Hindari Virus Corona, Resto di Belgia Tawarkan Makan Sambil Melayang

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi para pengunjung saat menikmati makan dan minum di

    Ekspresi para pengunjung saat menikmati makan dan minum di "Dinner in the Sky 2.0 New Generation" di Brussels, Belgia, 16 September 2020. Paket makan Dinner in the Sky 2.0 New Generation ditawarkan dengan kisaran 350 USD atau sekitar Rp. 5,2 juta. REUTERS/Yves Herman

    TEMPO.CO, Jakarta - Makan di restoran mewah di dalam gedung pencakar langit sudah biasa. Tapi terbayangkah makan di sebuah restoran sambil melayang pada ketinggian 50 meter?

    Dinner In The Sky, restoran yang sempat tutup karena pandemi Covid-19, kini beroperasi kembali sejak 16 September. Rencananya, penawaran makan sembari melayang-layang di udara itu ditutup pada 2 Oktober. 

    Dinukil dari Republic World, tamu yang ingin mencoba bersantap di Dinner In The Sky, bisa mengunjungi resto tersebut di Bilzen dan Kortrijk, serta Brussel, ibu kota Belgia. Untuk informasi dan reservasi bisa mengunjungi dinnerinthesky.be

    Dinner in The Sky sejatinya telah beroperasi di 60 negara sejak 2006, dengan kantor pusat berada di Belgia. Sensasi yang ditawarkan berupa para tamu duduk di meja makan, dengan mengenakan sabuk pengaman. Lalu lantai resto diangkat ke atas setinggi 50 meter. Resto tanpa dinding dengan lantai bening itu, membuat Anda bisa menikmati 360 derajat kota Brusel.

    Selain kudapan lezat, para tamu juga menikmati pertunjukan musik dari DJ, dan menu-menu yang diolah koki-koki yang memiliki reputasi di Eropa.

    Sambutan turis maupun warga Belgia terhadap resto melayang itu lumayan hangat. Pasalnya, di tengah pandemi kegiatan makan di restoran luar ruangan lebih diminati. Para tamu merasa lebih aman dan nyaman berada di luar ruangan, selain itu memungkinkan menjaga jarak sosial. 

    Struktur asli dari platform Dinner in The Sky seberat 9 ton itu, mampu menampung 32 pengunjung. Setiap meja diperuntukkan hanya untuk empat orang. Antara meja satu dengan yang lain terpisah jarak -- yang sesuai dengan protokol kesehatan 1-2 meter.

    Suasana "Dinner in the Sky 2.0 New Generation” yang berada diketinggian 50 meter di Brussels, Belgia, 16 September 2020. REUTERS/Yves Herman

    Dengan jarak yang memadai itu, para koki dan pelayan bisa bebas bergerak. Selain musik dari DJ dan koki ternama, ada pengalaman unik yang dihadirkan Dinner in The Sky, yaitu saban restoran diangkat ke udara, kembang api dinyalakan. Selain membuat kejutan juga menciptakan suasana pesta kecil. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.