Misi Lain di Balik Pembangunan Sirkuit Mandalika

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara bentuk lintasan lurus sirkuit saat pengerjaan galian tanah badan jalan Mandalika MotoGP Street Circuit di The Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis, 10 Oktober 2019.  ANTARA/Ahmad Subaidi

    Foto udara bentuk lintasan lurus sirkuit saat pengerjaan galian tanah badan jalan Mandalika MotoGP Street Circuit di The Mandalika, Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis, 10 Oktober 2019. ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Bila tak ada kendala, Sirkuit Mandalika bakal jadi tuan rumah perhelatan MotoGp dan Superbike World Championship. Selain menjadi panggung perhelatan olahraga dunia, ada misi lain yang diemban sirkuit di pinggir pantai itu.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, menyatakan melalui penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada 2021, sirkuit tersebut dapat memperkenalkan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) pada dunia.

    "Lewat MotoGP ini kita memperkenalkan pariwisata NTB kepada dunia," kata Muhadjir Effendy saat meninjau pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, pada Kamis 27 Agustus 2020.

    Untuk itu, ia berharap event berkelas seperti MotoGP yang akan dilaksanakan di sirkuit Mandalika bisa berjalan sesuai harapan. Menurutnya, dengan adanya perhelatan internasional semisal MotoGP tersebut, dapat mengatasi pengangguran, mengatasi kemiskinan dan tentunya mendongkrak pariwisata nasional. Terutama di yang ada di Nusa Tenggara Timur.

    "Ternyata dari dulu hingga sekarang, Lombok-NTB masih terkenal dengan keindahannya," ujarnya.

    Untuk itu, Muhajir mengatakan, kedatangannya ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, untuk meninjau dan melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo, untuk melihat secara langsung progres pembangunan rumah tahan gempa (RTG) serta progres pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika.

    "Selain memulihkan rumah masyarakat pascagempa, kedatangan kami untuk memastikan seluruh kegiatan terutama kegiatan pariwisata terus berjalan," tegas Muhadjir.

    Khusus untuk pariwisata, lanjut Muhadjir, ia berharap tidak hanya sirkuit yang menjadi kebanggaan bangsa, tapi adat istiadat, industri kerajinan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi siapapun yang datang ke NTB.

    Karena itu, ia mengajak seluruh kekuatan yang ada di NTB untuk menyosialisasikan sadar memakai masker. Itu semua sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 di NTB.

    "Hanya dengan menggunakan masker, menjadi salah satu cara menurunkan angka terpapar hingga kematian akibat Covid-19," katanya.

    Tahun lalu, CEO DORNA Sports SL - pemegang hak siar MotoGP - Carmelo Ezpeleta dan Sporting Director Carlos Ezpeleta berada di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika, Lombok pada Senin (28/10). 

    Carmelo Ezpeleta menyebut proyek sirkuit Mandalika unik. Pertama, lokasinya yang indah, dan kedua, berada di negara yang penduduknya merupakan fans terbesar MotoGP. 

    Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer (kedua kiri) bersama CEO Dorna Sports SL (DORNA) Carmelo Ezpeleta (kedua kanan), Sporting Director DORNA Carlos Ezpeleta (kiri) dan Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan (kanan) meninjau pembangunan Sirkuit Mandalika di kawasan pariwisata Mandalika, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, NTB, Senin , 28 Oktober 2019. ANTARA/Ahmad Subaidi

    Carmelo Ezpeleta menyebut proyek sirkuit Mandalika unik. Pertama, lokasinya yang indah, dan kedua, berada di negara yang penduduknya merupakan fans terbesar MotoGP.

    Menurutnya, Indonesia merupakan pasar utama bagi DORNA karena fans MotoGP yang besar, dengan begitu atmosfernya semakin kuat saat perlombaan dihelat pada 2021 nanti. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.