Senin, 22 Oktober 2018

Bir Jawa Berkhasiat Melangsingkan Tubuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Minuman yang disebut bir itu berwarna merah kekuningan. Namun, alih-alih terasa getir layaknya bir, minuman ini justru terasa pedas bercampur asam. Inilah bir Jawa ala Keraton Kasultanan Yogyakarta.

    “Bir Jawa itu sebenarnya air rebusan secang yang kemerahan dicampur dengan sedikit perasan jeruk nipis,” kata Kanjeng Raden Tumenggung Jatiningrat, cucu almarhum Sultan Hamengku Buwono VIII, saat ditemui di kantornya, Tepas Dwarapuro, di Kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis, 6 November 2014.

    Menurut pria yang akrab dipanggil Romo Tirun Winarta itu, sejarah bir Jawa dimulai pada zaman Sultan HB VIII. Waktu itu, sekitar tahun 1920, pengaruh kuliner Eropa yang dibawa penjajah Belanda mulai masuk ke Jawa.

    Aneka jenis makanan dan minuman asal Benua Biru, termasuk bir, mulai populer. Sultan HB VIII menganggap bir merupakan minuman berbahaya karena memabukkan. Namun dia ingin ada bir versi Jawa yang bisa dinikmati keluarga Keraton tapi tidak membuat peminumnya mabuk.

    "Kemudian, dibuatlah resep minuman yang disebut bir Jawa. Populernya pada zaman Sultan Hamengku Buwono VIII," kata Tirun. Saat itu, dia menceritakan, Sultan biasa meminum bir Jawa pada sore hari sembari tiduran di kursi malas di Ngindrakila bersama para abdi dalem Keraton.

    "Sebetulnya, Keraton juga menyediakan bir betulan, tapi hanya disajikan kepada orang Belanda yang bertamu ke Keraton," ujar Tirun. Bahkan minuman bir asal Eropa itu disimpan di sebuah bangunan khusus yang disebut Sarang Baya. "Itu bukan sarang buaya. Kata 'Baya' itu diambil dari kata 'Bebaya', yang artinya berbahaya."

    Selain bir Jawa versi Keraton, ada pula resep bir Jawa versi lainnya. Berdasarkan keterangan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, bir Jawa terbuat dari rebusan jahe, batang serai, cengkeh, kayu manis, mesofit, daun pandan, gula, air, dan jeruk nipis.

    Bir Jawa, selain tidak memabukkan, punya khasiat buat tubuh, yakni menghangatkan dan jadi minuman kesehatan. Cengkihnya berkhasiat menghilangkan bau napas tak sedap. Sedangkan air jeruk nipis dianggap dapat mengobati tekanan darah tinggi dan melangsingkan tubuh.

    Topik: #KULINER

    TIM TEMPO

    Berita terkait:
    Kelas-kelas Kuliner di Solo
    Jakarta Ibu Kota Negara, Medan Ibu Kota Kuliner
    Di Solo, Sekat Sosial Hilang Lewat Perut
    Makanan Indonesia adalah...?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.