mengatakan, aktivitas ekowisata kian diminati selama pandemi Covid-19. Musababnya, selama pandemi, orang jenuh berada di rumah dan ingin lebih dekat dengan alam.

Ekowisata juga memungkinkan wisatawan menjaga jarak dan tidak berkerumun. Ini merupakan dua unsur penting dalam menerapkan protokol kesehatan. "Tingginya minat ekowisata menjadi harapan, sekaligus tantangan baru bagi pelaku usaha wisata selam," kata Ricky dalam keterangan tertulis, Jumat 29 Oktober 2021.

Menjadi harapan karena telah melalui masa yang berat bagi pelaku usaha wisata selam selama 1,5 tahun ini. Mereka kehilangan pelanggan, destinasi wisata ditutup, cashflow nol, hingga pemutusan hubungan kerja. Sekarang menjadi tantangan karena pengelola usaha selam juga harus mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan metode baru dalam memasarkan serta melayani wisatawan.

ilustrasi menyelam dengan arloji (pixabay.com)

Ricky mengatakan, saat ini mayoritas pelaku usaha wisata selam yang menjadi anggota PUWSI telah mengantongi sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jumlah keanggotaan PUWSI juga terus bertambah. Artinya, industri wisata selam di Indonesia terus berkembang, baik berupa pembukaan dive center, resort, penemuan situs selam baru, serta jumlah penyelam yang terus bertambah.

Indonesia, Ricky melanjutkan, memiliki ribuan titik selam yang menarik dan tidak ditemukan di destinasi wisata selam lain. Dengan begitu, usaha wisata selam merupakan bisnis yang prospektif dan sangat menguntungkan. Semua kondisi ini, menurut dia, mendukung ekosistem wisata selam yang termasuk dalam ekowisata.

Ricky juga menyinggung proyek Indonesia Coral Reef Garden di Bali yang melibatkan industri wisata selam dan memberikan bantuan bagi pelaku usaha selam. "Program itu sangat membantu pendapatan pekerja wisata selam di masa sulit," katanya. Menurut data PUWSI, kinerja usaha wisata selam terpukul 66 persen pada April 2020 dengan kerugian mencapai Rp 75,8 miliar dalam waktu tiga bulan sejak pandemi Covid-19 merebak di awal 2020.

#pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun #hindarikerumunan #vaksinasicovid-19

Baca juga:
Wisata Selam pun Ada Protokol Kesehatan Sendiri, Apa Saja?

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.





Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

20 jam lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Bersantai dan Berfoto di Bukit Senja, Murah dan Dekat dari Undip Semarang

1 hari lalu

Bersantai dan Berfoto di Bukit Senja, Murah dan Dekat dari Undip Semarang

Nama Bukit Senja belum terlalu populer, tapi setiap harinya destinasi yang dikelola warga setempat ini cukup ramai didatangi pengunjung.


Inilah 5 Destinasi Wisata Terbaik 2023, Bali Nomor 2

1 hari lalu

Inilah 5 Destinasi Wisata Terbaik 2023, Bali Nomor 2

Baru-baru ini Tripadvisor, sebuah biro perjalanan daring asal Amerika Serikat, merilis daftar destinasi wisata terbaik 2023. Mana saja?


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

1 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


ASEAN Tourism Forum di Yogyakarta, Wisatawan Bisa Belajar Membatik Sampai Buat Wayang

1 hari lalu

ASEAN Tourism Forum di Yogyakarta, Wisatawan Bisa Belajar Membatik Sampai Buat Wayang

ASEAN Tourism Forum 2023 ini menjadi ajang strategis mengangkat potensi ekonomi dan wisata Yogyakarta seluas-luasnya kepada dunia internasional.


China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

1 hari lalu

China Optimistis Pandemi Covid-19 Akan Segera Berakhir

China yakin pandemi Covid-19 segera berakhir seiring dengan jumlah kasus positif dan kematian yang terus menurun.


Jokowi Beri Arahan ke Sandiaga untuk Capai Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara

1 hari lalu

Jokowi Beri Arahan ke Sandiaga untuk Capai Target Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Tahun ini, Indonesia menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,4 juta serta wisatawan nusantara sebesar 1,4 miliar pergerakan.


3 Rekomendasi Destinasi Wisata di Blora yang Layak Dikunjungi

1 hari lalu

3 Rekomendasi Destinasi Wisata di Blora yang Layak Dikunjungi

Goa Terawang di Blora merupakan goa yang diterawangi oleh cahaya matahari. Juga ada daya tarik lain yakni panorama stalakit dan stalagmit yang unik


Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

2 hari lalu

Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

WHO menilai risiko terbaru tentang Omicron XBB.1.5 atau Kraken sebagai subvarian yang sangat menular sehingga protokol kesehatan perlu dijaga.


Desa Bandungrejo di Gorontalo Digagas Jadi Tempat Wisata Budaya dan Kuliner Sunda

2 hari lalu

Desa Bandungrejo di Gorontalo Digagas Jadi Tempat Wisata Budaya dan Kuliner Sunda

Tak hanya untuk masyarakat Sunda yang ada di Gorontalo, wisata budaya itu bisa dinikmati oleh wisatawan.