Sasana Hinggil, Bangunan Berusia Dua Abad yang Jadi Pusat Vaksinasi Covid-19

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan Sasana Hinggil yang akan menjadi pusat vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta pada 27 Juli sampai 1 Agustus 2021. Dok.Istimewa

    Bangunan Sasana Hinggil yang akan menjadi pusat vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta pada 27 Juli sampai 1 Agustus 2021. Dok.Istimewa

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sebuah bangunan bersejarah milik Keraton Yogya yang lokasinya persis di kawasan Alun- alun Selatan Yogyakarta, Kagungan Dalem Bangsal Sasono Hinggil, bakal menjadi pusat vaksinasi besar-besaran mulai 27 Juli hingga 1 Agustus 2021.

    Adalah Gerakan Kemanusiaan Republik Indonesia (GKR Indonesia) yang menggandeng Korem 072/Pamungkas Yogyakarta akan menggelar vaksinasi yang menargetkan 5.000 sasaran selama lima hari pelaksanaan itu. "Vaksinasi ini terbuka bagi semua warga masyarakat termasuk yang ber-KTP luar DIY berusia 12 - 18 tahun dan dewasa," ujar permaisuri Raja Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Senin, 26 Juli 2021.

    Dinas Pariwisata DIY melansir Sasana Hinggil merupakan bangunan cagar budaya yang sangat khas dengan gaya bangunan milik Keraton Yogyakarta. Sasana Hinggil memiliki arti tanah yang tinggi.

    Bangunan itu berada persis di sisi utara Alun-alun Kidul, berpagar putih kokoh dengan tanda nama bertuliskan Sasana Hinggil Dwi Abad di bagian serambi depan. Nama Dwi Abad ini dilihat dari umur bangunan ini sendiri sudah lebih dari dua abad, karena pembangunannya dimulai pada masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono I, yaitu pada tahun 1755-1792.

    Di masa lampau, di bangunan itu Raja Keraton menyaksikan gladi bersih prajurit untuk persiapan upacara Gerebeg. Selain itu, tempat itu dikenal sebagai tempat manusia adu harimau yang dikenal dengan nama rampogan.

    Vaksinasi di Sasana Hinggil ini melibatkan tenaga kesehatan dari berbagai unsur, antara lain Detasemen Kesehatan Masyarakat Wilayah 04.04.02 Yogyakarta, Dinas Kesehatan DIY, Puskesmas Kraton, Rotary Club of Yogya Tugu dan sejumlah jajaran Polsek di wilayah Polresta Yogyakarta dan relawan. 

    "Dengan terus bertambahnya persentase warga yang divaksin akan menciptakan kekebalan komunal masyarakat sehingga penyebarluasan pandemi Covid-19 dapat dicegah dan tertanggulangi secara alamiah," kata GKR Hemas.

    Kasus tambahan Covid-19 baru di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin, 26 Juli ini kembali menggila di atas 2.600 kasus. "Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 hari ini di DIY sebanyak 2.667 kasus, jumlah kasus aktif naik menjadi 33.253 kasus dan total kasus terkonfirmasi menjadi 107.445 kasus," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Berty Murtiningsih Senin.

    Kasus hari ini di DIY untuk kali pertama menyalip temuan kasus yang dilaporkan di DKI Jakarta, yakni sebanyak 2.662 kasus. Dengan kasus baru hari ini, DIY menjadi provinsi ke-4 di Indonesia dengan temuan tertinggi setelah Jawa Barat 4.368 kasus, Jawa Tengah 4.021 kasus dan Jawa Timur 3.157 kasus dalam sehari.

    GKR Hemas mengajak seluruh komponen bangsa yang memiliki potensi menggelar vaksinasi Covid-19 dapat turut membantu upaya pemerintah melindungi segenap warga masyarakat. "Saatnya rasa cinta tanah air dan bela negara diwujudkan dalam semangat gotong royong memasifkan program vaksinasi bagi masyarakat luas," kata dia.

    Baca juga: Riwayat Kampung Bugisan, Napak Tilas Prajurit Bugis di Yogyakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.