Bus Wisata Masuk Jogja, Jalur Datang Berbeda dengan Jalur Pergi

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan memadati Jl. Malioboro, Yogyakarta, Selasa (21/8). ANTARA/Noveradika

    Sejumlah kendaraan memadati Jl. Malioboro, Yogyakarta, Selasa (21/8). ANTARA/Noveradika

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta meminta seluruh bus pariwisata, khususnya bus berdimensi besar untuk mematuhi jalur wisata yang sudah ditetapkan agar sehingga tidak menambah kepadatan lalu lintas di tengah kota.

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Wirawan Hario Yudho mengatakan sudah ada jalur yang ditetapkan untuk bus pariwisata. “Misalnya jalur masuk tidak boleh sama dengan jalur bus keluar dari Kota Jogja. Kami minta agar pengemudi mengerti dan memahami serta mematuhi aturan tersebut," kata dia di Yogyakarta, Senin, 24/12.

    Ia mencontohkan, bus pariwisata yang masuk ke Kota Yogyakarta dari sisi timur atau dari Jalan Kusumanegara dapat menggunakan Jalan Veteran atau Jalan Brigjen Katamso saat akan meninggalkan Yogyakarta. Bus pariwisata dalam rombongan banyak, seperti tujuh atau delapan armada diharapkan bisa menyesuaikan kondisi lalu lintas di Kota Yogyakarta. Mereka diharap tidak memaksakan diri tetap dalam satu kesatuan rombongan.

    "Biasanya, mereka tidak mau terputus sehingga terus beriring-iringan. Mohon pengertiannya bahwa jarak simpang di Kota Yogyakarta ini relatif pendek sehingga jika memaksa beriringan akan menambah kepadatan lalu lintas," katanya.

    Wirawan pun mengingatkan pengemudi bus pariwisata untuk memanfaatkan lokasi parkir yang sudah tersedia dan tidak memaksa menggunakan bahu jalan untuk lokasi parkir. Lokasi parkir tersebut di antaranya ada di Senopati, Abu Bakar Ali dan Ngabean.

    Selain imbauan ke bus pariwisata, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta juga meminta wisatawan yang menghabiskan libur akhir tahun di Kota Yogyakarta lebih banyak menggunakan moda transportasi umum, seperti taxi, bus Transjogja atau kendaraan online. "Pilihan moda transportasi umum cukup banyak.”

    Wirawan mengingatkan para pengemudi moda transportasi online untuk tidak menunggu penumpang dan memarkirkan kendaraan di bahu jalan. Hal itu, kata dia, berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas.

    Menjelang libur panjang akhir tahun, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas. Mislanya, memasang pagar pembatas jalan agar tidak ada kendaraan yang berbalik arah atau memotong arus sembarangan.

    Pemasangan pagar pembatas jalan di antaranya dilakukan di Jalan Kusumanegara, Jalan Senopati, Jalan AM Sangaji dan Jalan Magelang. "Titik-titik yang diperkirakan akan mengalami kepadatan berada di sekitar lokasi wisata dan perbelanjaan, misalnya Suryatmajan, Mataram dan Suryotomo," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...