Alternatif Jika Rapid Test Covid-19 Tak Lagi Wajib untuk Bepergian

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang kereta api jarak jauh mengikuti Rapid Tes Covid-19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin, 27 Juli 2020. PT KAI bekerjasama dengan PT Rajawali Nusindo untuk penyediaan fasilitas Rapid Tes Covid-19 untuk pengguna jasa kereta api jarak jauh. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Calon penumpang kereta api jarak jauh mengikuti Rapid Tes Covid-19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin, 27 Juli 2020. PT KAI bekerjasama dengan PT Rajawali Nusindo untuk penyediaan fasilitas Rapid Tes Covid-19 untuk pengguna jasa kereta api jarak jauh. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pelaku industri pariwisata di Yogyakarta mendukung wacana menghapus rapid test Covid-19 sebagai salah satu syarat bepergian. Jika pemerintah menghapus ketentuan itu, maka masyarakat lebih mudah bepergian dan kegiatan wisata akan kembali menggeliat.

    Surat keterangan bebas Covid-19 berdasarkan rapid test maupun swab atau PCR test masih menjadi salah satu syarat bepergian. Dasarnya adalah surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Namun beberapa waktu lalu, kementerian kesehatan menyatakan rapid test tidak direkomendasikan lagi untuk mendiagnosa orang yang terinfeksi Covid-19.

    Ketua Asosiasi Tour and Travel atau Asita Daerah Istimewa Yogyakarta, Udi Sudiyanto menyambut gembira jika syarat rapid test Covid-19 untuk bepergian jadi dihapus. "Meski tujuannya baik, selama ini rapid test atau swab/PCR test Covid-19 menjadi momok bagi wisatawan," ujar Udi Sudiyanto kepada Tempo, Selasa 11 Agustus 2020.

    Setelah nantinya rapid test Covid-19 untuk bepergian dihapus, Udi Sudiyanto menyarankan pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan menyiapkan sistem pengganti yang lebih baik. "Intinya, yang memudahkan wisatawan untuk bepergian," katanya.

    Seorang calon penumpang pesawat menjalani rapid test Covid-19 di Bandara Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa 7 April 2020. ANTARA FOTO/Umarul Faruq

    Menurut dia, ada satu sistem yang bisa menjadi solusi pengganti surat keterangan rapid test Covid-19 itu. Sistem ini, kata Udi Sudiyanto, lebih adaptif, sederhana, membuat wisatawan nyaman, sekaligus mampu mengerakkan sektor pariwisata namun tetap menegakkan kewaspadaan atau antisipasi penyebaran Covid-19.

    Solusi yang dimaksud Udi Sudiyanto adalah sistem tracing online. Dari sini, pemeritah juga dapat memantau pergerakan wisatawan. Pemerintah DI Yogyakarta sudha memberlakukan tracing online di sekitar 30 destinasi yang telah menjalankan uji coba. Sistem tracing online itu mampu menguatkan mitigasi karena mampu menelusuri perjalanan wisatawan, terutama jika terjadi penularan kasus Covid-19.

    Hal lain yang juga penting adalah edukasi kepada wisatawan untuk mematuhi protokol kesehatan. Sebab, tidak ada yang dapat memastikan kapan dan di mana wisatawan itu benar-benar aman di masa pandemi Covid-19.

    Baca juga: 
    Pro Kontra Wacana Penghapusan Hasil Rapid Test Covid untuk Bepergian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.