Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Berbaring di Pantai Bidadari Ranau, Sembari Mengenang Kisah Pesawat Catalina TNI AU

image-gnews
Pantai Bidadari di pinggiran Danau Ranau menjadi salah satu destinasi wisata keluarga. Di sekitar objek wisata ini dulu tempat take off dan landing nya pesawat amphibius Catalina TNI AU. TEMPO/Parliza Hendrawan
Pantai Bidadari di pinggiran Danau Ranau menjadi salah satu destinasi wisata keluarga. Di sekitar objek wisata ini dulu tempat take off dan landing nya pesawat amphibius Catalina TNI AU. TEMPO/Parliza Hendrawan
Iklan

TEMPO.CO, Palembang - Healing asik kali ini agak lain dari biasanya. Kalau selama ini berlibur di pantai dengan air asinnya, sekali waktu berlibur ke pinggir pantai dengan air tawar. Ya, itulah sensasi yang akan didapat saat berlibur ke pantai Bidadari di pinggiran Danau Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan atau OKUS, Sumatera Selatan.

Layaknya pantai pada umumnya, di pantai Bidadari juga terdapat hamparan pasir putih untuk arena bermain bola, tempat berbaring dan berjemur hingga santap siang bersama keluarga di atasnya. Sensasi inilah yang sempat dirasakan oleh Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH) atau DanLanud SMH-Palembang, Kolonel Penerbang Rizaldy Efranza beberapa waktu yang lalu. "Pantainya cukup landai yang menghadap langsung ke gunung seminung," kata Rizaldy, Selasa, 18 Juni 2024. 

Pantai Bidadari di pinggiran Danau Ranau menjadi salah satu destinasi wisata keluarga. Di sekitar objek wisata ini dulu tempat take off dan landing nya pesawat amphibius Catalina TNI AU. TEMPO/Parliza Hendrawan

Kisah Catalina di Danau Ranau

Pada era tahun 1970-an, TNI AU memiliki pesawat amphibius yang bernama Catalina. Pesawat tersebut kerap take off dan landing di atas danau Ranau dalam menjalankan misinya. Atas hal itu, kemudian TNI AU menjadi pemilik sekitar 7 hektar lahan yang ada disekitar pantai Bidadari. "Sekarang kita kelola sebagai tempat pariwisata dengan pendekatan yang sangat humanis dimana tiket masuknya hanya Rp2000," ujar Danlanud.

Menurut Danlanud, di pantai Bidadari bukan semata mencari keuntungan akan tetapi ada ikhtiar untuk menjaga aset negara agar tidak hilang dan perjualbelikan oleh pihak lain. Karena bukan tidak mungkin dalam waktu yang tak lama lagi di danau Ranau bakal kembali digunakan sebagai tempat take off dan landing pesawat sejenis Catalina dalam misi memadamkan kebakaran hutan dan lahan.

Delapan jam perjalanan dari Palembang

Beberapa waktu yang lalu TEMPO sempat merasakan sensasi mandi di Pantai Bidadari. Dari kota Palembang membutuhkan waktu sekitar 8 jam berkendara, dengan kecepatan 50 hingga 70 kilometer per jam, karena banyak jalan berlubang dan belum beraspal di beberapa titik.

Seperti pantai di tepian laut lepas, pantai Panjang di Bengkulu atau pantai Pasir Padi di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pantai Bidadari juga berpasir pantai dan pasir gunung kuning kecokelatan. Uniknya lagi, sebagian Pantai Bidadari diteduhi oleh pohon kelapa dan rumpun bambu. Bahkan hanya berbatasan dengan sawah dan kebun kopi milik warga setempat. 

Sawah dan pohon kelapa menambah keindahan Pantai Bidadari di pinggiran Danau Ranau, OKU Selatan. Di sekitar objek wisata ini dulu tempat take off dan landing nya pesawat amphibius Catalina TNI AU. TEMPO/Parliza Hendrawan

Sesampainya di sana, kami rasa penasaran pantai berpasir dengan bermain di tepian danau. Beberapa pengunjung bermain bola di lapangan berpasir agak kasar itu. Sementara yang lainnya terlihat asik ber-swafoto di atas pondok dan juga bangku pembaringan yang terbuat dari bambu. 

Tidak ada sama sekali rasa takut akan hantaman ombak karena memang di pagi itu, air danau sedang tenang. Selain itu, kawasan untuk pengunjung tersebut bukan termasuk jalur perahu dan kapal nelayan sehingga ombaknya hampir tidak tampak. 

