Wisata Grup dengan Bus, Ini Kiatnya Agar Nyaman

Reporter:
Editor:

Ludhy Cahyana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banyak pilihan bus sesuai dengan kebutuhan.

    Banyak pilihan bus sesuai dengan kebutuhan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat demam tiket pesawat murah beberapa tahun lalu, transportasi bus masih tetap menjadi pilihan. Bahkan moda transportasi satu ini memiliki penggemar yang fanatik. 

    Kini, sebagai transportasi jarak jauh, bus memiliki fasilitas penunjang yang terus berkembang. Tata ruangnya pun kian variatif yang ditujukan untuk membuat penumpang nyaman. Penunjang kenyaman lainnya berupa fasilitas Wi-Fi, toilet, serta perangkat penghubung daya listrik (USB) untuk ponsel.

    Tapi, kadang-kadang bepergian dengan bus dihinggapi rasa jenuh atau tak nyaman karena rombongan dalam grup. Lalu bagaimana kiatnya agar nyaman dan tak jenuh selama perjalanan dengan bus?

    "Persiapan pribadi seperti bekal makanan, buku, atau game (ponsel)," kata Direktur Operasional PT Blue Star Karya Unggul, Andreas Dian Widjaya, Kamis, 14 November 2019.

    Selama menjadi pelaku bisnis di bidang rental bus, ia mengamati beberapa hal yang kerap dilakukan rombongan tur. Salah satunya bermain dalam bus selama perjalanan.

    "Kalau bepergian grup bisa bikin permainan bersama dalam bus, supaya tidak jenuh," katanya. Bahkan, bila memungkinkan mengisi waktu sambil bernyanyi. Kegiatan itu menurut dia, bisa untuk mengantisipasi rasa jenuh.

    Bus masih banyak peminatnya, apalagi fasilitas hiburannya kian memadai. TEMPO/Bram Setiawan

    Andreas menambahkan, persiapan obat pribadi sangat penting. Bila sempat berhenti sejenak untuk singgah, wisata kuliner pun bisa menjadi aktivitas yang menghibur, "Setidaknya bisa untuk mencairkan suasana," katanya. "Saat naik bus usahakan kenyang secukupnya saja."

    Menurut dia, saat singgah adalah waktu yang penting untuk dimanfaatkan. "Karena keistimewaan berwisata atau pergi dengan bus itu bisa berhenti di mana-mana, selama aksesnya memungkinkan," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.