Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengenali Pangan Lokal dalam Pameran Etnografi Mentawai Universitas Andalas

Reporter

Editor

Bram Setiawan

image-gnews
Foto udara pengunjung menggunakan perahu bercadik menikmati perjalanan di Pulau Putoutougat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu 8 Februari 2023. Pulau Putoutougat merupakan salah satu gugusan pulau di Mentawai yang terkenal dengan spot pemandangan terbaik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Foto udara pengunjung menggunakan perahu bercadik menikmati perjalanan di Pulau Putoutougat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu 8 Februari 2023. Pulau Putoutougat merupakan salah satu gugusan pulau di Mentawai yang terkenal dengan spot pemandangan terbaik bagi wisatawan lokal dan mancanegara. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Mahasiswa Departemen Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas atau Unand menyelenggarakan pameran Etnografi Mentawai bertema Merawat Pangan Lokal untuk Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan. Pameran ini berlangsung pada Kamis, 13 Juni hingga Jumat, 14 Juni 2024.

Koordinator pameran, Anisa Syafitri mengatakan, pameran ini memberi gambaran tentang pentingnya pangan lokal pada era modern. “Mentawai sendiri yang kita tahu bahan makanan pokoknya itu adalah sagu, keladi, dan pisang mereka itu tidak mengonsumsi beras," katanya, pada Kamis 13 Juni 2024.

Ruangan pameran Etnografi Mentawai yang memamerkan aneka barang khas Mentawai dan foto- foto kegiatan keseharian masyarakat. Pameran diselenggarakan di pelataran Gedung D Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unand, Kamis 13 Juni 2024. TEMPO/ Tiara Juwita

Anisa menambahkan, pada era modern ini muncul anggapan yang tidak tepat. "Beberapa orang bilang mereka (orang Mentawai) itu kuno, dan mengonsumsi beras itu adalah hal yang modern,” ucapnya.

Pangan Lokal Mentawai

Anisa menjelaskan, sagu sangat penting mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Mentawai. Satu pohon sagu cukup untuk kebutuhan pangan satu keluarga. “Soalnya sawah tidak cocok di tanah Mentawai. Kalau menghilangkan sagu di kehidupan masyarakat Mentawai sama saja menghilangkan sosial budaya masyarakatnya,” katanya.

Padi, kata Anisa, kurang cocok dijadikan sebagai bahan makanan bagi penduduk sekitar. “Kalau beras harganya mahal, tapi kalau sagu mereka punya ladang, punya pohon sendiri ucapnya.

Pameran ini juga menampilkan beragam benda khas Mentawai, foto kegiatan keseharian masyarakat, dan makanan khas. Pameran ini juga menyuguhkan inovasi makanan dari sagu dari Mentawai seperti, cireng isi ayam suwir, lempengan sagu, ongol-ongol dan otak-otak sagu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pengunjung sedang mencoba makanan di stan olahan pangan inovasi dari sagu Mentawai dalam acara Pameran Etnografi Mentawai yabg diselenggarakan di pelataran Gedung D Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unand, Kamis 13 Juni 2024. TEMPO/ Tiara Juwita

Proses penyelenggaraan pameran yang berlangsung sekitar satu bulan lebih diawali dengan kuliah lapangan ke Kabupaten Mentawai selama 10 hari untuk melakukan proses pengumpulan data. Sebelum pameran, kegiatan dibuka dengan seminar yang diisi oleh beberapa dosen antropologi  dari berbagai universitas di Indonesia dan Badan Riset dan inovasi Nasional (BRIN). Adapun di antaranya, Nursyirwan Efendi (Unand) Obing Katubi (BRIN), Moh Soehadha (UIN Sunan Kalijaga), dan Pawennari Hijang (Universitas Hasanuddin) yang telah berlangsung pada Rabu, 12 Juni 2024.

Menurut pengunjung pameran Nabila Annisa, pameran yang mengangkat pangan lokal masyarakat Mentawai tersebut sesuai dengan isu masalah di lapangan. “Konsep pameran tahun ini beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Apalagi memang ada makanan yang dipamerkan, seperti makanan asli setempat dan makanan inovasi yang bisa dicoba," ucapnya.

Pameran Etnografi Mentawai merupakan acara yang hampir setiap tahun diselenggarakan. Biasanya acara ini merupakan output dari mata kuliah Etnografi Mentawai. Namun, pada tahun ini  acara tersebut berkolaborasi dengan sejumlah mahasiswa pascasarjana antropologi. Ada pula yang sedang mengikuti program pertukaran mahasiswa merdeka di Unand.

