Ada yang Unik, Ratusan Anggrek Bengkulu Berhasil Didokumentasikan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Anggrek

    Ilustrasi Anggrek

    TEMPO.CO, Bengkulu - Sejumlah peneliti anggrek dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Provinsi Bengkulu berhasil menemukan dan mendokumentasikan 160 spesies anggrek di wilayah itu. "Ratusan anggrek tersebut ditemukan melalui proses observasi yang telah dilakukan sejak 2012, dan masih berlanjut hingga sekarang," kata Atra Romeida, salah seorang peneliti di Bengkulu, Rabu, 26/9.

    Atra menyatakan penemuan tersebut menjadi kejutan tersendiri bagi para peneliti. Temun itu tentu saja juga menambah potensi kekayaan alam hutan Bengkulu. "Beberapa anggrek itu ada yang tercatat endemik. Artinya, hanya tumbuh di habitat itu saja, tidak di tempat lain," kata dia.

    Untuk membudidayakan hasil temuan spesies anggrek itu para peneliti bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat menyiapkan lokasi taman konservasi plasma nutfah dan pengembangbiakkan missal. Metode yang digunakan adalah melalui teknik kultur jaringan tanaman.

    Kultur jaringan atau in vitro merupakan kegiatan menjaga dan menumbuhkan jaringan, serta organ tanaman pada kondisi aseptik. Melalui teknik ini, angka populasi tanaman bisa ditingkatkan secara cepat.

    "Spesies yang kami kembangbiakkan melalui teknik ini adalah anggrek pensil (papillionanthe hookerina), tanaman anggrek endemik dari Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu," ujar doktor pengampu mata kuliah Pemuliaan dan Bioteknologi Tanaman itu.

    Menurut Atra, di habitat aslinya angka harapan tumbuh satu biji anggrek pensil hanya berkisar 0,1-1 persen saja. Sedangkan melalui teknik kultur jaringan, satu biji anggrek pensil dapat menghasilkan 10 ribu benih baru. "Ini karena biji aggrek pensil hanya berisi embrio, tanpa ada cadangan makanan. Melalui kultur jaringan, populasi aggrek dapat ditingkatkan."

    Aspek ekonomi dari temuan ini adalah aggrek berpeluang menjadi komoditas ekspor yang menjanjikan. Sebab tanaman itu bernilai ekonomi tinggi dan prospektif untuk dibudidayakan. "Karena itu, upaya pemuliaan menjadi penting dan harus dilakukan untuk pelestarian spesies tanaman anggrek."

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.