Bangkok Bisa Segera Dikunjungi, Turis Wajib Vaksin dan Punya Asuransi Perjalanan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan berjalan-jalan saat berjalan-jala  di dalam Grand Palace, yang baru dibuka kembali setelah ditutup beberapa bulan di Bangkok, Thailand, 7 Juni 2020. Wisatawan yang datang berkunjung ke Grand Palace harus ikuti panduan kesehatan, menjaga jarak, memakai masker, serta sering mencuci tangan. REUTERS/Jorge Silva

    Wisatawan berjalan-jalan saat berjalan-jala di dalam Grand Palace, yang baru dibuka kembali setelah ditutup beberapa bulan di Bangkok, Thailand, 7 Juni 2020. Wisatawan yang datang berkunjung ke Grand Palace harus ikuti panduan kesehatan, menjaga jarak, memakai masker, serta sering mencuci tangan. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Jakarta - Peningkatan kasus Covid-19 di Bangkok Thailand membuat negara ini harus menahan pembukaan negaranya bagi pariwisata. Namun, dalam perkembangan regulasi terbarunya, Bangkok telah mengumumkan akan membuka kembali negaranya bagi para turis yang telah divaksinasi penuh pada 1 Oktober mendatang.

    Bagi para wisatawan asing yang telah melakukan vaksinasi lengkap bisa mengunjungi Bangkok bersama dengan empat provinsi lainnya. Wisatawan yang sudah vaksin juga tidak perlu melakukan karantina selama 14 hari.

    Dalam laman resmi Kedutaan Thailand, wisatawan asing juga wajib memiliki asuransi perjalanan. Asuransi tersebut harus bisa mencakup risiko Covid-19 dengan nilai pertanggungan minimal US$ 100 ribu (Rp 1,4 miliar).

    Negara yang menjadi surganya tempat berbelanja ini telah memperkenalkan konsep Sandbox kepada wisatawannya yang harus berada di satu tempat yang sama setelah satu minggu tiba di Thailand dan mengikuti tes Covid-19. Inisiatif ini direncanakan akan tersedia di lima wilayah termasuk provinsi Chiang Mai, Chon Buri, Phetchaburi dan Prachuap Khiri Khan.

    Menurut juru bicara pemerintah Thanakorn Wangboonkongchana, dibawah skema Sandbox, lebih dari 29.000 pengunjung luar negeri yang siap divaksin lengkap di Phuket yang nantinya akan menghasilkan pendapatan lebih dari US$ 50 juta (Rp 712 miliar).

    Dinas pariwisata mencatat dan memperingatkan bahwa keseluruhan rencana ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi dan situasi. Sebelumnya, di tahun lalu Thailand mencatat angka Covid-19 yang rendah. Namun, akibat varian Delta, kasus di negara ini meningkat hingga 1,3 juta kasus.

    LAURENSIA FAYOLA l TIMES OF INDIA

    Baca juga: Bangkok Siap Sambut Kembali Wisatawan Asing Bulan Depan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.