Legenda Kue Bulan, Kisah 10 Matahari dan Permaisuri yang Pergi ke Bulan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kue bulan dengan kuning telur asin yang baru saja dipanggang terlihat di sebuah perusahaan makanan bernama Saikoh di Yokohama, Jepang, pada 30 September 2020. Festival Pertengahan Musim Gugur atau juga disebut Festival Kue Bulan jatuh pada 1 Oktober tahun ini. (Xinhua/Du Xiaoyi)

    Kue bulan dengan kuning telur asin yang baru saja dipanggang terlihat di sebuah perusahaan makanan bernama Saikoh di Yokohama, Jepang, pada 30 September 2020. Festival Pertengahan Musim Gugur atau juga disebut Festival Kue Bulan jatuh pada 1 Oktober tahun ini. (Xinhua/Du Xiaoyi)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian orang percaya hari ini, Selasa 21 September 2021, adalah waktu yang disarankan untuk menyantap kue bulan sebagai pertanda keberuntungan. Kue bulan adalah kue tradisional Cina. Kulit luarnya tebal dan lembut dengan berbagai isian bercita rasa manis.

    Mengutip laman South China Morning Post, keberadaan kue bulan tak lepas dari legenda yang menyelimutinya. Konon, dulu Bumi memiliki sepuluh matahari yang mengakibatkan kekeringan dan kelaparan. Seorang ahli panah bernama Hou Yi kemudian menembak jatuh sembilan matahari dan meninggalkan satu saja.

    Rakyat kemudian memujanya dan menjadikan dia sebagai seorang raja. Seperti cerita kerajaan pada umumnya, seseorang dengan mudah terlena dengan kekuasaan. Hou Yi ingin hidup abadi dan menjadi raja selamanya. Dia mencari obat untuk mewujudkan keinginannya itu.

    Sang permaisuri, Chang'e tak setuju karena Hou Yi memerintah dengan kejam. Dia pun melawan dan sang raja murka kepadanya. Chang’e kemudian membuat ramuan yang bisa membawanya pergi ke bulan untuk menghindari kejaran raja. Masyarakat kemudian meyakini Chang'e menjadi roh bulan.

    Sejak itu, banyak orang mempersembahkan hadiah atau memberikan penghormatan kepada Chang’e pada hari ke-15 sesuai kalender lunar untuk mengingat jasanya. Kue bulan memiliki karakter di bagian atas sebagai simbol umur panjang atau harmoni. Umumnya ada pertanda pada kemasannya yang menunjukkan desain bulan, bunga Chang’e, dan kelinci.

    Selain kisah Raja Hou Yi dan Permaisuri Chang'e, ada juga lain dari kue bulan, yakni sebagai alat mengirimkan pesan untuk menggulingkan kekuasaan Mongol yang diakali oleh Zhu Yuanzhang dan penasehatnya, Liu Bowen. Zhu kemudian menjadi Kaisar Dinasti Ming.

    Kini, kue bulan menjadi simbol penghormatan akan sejarah sekaligus menjaga tradisi kuliner masyarakat Cina. Harga kue bulan bervariasi, tergantung banyak sedikit kuning telur asin yang digunakan. Bahan kuning telur asin wajib ada karena menjadi simbol bulan purnama. Semakin banyak kandungan kuning telur asin, kian mahal harganya.

    LAURENSIA FAYOLA | SOUTH CHINA MORNING POST

    Baca juga:
    Rayakan Mooncake Festival, The Harvest Luncurkan 4 Rasa Kue Bulan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.