Bangka Cultural Wave Festival: Waktunya Pulang ke Rumah

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga keturunan Tionghoa memba doa dalam ritual sembahyang di depan makam pada perayaan tradisi Ceng Beng di Pemakaman warga cina Antang, Makassar, 5 April 2015. Ritual tahunan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. TEMPO/Fahmi Ali

    Warga keturunan Tionghoa memba doa dalam ritual sembahyang di depan makam pada perayaan tradisi Ceng Beng di Pemakaman warga cina Antang, Makassar, 5 April 2015. Ritual tahunan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Bangka Cultural Wave Festival akan diadakan di De’Locomotief, Pantai Tongaci, pada Selasa sampai Minggu, 2 - 7 April 2019. Tema Bangka Cultural Wave Festival tahun ini adalah ‘Home Coming’ yang menyuguhkan ragam pertunjukan kesenian.

    Baca: Nikmati Ribuan Porsi Kuliner di Solo Indonesia Culinary Festival

    Pementasan teater bertema Ceng Beng bakal memeriahkan festival ini. Ceng Beng adalah tradisi yang dikenal sebagai sembahyang kubur masyarakat Tionghoa dalam menghormati leluhurnya.

    Dalam tradisi ini, seluruh keluarga yang berada di perantauan kembali berkumpul bersama. Kegiatan ini akan dilakukan sejak dini hari sampai terbit matahari sambil melakukan sembahyang dan menghaturkan sesaji.

    Warga Tionghoa meletakkan beberapa sesaji di makam leluhurnya sebagai ritual Hari Raya Ceng Beng di makam Cina kawasan Kebon Nanas, Jakarta, 2 April 2017. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Bangka Cultural Wave Festival akan dimeriahkan juga dengan kegiatan lokal makan bersama yang dikemas dalam tradisi nganggung. Adapun nganggung adalah tradisi gotong-royong masyarakat Pangkalpinang membawa makanan dalam dulang kuningan yang ditutup tudung saji.

    Tradisi nganggung biasanya dilakukan pada perayaan hari keagamaan, Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, dan Nisfu Syaban.

    Baca juga: Festival Vivid Bikin Opera House Sydney Mandi Cahaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.