8 Tempat Luar Biasa yang Harus Segera Dikunjungi Sebelum Hilang dari Muka Bumi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi terumbu karang di sepanjang garis transek yang dikenal sebagai One Tree Reef, Pulau Capricorn, Great Barrier Reef, Australia, 29 November 2016. Pemutihan terumbu karang merupakan berubahnya warna alami karang menjadi putih pucat. REUTERS

    Kondisi terumbu karang di sepanjang garis transek yang dikenal sebagai One Tree Reef, Pulau Capricorn, Great Barrier Reef, Australia, 29 November 2016. Pemutihan terumbu karang merupakan berubahnya warna alami karang menjadi putih pucat. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada beberapa situs luar biasa di muka bumi ini yang diperkirakan akan hilang selamanya. Berbagai spekulasi datang mengenai seberapa cepat tempat luar biasa itu akan hilang dari bumi.

    Sebelum benar-benar hilang, para pelancong dan pecinta alam ada baiknya memasukkan tempat-tempat tersebut ke dalam daftar wisata. Berikut daftarnya menurut Times of India:

    Great Barrier Reef, Australia

    Tempat ini sangat spesial karena terdapat terumbu karang terbesar di dunia. Sayangnya, Great Barrier Reef diprediksi akan rusak permanen pada 2030.

    Tempat ini telah menjadi rumah bagi sekitar 1.500 spesies ikan termasuk beberapa yang hanya bisa ditemukan di sini. Namun, pada 30 tahun terakhir Great Barrier Reef telah kehilangan 50 persen terumbu karang dengan sendirinya.

    Pulau Madagaskar, Afrika Tenggara

    Rumah bagi dua pertiga bunglon di dunia dan 50 spesies lemur atau hewan yang mirip dengan musang ini mendapat ancaman, yakni deforestasi, di mana hampir 90 persen hutan asli pulau itu hilang. Menurut sebuah laporan, banyak spesies endemik Madagaskar yang tidak tercatat akan hilang bahkan sebelum mereka ditemukan. Para ilmuwan juga memperkirakan bahwa dunia mungkin akan kehilangan Pulau Madagaskar dalam 35 tahun ke depan.

    Laut Mati, perbatasan Yordania dan Israel

    Laut Mati atau Dead Sea terkenal akan kadar garamnya yang tinggi yang memungkinkan para perenangnya mengapung tanpa usaha apapun. Salah satu laporan mengatakan bahwa ketinggian air dilaporkan menurun hampir 1 meter setiap tahunnya dan dapat menyebabkan laut ini akan hilang.

    Kepulauan Galapagos, Ekuador

    Pulau dengan fungsi sebagai tempat tinggal dari beragam flora fauna ini sangat kaya, mulai dari burung kormoran yang tidak bisa terbang hingga kura-kura raksasa. Namun, belakangan ini ada banyak penumpang kapal pesiar yang masuk secara teratur dan empat bandara sibuk serta populasi yang bertambah banyak membuat Galapagos menuju kehancuran.

    Maldives

    Pantai yang indah, beragam resort eksotis dan tempat snorkelling yang luar biasa dari destinasi ini telah dikenal di seluruh penjuru dunia. Namun, masa depan dari negara kepulauan ini tampak tak begitu cerah. Ada kemungkinan Maldives menjadi negara pertama yang hilang ke lautan pada akhir abad ke-21 jika permukaan laut terus naik dengan kecepatan yang sama.

    Venesia, Italia

    Kota Abad Pertengahan yang indah ini juga ikut terancam akibat naiknya permukaan laut. Hal ini diakibatkan karena Venesia dibangun di atas laguna yang tidak stabil dan menyebabkan ia dapat tenggelam dengan cepat.

    Sedangkan, banjir yang berulang hanya mempercepat kerusakan yang ditimbulkan pada bangunan bata rendah di Venesia. Menurut laporan, kenaikan permukaan laut yang hanya 1 meter saja akan membuat kota itu tenggelam.

    Cekungan Kongo, Afrika

    Bertanggung jawab atas hampir dari setengah dari oksigen dunia, Cekungan Kongo adalah area hutan belantara yang rentan. Wilayah yang penuh dengan gajah dan gorila yang melintasi sabana, hutan dan rawa ini terancam oleh penambangan penggundulan hutan dan perdagangan satwa liar ilegal.

    Para pemerhati lingkungan khawatir jika ini terus berlanjut bisa jadi tumbuhan dan hewan di hutan kemungkinan besar akan punah pada tahun 2040.

    Olympia, Yunani

    Kota kuno Olympia adalah salah satu situs terkemuka Yunani dan telah dihuni sejak zaman prasejarah. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini mengalami musim panas dan kering yang menyebabkan terjadinya kebakaran hutan yang merajalela dan menghanguskan daerah di sekitarnya.

    Tak cuma itu saja, akibat lainnya merambah ke daerah yang dekat dengan reruntuhan. Penggemar sejarah berpandangan bahwa dengan meningkatnya suhu dan curah hujan yang lebih rendah akan jadi lebih baik apabila segera mengunjungi tempat luar biasa ini sebelum nantinya hilang.

    LAURENSIA FAYOLA l TIMES OF INDIA

    Baca juga: 7 Kota yang Telah Tenggelam di Dunia, Penyebabnya Gempa Hingga Konstruksi Waduk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.