Nikmati Kesenian dan Kuliner di Festival Pulau Senua

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Festival Pulau Senua di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Tahun 2018. Tahun ini Agenda serupa digelar kembali pada tanggal 16 Juni 2019.Antara/Dinas Pariwisata Natuna

    Festival Pulau Senua di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Tahun 2018. Tahun ini Agenda serupa digelar kembali pada tanggal 16 Juni 2019.Antara/Dinas Pariwisata Natuna

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival Pulau Senua, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau akan kembali digelar pada Minggu 16 Juni 2019 dengan menghadirkan ragam olahraga air, kesenian rakyat hingga kuliner tradisional Natuna.

    Baca: Festival Balon Udara: Reog, Doraemon, Batik Hiasi Langit Ponorogo

    Berbagai olahraga air dan pantai akan diperlombakan dalam kegiatan wisata tahunan tersebut, mulai dari perlombaan kolek, renang, diving, lomba bercerita dan voli pantai. "Juga ada suguhan kuliner tradisional dan kesenian rakyat khas Natuna," ujar Buralimar, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Rabu 12 Juni 2019.

    Buralimar optimis, seperti pada penyelengaraan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan itu tidak hanya diramaikan masyarakat lokal saja. Namun, juga wisatawan mancanegara yang sedang berlayar menggunakan kapal yacht, melewati perairan Natuna dan Anambas.

    “Ada sekitar 20 yacht dari berbagai negara seperti Australia yang memang setiap tahunnya melewati perairan Anambas dan Natuna. Kami harapkan tanggal 16 Juni itu mereka bisa hadir di Festival Pulau Senua,” ungkap Buralimar.

    Selain Festival Pulau Senua, lanjut Buralimar, pada Juli 2019 mendatang akan digelar Festival Padang Melang, Anambas. Kemudian, disusul dengan Tour De Kepri pada Oktober, dan Festival Bahari Kepri (FBK) pada November.

    Baca: Ada Festival Balon Udara Saat Libur Lebaran, Syarat Lebih Ketat

    Dia katakan, tercatat selama 2019 ini ada sekitar 200 acara pariwisata yang digelar di seluruh Kepri. “Tidak semua oleh provinsi. Ada juga yang diselenggarakan kabupaten dan kota, juga dari industri. Kita semua berkolaborasi,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.