Revenge Tourism, Ketua DPR Ingatkan Pelaku Wisata dan Warga Jangan Kebablasan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menaiki wahana Turangga-rangga di Dufan, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa 14 September 2021. Kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol kembali melayani pengunjungnya yang akan berekreasi mulai 14 September 2021 dengan jam operasional mulai pukul 06.00 - 21.00 WIB dan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Wisatawan menaiki wahana Turangga-rangga di Dufan, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa 14 September 2021. Kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol kembali melayani pengunjungnya yang akan berekreasi mulai 14 September 2021 dengan jam operasional mulai pukul 06.00 - 21.00 WIB dan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, JakartaKetua DPR RI Puan Maharani meminta pelaku wisata untuk mewaspadai adanya fenomena revenge tourism atau wisata balas dendam saat pandemi. Fenomena itu dikhawatirkan dapat membuat angka penularan Covid-19 kembali naik.

    "Jangan sampai kita kecolongan atau abai prokes di titik-titik yang justru rawan penularan. Kalau perlu jangan lepas masker, sekalipun saat berfoto-foto di tempat wisata," kata Puan dalam keterangannya, Senin, 20 September 2021.

    Menurut Puan, adanya revenge tourism bisa dipahami karena masyarakat telah merasa jenuh bahkan stres dan kurang hiburan selama pembatasan sosial berbulan-bulan. "Hingga kini mau balas dendam pergi jalan-jalan ke tempat wisata," kata dia.

    Namun, Puan meminta agar fenomena itu kontraproduktif terhadap penanganan Covid-19. "Perlu betul-betul dijaga agar revenge travel tersebut jangan sampai kebablasan," ujarnya.

    Puan mewanti-wanti pemangku kebijakan wisata, baik pemerintah pusat maupun daerah, pengelola destinasi, hingga wisatawan agar jangan sampai kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, mulai dari perjalanan sampai ke destinasi wisata serta di fasilitas-fasilitas pendukung, seperti penginapan, tempat makan sampai toilet. Pelaku wisata memenuhi standar kebutuhan pengunjung sesuai panduan pelaksanaan cleanliness, health, safety, and environmental sustainability (CHSE) yang sudah dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan mengikuti pedoman dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan World Travel and Tourism Council (WTTC).

    Puan juga mengingatkan agar pemerintah daerah menyiapkan tim pemantau protokol kesehatan di setiap tempat wisata untuk melindungi wisatawan dan masyarakat setempat agar fenomena revenge tourism terkendali.

    Baca jugaPotensi Revenge Tourism, Jawa Barat Ingatkan Warga Jangan Lengah dan Euforia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.