Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Menyusuri Reruntuhan Desa Tua Pulau Salvora yang Tak Berpenghuni di Spanyol

Reporter

Editor

Yunia Pratiwi

image-gnews
Pulau Salvora. Shutterstock
Pulau Salvora. Shutterstock
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Spanyol menawarkan banyak destinasi wisata yang menarik dikunjungi. Tidak hanya destinasi wisata populer beberapa destinasi lainnya menawarkan petualangan yang unik. Salah satunya menjelajahi Pulau Salvora. 

Nama Pulau Salvora mungkin jarang terdengar. Pulau yang lebarnya tiga kilometer ini merupakan bagian dari dari Taman Nasional Maritim-Terestrial Kepualauan Atlantik di barat laut Spanyol. Untuk menuju ke sana, hanya dengan naik perahu singkat dari pantai Galicia. 

Pulau Salvora pernah digunakan sebagai tempat perlindungan bagi bajak laut antara abad ke-16 dan ke-18. Sebelumnya juga digunakan bangsa Viking, Saracen, dan pengembara laut lainnya sebagai basis operasi. Sampai abad ke-16 pulau itu milik Gereja, dan kemudian menjadi milik keluarga Marino pada awal abad ke-17. Beberapa orang masih menyebut pulau itu dengan nama Marino, dan percaya orang yang memiliki nama keluarga itu membawa serta legendanya. 

Pada tahun 2001, Pulau Slavora menjadi bagian dari Taman Nasional Kepulauan Atlantik Galicia pada tahun 2001. Tahun 2008 menjadi menjadi milik Xunta, pemerintah daerah Galicia. Baru satu dekade yang lalu pulau itu bisa dikunjungi wisatawan meskipun dengan beberapa batasan. 

Daya tarik Pulau Salvora

Pulau Salvora tidak berpenghuni sejak akhir abad lalu. Wisatwan dapat mengunjungi reruntuhan desa tua di sana. Termasuk berjalan dan menjelajahi daratan yang tetap sama seperti beradab-abad yang lalu. Tapi selalu ingat agar tetap memperlakukan kawasan ini dengan sangat hormat. 

Pulau ini juga tidak menyediakan layanan modern apa pun. Bahkan tidak ada tempat sampah di sana, jadi wisatawan harus mengumpulkan sampah sendiri dan membawanya kembali tempat keberangkatan. Sepertinya membang dibuat seperti itu tanpa meninggalkan bukti adanya aktivitas manusia di sana. 

Atraksi lainnya yang dapat dikunjungi adalah museum yang menampilkan sejarah daerah tersebut. Museum itu adalah pabrik tua untuk mengeringkan dan mengawetkan ikan, yang dibangun pada akhir abad ke-18 oleh keluarga Otero.

Di museum itu wisatawan dapat mempelajari tentang perisitawa menarik. Salah satunya kapal yang karam di pantai Galicia. Kapal bernama Santa Isabel yang membawa 268 penumpang itu tenggelam tepat di depan pulau pada tahun 1921. Meski penduduk berusaha untuk menyelamatkan penumpang, sebagian besarnya tenggelam. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kapal yang karam itu berada di kedalaman 15 meter di bawah air dan menjadi tempat berlindung biota laut. Seperti belut, lobster dan kepiting. Kalau ingin melihat bangkai kapal ini dapatt memesan tur menyelam melalui Wild Sea Europe, dengan biaya sebesar 40 euro atau sekitar Rp 700 ribuan. 

Legenda putri duyung

Salah satu daya tarik pulau ini adalah patung Putri Duyung Sálvora. Patung ini dibangun pada tahun 1956 atas perintah Marquis Revilla, keturunan keluarga Otero. Menurut legenda, ada seorang ksatria Romawi yang selamat dari kapal karam dan bertemu dengan putri duyung bisu yang langsung membuatnya jatuh cinta. Mereka menikah dan memiliki seorang anak bernama Mariño.  

Kelanjutan ceritanya bervariasi, namun yang paling populer adalah, ksatria itu berusaha mengembalikan suara putri duyung. Caranya dengan melompat bersama putranya melewati api di Malam Santo Yohanes. Benar saja Putri duyung ketakutan. Dia mengeluarkan ikan dari mulutnya, dan akhirnya bisa berbicara lagii dengan memanggil putranya. 

Satu-satunya cara untuk mengunjungi pulau ini adalah dengan memesan tur pribadi - tur berpemandu dengan makan siang seafood dapat dipesan di getyourguide.com. Pengunjung dapat berangkat dari kota pesisir Spanyol La Coruna atau Pontevedra, dengan seluruh perjalanan berlangsung selama empat setengah jam.

DAILY MAIL | FASCINATING SPAIN

Pilihan editor: Liburan Musim Panas di Spanyol Waspada Wabah Kecoak

Iklan

Berita Selanjutnya



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


7 Negara Paling Sehat di Dunia, Spanyol Nomor Satu

13 jam lalu

Berikut ini daftar negara paling sehat di dunia yang telah berhasil mencapai indeks kesehatan tinggi dan meningkatkan angka harapan hidup warganya. Foto: Canva
7 Negara Paling Sehat di Dunia, Spanyol Nomor Satu

Berikut ini daftar negara paling sehat di dunia yang telah berhasil mencapai indeks kesehatan tinggi dan meningkatkan angka harapan hidup warganya.


