Gubernur Bali Nilai Kondisi Pura Besakih Saat Ini Ganggu Kesucian

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wistawan mengunjungi Pura Besakih, pasca erupsi Gunung Agung semalam, di Desa Besakih, Karangasem, Bali, 2 Januari 2018. Meski Gunung Agung dalam status Awas dan masih beberapa kali mengeluarkan abu vulkanik, pura itu kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan. Johannes P. Christo

    Sejumlah wistawan mengunjungi Pura Besakih, pasca erupsi Gunung Agung semalam, di Desa Besakih, Karangasem, Bali, 2 Januari 2018. Meski Gunung Agung dalam status Awas dan masih beberapa kali mengeluarkan abu vulkanik, pura itu kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Amlapura, Bali - Pemerintah Provinsi Bali segera membenahi kawasan Pura Besakih agar lebih nyaman digunakan untuk ibadah sekaligus menjadi destinasi wisata. Penataan Pura Besakih di Wantilan Sri Ksariwarmadewa Pura Penataran Agung Besakih, Karangasem, Bali, akan dimulai tahun depan berupa pembangunan bencingah dan tempat parkir empat lantai.

    Gubernur Bali Wayan Koster mengidentifikasi masalah di kawasan suci Besakih dari aspek parahyangan, pawongan, dan palemahan. "Palemahan ini yang sudah sangat mendesak untuk ditata karena begitu padat, kotor, dan semrawut. Sangat mengganggu kesucian dan keagungan Pura Besakih," ujarnya.

    Penataan palemahan, menurut Wayan Koster, diawali dengan membangun tempat parkir di Manik Mas mulai 2020. Pembangunan tempat parkir empat lantai itu diperkirakan selesai selama dua tahun. Sembari membangun tempat parkir, akan dibuat pula area bencingah yang diperkirakan rampung dalam satu tahun.

    Umat Hindu membawa sesajen saat persembahyangan Hari Raya Galungan di tengah situasi aktifitas Gunung Agung pada level siaga di Pura Besakih, Karangasem, Bali, 1 November 2017. Kawasan Pura Besakih telah dinyatakan aman setelah status Gunung Agung diturunkan dari awas ke siaga. ANTARA FOTO

    Wayan Koster juga merencanakan pembangunan Margi Agung selama tiga tahun, mulai 2020 sampai 2022. "Astungkara sharing dari APBN dan APBD Provinsi Bali," kata dia. Pemerintah pusat akan membiayai pembangunan tempat parkir Manik Mas dan bencingah. Adapun pembebasan lahan dan Margi Agung ditangani Pemerintah Provinsi Bali.

    Lahan yang dibebaskan masing-masing 4,1 hektare di Bencingah dan 5,2 hektare di Manik Mas. Khusus di Manik Mas, ada sekitar 2 hektare yang merupakan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali, sehingga yang akan dibebaskan hanya sekitar 3 hektare.

    Mengenai pembebasan lahan, Wayan Koster mengatakan harga ganti rugi ditentukan oleh lembaga independen sebagai tim penaksir. Di atas lahan itu terdapat 471 kios penduduk yang akan ditata. Dari jumlah itu, sebanyak 265 kios di antaranya merupakan kios permanen. Wayan Koster mengatakan yang boleh berjualan di kawasan suci Pura Besakih nantinya hanya penduduk setempat atau tidak boleh orang dari luar.

    TERAS.ID | BALIPOST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.