Sarana transportasi dan akomodasi

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jarak antara kota Palembang - Danau Ranau sekitar 343 kilomter. Pada perjalanan kali ini, kami mengunakan jalan lintas Komering mulai dari kota Palembang-Indralaya-Kayuagung-Simpang Talang Pangeran-Martapura-Muara Dua-Simpang Sender-Danau Ranau selama 8 jam. Sedangkan rute lainnya dari Palembang-Indralaya-Prabumulih-Beringin-Baturaja-Martapura-Muara Dua-Simpang Sender-Danau Ranau, diperlukan waktu 9-10 jam pada kondisi jalanan normal. 

Sedangkan dari Kota Bandara Lampung dapat menggunakan lintas dari Bukit Kemuning-Liwa-Krui-Danau Ranau. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 6 jam 30 menit.

Pantai Bidadari di pinggiran Danau Ranau menjadi salah satu destinasi wisata keluarga. Di sekitar objek wisata ini dulu tempat take off dan landing nya pesawat amphibius Catalina TNI AU. TEMPO/Parliza Hendrawan

Selain menggunakan kendaraan pribadi, biasanya wisatawan dapat menggunakan jasa bus carter atau angkutan umum yang disebut travel.  Di Palembang, angkutan umum tersebut dapat dijumpai di titik pemberangkatan di jalan kolonel Atmo atau di kawasan pangkal Jembatan Ampera bagian Ulu.

Sedangkan untuk sarana akomodasi, di sekitar terdapat cukup banyak penginapan. Salah satunya mess atau juga dikenal sebagai Serasan Seandanan, Wisma PT. Pusri, Hotel seminung Permai, Puri Azzura, Hotel Permata dan masih banyak lagi. Harga hotel juga beragam tergantung dengan fasilitas yang tersedia. 

Destinasi lainnya

Danau Ranau tercatat sebagai danau terbesar kedua di Sumatra setelah Danau Toba. Danau ini terletak di perbatasan Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Provinsi Sumatra Selatan. Terletak pada posisi koordinat 4°51′45″ lintang selatan dan 103°55′50″ bujur timur, danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar.  Secara geografis topografi, danau yang terkenal tempat nelayan mencari ikan mujair, kepor, kepiat dan harongan itu, terletak di perbukitan yang berlembah sehingga cuacanya cukup sejuk.  

Selain Danau Ranau, di OKU Selatan ini, wisatawan juga dapat menikmati keindahan alam lainnya seperti Air Terjun Subik Tuha, arum jeram Sungai Selabung, Candi, Gunung Seminung. 

Pilihan editor: Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2021 Digelar, Balap Sepeda dan Wisata di Danau Ranau

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


ASN di Palembang Ditangkap Kasus Kepemilikan Senjata Api Ilegal, Terancam 20 Tahun Penjara

3 hari lalu

Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap seorang ASN di Palembang dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal, Senin, 15 Juli 2024. TEMPO/Yuni Rahmawati
ASN di Palembang Ditangkap Kasus Kepemilikan Senjata Api Ilegal, Terancam 20 Tahun Penjara

Polisi memastikan 4 pucuk senjata api ilegal yang ditemukan di rumah ASN Kemenhub di Palembang itu adalah senjata pabrikan.


Sumsel Gelar Ngopi di Pinggir Sungai Musi untuk Promosikan Kopi

4 hari lalu

Ngopi di Pinggir Sungai Musi yang dipusatkan di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Kota Palembang pada Sabtu, 13 Juli 2024. TEMPO/Yuni Rahmawati
Sumsel Gelar Ngopi di Pinggir Sungai Musi untuk Promosikan Kopi

Ngopi di Pinggir Sungai Musi diselenggarakan di berbagai daerah di Sumsel yang di sepanjang Sungai Musi.


