Imlek, Tilik Potensi Wisatawan Tiongkok di Indonesia

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penganut Konghucu menyalakan lilin saat bersembahyang di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Kalimantan Barat, 27 Januari 2017 malam. Menyambut Tahun Baru Imlek 2568, Umat Konghucu di Singkawang melaksanakan sembahyang di kelenteng dan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD). ANTARA FOTO

    Seorang penganut Konghucu menyalakan lilin saat bersembahyang di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Kalimantan Barat, 27 Januari 2017 malam. Menyambut Tahun Baru Imlek 2568, Umat Konghucu di Singkawang melaksanakan sembahyang di kelenteng dan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD). ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Dari tahun ke tahun, wisatawan mancanegara asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia selalu membludak selama Februari. Tak heran jika Februari menjadi bulan  "peak season" tersendiri bagi wisman negeri Tirai Bambu tersebut.

    Baca juga: Menonton Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Bagaimana Caranya?

    Setiap tahunnya, perayaan Imlek dan Cap Go Meh jatuh pada Februari sehingga banyak wisman Tiongkok melancong ke berbagai destinasi termasuk Indonesia. Sejumlah destinasi favorit mereka di antaranya Bali, Manado, Batam, Bintan, dan Jakarta.

    “Hampir semua negara mengejar pasar Tiongkok, bukan hanya sektor pariwisata, tapi juga industri lainnya. Karenanya kami targetkan wisman asal Tiongkok itu bisa mencapai 3,5 juta tahun ini," ujar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional I (Great China) Kemenpar Vinsensius Jemadu di Jakarta, Rabu 30 Januari 2019

    Lebih lanjut dalam rilisnya a pada 30 Januari 2019, Indonesia menargetkan mampu menjaring 200 ribu wisman asal Tiongkok pada Februari 2019 sering puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh tersebut.

    “Paket imlek kita jual di berbagai daerah yang menjadi pasar wisman Tiongkok. Ada di Bali yang ditargetkan menyumbang 50.000-75.000 wisman saat bulan Febuari. Lalu Batam 20.000 wisman, Bintan 35.000, Manado setiap bulan sudah mencapai 10.000, dan Jakarta 15.000. Minimal 200.000 wisman Tiongkok datang ke Indonesia selama Februari,” katanya.

    Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan, jika pasar wisatawan Tiongkok sangat potensial untuk dikembangkan. Sebab outbound wisatawan Tiongkok selalu terkoreksi positif setiap tahunnya. Tercatat, jumlah outbound mereka mencapai 130 juta orang pada 2017.

    Selain itu jumlah pengeluaran mereka juga besar dan menghabiskan bujet hingga RMB115,29 miliar atau Rp242,109 triliun sebagaimana data International Luxury Travel Market Asia (ILTMA).

    "Wisatawan Tiongkok sangat royal berbelanja di pasar global. Kemampuan rata-rata spending mereka mencapai USD1.139 per trip atau setara Rp15,9 juta dengan kurs Rp13.940. Ini tentu menjadi acuan yang bagus untuk meraup pundi-pundi devisa kita," ujar Menpar Arief.

    Baca juga: Meningkat 275 Persen, Ini Tujuan Favorit Turis Cina ke Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.