Kemenparekraf Tegaskan Wisatawan Asing Belum Boleh Berlibur ke Bali

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung mengunjungi Pantai Canggu yang ditutup saat PPKM Darurat di Kuta Utara, Bali, Ahad, 4 Juli 2021. Puluhan wisatawan dan warga lokal masih mengunjungi pantai meski dipasang tanda larangan selama masa PPKM Darurat. Johannes P. Christo

    Sejumlah pengunjung mengunjungi Pantai Canggu yang ditutup saat PPKM Darurat di Kuta Utara, Bali, Ahad, 4 Juli 2021. Puluhan wisatawan dan warga lokal masih mengunjungi pantai meski dipasang tanda larangan selama masa PPKM Darurat. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Bali masih berlaku. Meski sudah ada sejumlah kelonggaran, namun sektor pariwisata belum sepenuhnya dibuka, terutama untuk wisatawan asing.

    Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya mengatakan saat ini wisatawan asing belum diperbolehkan untuk datang berlibur ke Bali. Namun ada pengecualian bagi warga negara asing yang datang dengan tujuan berbisnis.

    “Per 15 September yang boleh datang adalah orang asing dengan tujuan bisnis. Jadi kalau ada meeting di Bali, boleh,” kata Nia pada Weekly Press Briefing yang dihelat secara virtual pada Senin, 20 September 2021.

    Meski begitu, Nia mengatakan ada sejumlah prosedur yang perlu dilakukan bagi warga negara asing yang ingin datang berkunjung. Syarat itu antara lain memikiki hasil negatif tes PCR, sudah divaksin penuh dan menjalani karantina selama 8 hari.

    “Karantina nya bukan lagi yang di dalam kamar, tetapi karantina dalam sebuah area yang masih bisa keluar kamar dan beraktivitas,” kata Nia. Namun, meski bisa berkegiatan, warga negara asing itu tidak diperkenankan untuk menerima orang lain dari luar.

    Orang asing yang datang juga diminta untuk memiliki penanggung jawab yang bisa dilakukan oleh hotel atau biro perjalanan. Aplikasi PeduliLindungi pun menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi. “Untuk memonitor pergerakan,” kata Nia.

    Terkait kedatangan pesawat milik Qantas Airlines dari Australia, Nia menjelaskan hal tersebut bukan untuk mendatangkan wisatawan asing, melainkan untuk menjemput warga negara asing yang masih ada di Bali.

    LAURENSIA FAYOLA

    Baca juga: Bangkok Bisa Segera Dikunjungi, Turis Wajib Vaksin dan Punya Asuransi Perjalanan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.