Menilik Kedai Kopi di Palembang yang Berdayakan Bekas Gudang Kopi Berusia Hampir 70 Tahun

10 hari lalu

Suasana Kedai Kopi Agam Pisan yang menggunakan bekas gudang kopi yang berusia hampir 70 tahun di kawasan 13 Ilir Kota Palembang. Sabtu, 6 Juli 2024. TEMPO/Yuni Rahmawati
Menilik Kedai Kopi di Palembang yang Berdayakan Bekas Gudang Kopi Berusia Hampir 70 Tahun

Kedai kopi Agam Pisan, di Palembang menggunakan bekas bangunan gudang kopi tua bergaya tempo dulu


Mayat Pegawai Koperasi Dicor di Toko, Polisi Periksa Istri Tersangka Utama

12 hari lalu

Tersangka ANT pembunuhan dan pengecoran pegawai koperasi di Palembang saat digiring kepolisian di Bandara SMB II Palembang, Sabtu, 29 Juni 2024. Foto: ANTARA/ M Imam Pramana
Mayat Pegawai Koperasi Dicor di Toko, Polisi Periksa Istri Tersangka Utama

Kasus mayat dicor ini terungkap setelah aparat Polrestabes Palembang mengusut laporan orang hilang


Polisi Sita 45 Kg Sabu Senilai Rp 45 Miliar di RS Fatmawati

14 hari lalu

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap penyelundupan 45 paket sabu di parkiran Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Polisi juga mengincar kurir di Bintaro Sektor 9 saat hendak transaksi, Tangerang Selatan, Kamis, 4 Juli 2024. Tempo/M. Faiz Zaki
Polisi Sita 45 Kg Sabu Senilai Rp 45 Miliar di RS Fatmawati

Dari 45 kilogram tersebut, sabu itu dipisah menjadi 45 bungkus paket.


Hutama Karya Minta Tambahan PMN Rp1 Triliun untuk Pembangunan Tol Trans Sumatera

16 hari lalu

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yaitu jalan tol Indralaya-Prabumulih. ANTARA/HO-Corcom PT Hutama Karya
Hutama Karya Minta Tambahan PMN Rp1 Triliun untuk Pembangunan Tol Trans Sumatera

Sri Mulyani Indrawati mengatakan hingga Mei 2024, pemerintah telah menyalurkan Rp18 Triliun kepada PT Hutama Karya.


Satu Pelaku Pembunuhan Pegawai Koperasi di Palembang Masih Buron

16 hari lalu

Tersangka ANT pembunuhan dan pengecoran pegawai koperasi di Palembang saat digiring kepolisian di Bandara SMB II Palembang, Sabtu, 29 Juni 2024. Foto: ANTARA/ M Imam Pramana
Satu Pelaku Pembunuhan Pegawai Koperasi di Palembang Masih Buron

Satu dari tiga pelaku pembunuhan pegawai koperasi yang mayatnya dicor di dalam distro Palembang masih buron.


Pembunuhan Berencana Pegawai Koperasi yang Dicor di Palembang, Tersangka Punya Utang Rp 5 Juta dengan Bunga Rp 24 Juta

17 hari lalu

Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan menemukan sepeda motor milik korban pembunuhan yang mayatnya dicor di toko pakaian di Jalan KH Dahlan Blok D2 No. 1-2 Maskarebet.  (ANTARA/ HO- Polda Sumsel)
Pembunuhan Berencana Pegawai Koperasi yang Dicor di Palembang, Tersangka Punya Utang Rp 5 Juta dengan Bunga Rp 24 Juta

Kapolrestabes Palembang Kombes Harryo Sugihartono mengatakan kasus pembunuhan berencana tersebut didasarkan karena sakit hati.


Sepeda Motor Korban Pembunuhan yang Mayatnya Dicor di Pelembang Ditemukan, Dibawa Perempuan Pegawai Distro

17 hari lalu

Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan menemukan sepeda motor milik korban pembunuhan yang mayatnya dicor di toko pakaian di Jalan KH Dahlan Blok D2 No. 1-2 Maskarebet.  (ANTARA/ HO- Polda Sumsel)
Sepeda Motor Korban Pembunuhan yang Mayatnya Dicor di Pelembang Ditemukan, Dibawa Perempuan Pegawai Distro

Pegawai perempuan berinisial PT itu diperiksa sebagai saksi kasus pembunuhan pegawai koperasi yang mayatnya dicor di semen distro.


Ketika Hadi Tjahjanto Bicara Bahaya Judi Online di Depan Prajurit TNI AU

18 hari lalu

Menko Polhukam Hadi Tjahjanto memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang pemberantasan judi online di Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu, 19 Juni 2024. Rapat perdana Satgas Pemberantasan Judi Online itu digelar setelah dibentuknya satgas tersebut oleh Presiden Jokowi pada 14 Juni 2024 dalam upaya percepatan pemberantasan judi online secara tegas dan terpadu. ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ketika Hadi Tjahjanto Bicara Bahaya Judi Online di Depan Prajurit TNI AU

Untuk memberantas judi online, Satgas Judi Online melibatkan TNI, Polri, dan PPATK.