Gunung-Gunung Untuk Wisata Pendakian Bagi Pemula

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Padang bunga edelweiss menjadi dayatarik pendaki di area Tegal Alun, gunung Papandayan. TEMPO/ Nita Dian

    Padang bunga edelweiss menjadi dayatarik pendaki di area Tegal Alun, gunung Papandayan. TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat film berjudul 5cm populer, makin dikenallah kegiatan mendaki gunung. Kisah lima sahabat itu membuat Gunung Semeru digemari, bahkan memicu wisata pendakian gunung. Kegiatan olahraga ini populer di kalangan remaja dan pekerja, yang memilih wisata alam untuk keluar dari rutinitas.

    Wisata pendakian gunung memerlukan persiapan fisik dan mental, juga pengetahuan hidup di alam bebas. Perihal perlengkapan, saat ini banyak merek dan toko alat-alat maupun fashion untuk mendaki gunung. Semuanya diproduksi dengan mempertimbangkan kenyamanan dan cuaca di pegunungan.

    Lalu bagaimana dengan pendaki pemula? Tentu banyak alternatif untuk memulai. Indonesia merupakan negeri dengan ribuan gunung. Berikut destinasi wisata pendakian gunung yang pas untuk pemula, dinukil dari Bisnis.com.

    Desa Wisata Nglanggeran memiliki kontur bertebing dan berbukit, bekas gunung api purba. Foto: @jogjaku

    Gunung Nglanggeran

    Terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Gunung Api Purba Nglanggeran hanya memiliki ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pendakiannya tidak terlalu berat, cukup dengan waktu 1-2 jam kalian bisa mencapai puncak gunung ini.

    Gunung ini memiliki dua puncak terpisah, yakni Puncak Barat dan Puncak Timur. Rata-rata pendaki memilih camping di Puncak Barat, karena aksesnya lebih mudah. Namun, bagi yang ingin puas menyaksikan sunrise, bisa bermalam di Puncak Timur.

    Gunung Penanggungan

    Terletak di antara Kabupaten Mojokerto (sisi barat) dan Kabupaten Pasuruan (sisi timur) serta berjarak kurang lebih 55 km sebelah selatan kota Surabaya. Gunung Penanggungan memiliki ketinggian 1.653 mdpl.

    Sejumlah seniman melakukan pementasan Tirta Pawitra atau Air Suci dari Penanggungan di patirthan Jolotundo di lereng gunung Penanggungan di Desa Seloliman, Kec. Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, 19 Maret 2017. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pananggungan merupakan gunung kecil yang berada pada satu kluster dengan Gunung Arjuno dan Gunung Welirang. Meskipun kecil, gunung ini sangat unik karena mulai dari kaki sampai mendekati puncak, dipenuhi banyak situs kepurbakalaan yang dibangun pada periode Hindu-Buddha dalam sejarah Indonesia.

    Gunung Batur

    Gunung api yang masih aktif ini terletak di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Ketinggiannya mencapai 1.717 mdpl dan cukup memakan waktu 2,5 jam untuk pendakian.

    Walaupun tergolong pendek, Gunung Batur dikenal sebagai salah satu gunung di Indonesia yang memiliki kaldera terluas. Gunung ini juga menyuguhkan keindahan Danau Batur berlatarbelakang Gunung Abang dan Gunung Rinjani.

    Gunung Andong

    Gunung yang memiliki ketinggian 1.726 mdpl ini terletak di Magelang, Jawa Tengah. Pendakiannya memakan waktu 1,5 sampai 2 jam. Gunung Andong  memiliki empat puncak. Dari puncak, pendaki dapat melihat Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, Prau, Ungaran, Telomoyo, perbukitan yang membentang serta panorama Kota Magelang.

    Wisatawan menikmati matahari terbit di Gunung Telomoyo, Desa Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Ahad, 10 November 2019. Sejumlah gunung yang dapat dilihat di antaranya Gunung Merbabu, Gunung Andong, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Ungaran. ANTARA/Aji Styawan

    Gunung Papandayan

    Belum sah rasanya untuk menjadi pendaki ketika belum mencicipi Gunung Papandayan. Terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, gunung ini memiliki ketinggian 2.265 mdpl. Gunung yang menjadi favorit karena ramah bagi para pendaki ini memiliki Padang Edelweis nan molek yang bisa dilihat di antara Pondok Saladah dan Hutan Mati. Cukup 2-3 jam untuk mencapai perkemahan di Pondok Saladah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.