Senin, 22 Oktober 2018

Sensasi Krispi Rempeyek Jangkrik Surabaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rempeyek, makanan khas Indonesia yang di kreasikan dengan menambahkan jangkrik sebagai variasi makanan hasil olahan Kelompok Tabi Elok Mekarsari di kawasan Semolowaru Elok, Surabaya, 27 November 2014. TEMPO/Fully Syafi.

    Rempeyek, makanan khas Indonesia yang di kreasikan dengan menambahkan jangkrik sebagai variasi makanan hasil olahan Kelompok Tabi Elok Mekarsari di kawasan Semolowaru Elok, Surabaya, 27 November 2014. TEMPO/Fully Syafi.

    TEMPO.CO, Surabaya: Melihat jangkrik sebagai makanan burung tentu biasa. Tapi melihatnya sebagai rempeyek? Ya, inilah yang disajikan Kelompok Tani Elok Mekarsari RW 8, Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. “Rasanya jangan ditanya, renyah dan gurih,” kata ketua kelompok tani itu, Ary Widiastuti.

    Rempeyek jangkrik dijual dengan harga Rp 7 ribu per bungkus. Setiap bungkusnya berisi 6-7 rempeyek. Menurut Rini, anggota Kelompok Tani Elok Mekarsari, setiap hari dia bisa memproduksi 25 bungkus. Pelanggannya mulai dari kelurahan hingga tamu-tamu luar kota. "Setiap hari selalu bikin," ujarnya.

    Pembuatan rempeyek memang diserahkan kepada Rini dan Bu Subur. Rini kebagian 'mematikan' jangkrik. Proses ini tidak sulit meski cukup menantang.

    Jangkrik dimasukkan ke dalam panci berisi air yang direbus di atas kompor. Jika tidak cekatan, jangkrik-jangkrik itu bisa melompat sebelum berhasil masuk ke dalam rebusan air. "Awalnya ya gak berani, tapi lama-lama biasa," kata Rini.

    Jangkrik yang dipilih adalah yang berusia muda yakni sebulan setelah menetas. Usia muda mempunyai kadar protein paling tinggi.

    Jangkrik-jangkrik yang sudah mati dipindahkan ke atas wajan untuk disangrai. Jangkrik yang mengering itu kemudian dipotong-potong. Kepala dan kakinya dibuang. Tinggal menyisakan bagian badan yang memang mengandung protein tinggi. Bagian inilah yang dipotong kecil-kecil dan dimasukkan ke dalam tepung rempeyek yang sudah bercampur bumbu.

    Tugas berikutnya diberikan kepada Bu Subur. Perempuan yang telah berpengalaman dengan usaha katering ini memang piawai membuat rempeyek. Di tangannya, tepung rempeyek digoreng lengkap dengan jangkrik. Hasilnya, rempeyek jangkrik renyah dan gurih.

    Mereka yang tidak terbiasa mungkin berpikir dua kali untuk mencoba. Tapi sekali gigit, dijamin ketagihan karena sensasi krispinya.

    Baca berita kuliner Nusantara di sini.

    AGITA SUKMA LISTYANTI

    Terpopuler
    Gubernur FPI Fahrurrozi Menunggak Iuran Warga

    Misteri Ceceran Duit di Rumah Fuad Amin

    Hitung Duit Fuad Amin, KPK Butuh Waktu Tujuh Hari

    Awas, Nama-nama Berikut Ini Terlarang Digunakan!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.