Dikira Bakal Tenggelam, Pulau-pulau di Maladewa Malah Tambah Luas

1 hari lalu

Pulau Male di Republik Maladewa merupakan salah satu pulau yang terpadat. Dalam pulau kecil ini terdapat 133.000 warga yang tinggal di pulau yang juga dikenal sebagai tempat berbulan madu. dailymail.co.uk
Dikira Bakal Tenggelam, Pulau-pulau di Maladewa Malah Tambah Luas

Gelombang dan arus biasanya mengikis pantai dan menyebabkan luas daratan berkurang. Tapi di Maladewa berbeda.


Aksi Protes Overtourism, Kontak Kunci Apartemen di Sevilla Spanyol Dilumuri Kotoran

1 hari lalu

Sevilla, Spanyol (Pixabay)
Aksi Protes Overtourism, Kontak Kunci Apartemen di Sevilla Spanyol Dilumuri Kotoran

Seville bukan satu-satunya kota di Spanyol yang berjuang melawan overtourism. Warga Barcelona juga protes pariwisata massal.


Wisata Pantai Teluk Mata Ikan Batam Tercemar Proyek Pembangunan PDN Kominfo

2 hari lalu

Lumpur bekas cut and fill proyek PDN Kominfo mencemari Pantai Teluk Mata Ikan, di Nongsa Batam, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/Yogi Eka Sahputra
Wisata Pantai Teluk Mata Ikan Batam Tercemar Proyek Pembangunan PDN Kominfo

Pelaku pariwisata destinasi Pantai Teluk Mata Ikan, Nongsa, Kota Batam mengeluhkan dampak lingkungan dari pembangunan proyek Kominfo


Usai Juara Euro 2024, Rodri Nilai Pemain Bola Asal Spanyol Pantas Raih Gelar Ballon d'Or

2 hari lalu

Pemain Spanyol Rodri berusaha melewati pemain Inggris Phil Foden dalam pertandingan Final EURO 2024 di  Berlin Olympiastadion, Berlin, 15 Juli 2024. REUTERS/Lisi Niesner
Usai Juara Euro 2024, Rodri Nilai Pemain Bola Asal Spanyol Pantas Raih Gelar Ballon d'Or

Apa kata Rodri soal peluangnya meraih gelar Ballon d'Or usai keberhasilan Spanyol menjadi juara Euro 2024?


Berhasil Membawa Spanyol Juara Euro 2024, Ini Profil Palatih Luis de la Fuente

2 hari lalu

Para pemain Spanyol mengangkat pelatihnya Luis de la Fuente saat saat melakukan selebrasi usai kalahkan Inggris pada laga Final EURO 2024 di Berlin Olympiastadion, Berlin, 15 Juli 2024. REUTERS/Lisi Niesner
Berhasil Membawa Spanyol Juara Euro 2024, Ini Profil Palatih Luis de la Fuente

Sebelum melatih tim senior menggantikan Luis Enrique, Luis De la Fuente menangani tim U-19, U-21, dan U-23 Spanyol.


Dinobatkan Pemain Terbaik Euro 2024, Ini Profil Rodri

2 hari lalu

Pemain Spanyol Rodri berduel dengan pemain Georgia Georges Mikautadze dalam pertandingan Kualifikasi Piala Eropa 2024 Grup A di Estadio Jose Zorrilla, Valladolid, 20 November 2023. REUTERS/Juan Medina
Dinobatkan Pemain Terbaik Euro 2024, Ini Profil Rodri

Rodri memulai perjalanan sepak bolanya di akademi Atltico Madrid.


Pemkab Trenggalek Gelar Labuh Laut di Pantai Joketro

3 hari lalu

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara, menghadiri upacara adat Labuh Laut di Pantai Joketro sebagai wujud rasa syukur terhadap rezeki yang didapat nelayan dan masyarakat Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Kamis 11 Juli 2024. Dok. Pemkab Trenggalek
Pemkab Trenggalek Gelar Labuh Laut di Pantai Joketro

Masyarakat pesisir selatan Kabupaten Trenggalek, tepatnya di Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, menggelar upacara adat Labuh Laut di pesisir Pantai Joketro


Makna dan Asal Usul Kalimat 'Football's Coming Home' Orang Inggris

3 hari lalu

Ekspresi pemain Inggris Harry Kane dan Bukayo Saka setelah dikalahan Spanyol pada  pada pertandingan Final EURO 2024 di Berlin Olympiastadion, Berlin, 15 Juli 2024. REUTERS/Lisi Niesner
Makna dan Asal Usul Kalimat 'Football's Coming Home' Orang Inggris

Kalimat 'football's coming home' seperti menjadi doa orang Inggris setiap tuenamen sepak bola.


Penggemar Inggris Rusuh usai Final Euro 2024, Ini Sejarah Hooligan

3 hari lalu

Seorang bersorak didepan petugas kepolisian Prancis jelang pertandingan melawan Wales di Lille, Prancis, 15 Juni 2016. Suporter Inggris atau biasa disebut hooligan kembali membuat gaduh di jalanan kota Lille. REUTERS/Benoit Tessier
Penggemar Inggris Rusuh usai Final Euro 2024, Ini Sejarah Hooligan

Suporter dikabarkan ribut usai final Euro 2024, identik dengan perilaku hooligan.