Ada Festival Balon Udara Saat Libur Lebaran, Syarat Lebih Ketat

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah balon udara berpenumpang melayang di atas bebatuan kerucut Cerobong Api di kawasan Kapadokia saat matahari terbit di Turki, Selasa, 7 Agustus 2018. Melihat kawasan Kapadokia paling cocok saat matahari terbit dan terbenam. AP Photo

    Sejumlah balon udara berpenumpang melayang di atas bebatuan kerucut Cerobong Api di kawasan Kapadokia saat matahari terbit di Turki, Selasa, 7 Agustus 2018. Melihat kawasan Kapadokia paling cocok saat matahari terbit dan terbenam. AP Photo

    TEMPO.CO, Magetan - Festival balon udara biasanya digelar selama libur Lebaran di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Agar festival itu tidak mengganggu lalu lintas udara dan penerbangan pesawat militer, Pangkalan Udara Iswahjudi di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, memberikan sejumlah persyaratan.

    Baca: Ada Festival Wisata yang Berpotensi Ganggu Penerbangan

    "Silakan menggelar festival balon udara, tapi harus sesuai ketentuan agar tidak mengganggu penerbangan," kata Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama (Marsma) TNI Widyargo Ikoputra, Senin 27 Mei 2019.

    Ketentuan itu, di antaranya tentang ukuran dan batas ketinggian maksimal diterbangkannya balon udara. Pihak Lanud telah membuat standar operasional prosedur tentang pelaksanaan tradisi balon udara, terutama yang menggunakan api, di Ponorogo. Syarat tersebut sesuai dengan aturan dari pihak Air Navigation atau Airnav Indonesia.

    Pihak Airnav Yogyakarta menyatakan ada dua unsur yang membuat balon udara membahayakan penerbangan. Pertama, dari sisi bentuk dan ukuran, dan kedua ketinggian terbang. Menurut Airnav, ukuran balon biasanya berdiameter 7 meter dengan tinggi belasan meter. Dari temuan mereka, ada yang terbang sampai ketinggian 30 ribu kaki atau sama dengan ketinggian jalur pesawat terbang.

    Peserta dan penonton festival balon udara memadati Lapangan Jepun, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis, 21 Juni 2018. Kegiatan ini digelar dua kali ini saat bulan Syawal. TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Selain mematuhi persyaratan bentuk dan ketinggian terbang balon udara dari Air Navigaation, ada satu cara lain untuk menghindari gangguan penerbangan akibat balon udara, yakni mengadakan festival balon udara di area yang lebih aman dan kondusif.

    Dengan begitu, ketika festival balon udara berlangsung, maka para penerbang jet tempur akan menghidari wilayah udara di sana. "Intinya, kami mencari win-win solution agar kearifan tradisi balon udara tetap bisa berjalan," ujar dia.

    Baca juga: Ratusan Balon Udara Disita di Wonosobo dan Ponorogo

    Hingga kini belum ada informasi mengenai agenda festival balon udara saat libur Lebaran 2019. Adapun pada tahun lalu, festival balon udara berlangsung di Lapangan Jepun, Kecamatan Balong, Ponorogo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.