Pilihan Editor: Mengintip Keindahan Kepulauan Mentawai yang Didatangi Anthony Kiedis

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


PN Bandung Menangkan Pegi Setiawan, Pakar Hukum Unand: Bisa Ajukan Tuntutan Ganti Rugi Materil dan Imateril

5 hari lalu

Petugas Kepolisian menggiring tersangka kasus pembunuhan Pegi Setiawan untuk dihadirkan pada konferensi pers yang digelar di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Minggu 26 Mei 2024. Polda Jabar berhasil menangkap Pegi Setiawan alias perong atas dugaan kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2015 silam. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
PN Bandung Menangkan Pegi Setiawan, Pakar Hukum Unand: Bisa Ajukan Tuntutan Ganti Rugi Materil dan Imateril

Hakim PN Bandung Eman Sulaeman bebaskan Pegi Setiawan. Pakar Hukum Unand sebut salah tangkap itu sebagai bentuk pelanggaran HAM bisa ajukan ganti rugi


Novel Baswedan Cs Terhambat Maju Jadi Pimpinan KPK, Pakar Hukum: MK Harus Konsisten dengan Putusan Sebelumnya Soal Batas Usia

14 hari lalu

Mantan penyidik KPK Novel Baswedan dan Ketua IM57+ Institute M. Praswad Nugraha usai mengajukan uji materiil terhadap UU KPK di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat pada Selasa, 28 Mei 2024. TEMPO/Amelia Rahima Sari
Novel Baswedan Cs Terhambat Maju Jadi Pimpinan KPK, Pakar Hukum: MK Harus Konsisten dengan Putusan Sebelumnya Soal Batas Usia

Novel Baswedan dan eks penyidik KPK lainnya terhambat mencalonkan diri sebagai pimpinan KPK. Pakar hukum Feri Amsari menuntut konsistensi MK soal usia


Koalisi Masyarakat Sumbar Tolak Politik Uang dan Politik Dinasti: Kemenangan 40 Persen dari Transaksional

17 hari lalu

Ilustrasi politik uang. shutterstock.com
Koalisi Masyarakat Sumbar Tolak Politik Uang dan Politik Dinasti: Kemenangan 40 Persen dari Transaksional

Koalisi masyarskat sipil Sumbar menggelar diskusi "Sumatra Barat Melawan Politik Uang dan Politik Dinasti". Apa saja


Perlunya Kreativitas Keluarga Mengolah Pangan Lokal agar Tak Tergantung pada Mi

37 hari lalu

Ilustrasi keluarga makan bersama di meja makan. Foto: Freepik.com
Perlunya Kreativitas Keluarga Mengolah Pangan Lokal agar Tak Tergantung pada Mi

Masyarakat diminta kreatif mengelola pangan lokal dan tidak tergantung pada produk-produk hasil olahan gandum seperti mi instan.


Enam Spesies Primata di Mentawai Terancam Punah, Universitas Andalas Gelar Pendidikan Konservasi

38 hari lalu

Tim dari Departemen Biologi Universitas Amdalas yang akan melaksanakan pendidikan konservatif primata Mentawai di Kepulauan Mentawai. Foto: Febrianti
Enam Spesies Primata di Mentawai Terancam Punah, Universitas Andalas Gelar Pendidikan Konservasi

Universitas Andalas memberi pendidikan konservasi untuk beberapa area di Kepulauan Mentawai. Mengantisipasi kepunahan 6 spesies primata endemik.


Empat Komunitas Pemuda Bentuk Gerakan Dukung Pangan Lokal

46 hari lalu

Sejumlah kelompok tani Dayak Ngaju mengikuti festival pawai petani tradisional di Desa Tumbang Oroi, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Sabtu 24 September 2022. Festival yang digelar oleh Borneo Institute tersebut untuk memperingati Hari Tani Nasional 2022 sekaligus memberikan semangat kepada peladang tradisional Dayak Ngaju supaya tetap bertahan dalam menjaga dan mengolah hasil pangan lokal. ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Empat Komunitas Pemuda Bentuk Gerakan Dukung Pangan Lokal

Empat komunitas pemuda membentuk program yang mendukung penguatan pangan lokal.


7 PTN yang Tidak Menaikkan UKT, Siapa Lagi Selain Universitas Andalas dan Unpad?

54 hari lalu

Universitas Andalas. Istimewa
7 PTN yang Tidak Menaikkan UKT, Siapa Lagi Selain Universitas Andalas dan Unpad?

Kenaikan UKT di sejumlah kampus atau PTN dianggap tak wajar. Tapi, ada PTN yang tak naikkan UKT


Unand Tak Naikkan UKT Tahun ini, Begini Penjelasan Rektor

58 hari lalu

Universitas Andalas. Istimewa
Unand Tak Naikkan UKT Tahun ini, Begini Penjelasan Rektor

Di tengah polemik kenaikan UKT di sejumlah PTN yang menuai protes, Unand memilih tidak menaikkan UKT.


Soal RUU Penyiaran, Pakar Ilmu Komunikasi Unand Soroti Pasal-pasalnya: Ancam Kemerdekaan Pers

58 hari lalu

Seorang wartawan melakukan teatrikal menggunakan replika televisi saat unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Penyiaran di depan Gedung Balai Kota Malang, Malang, Jawa Timur, Jumat 17 Mei 2024. Wartawan yang tergabung dalam organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di daerah tersebut menggelar aksi untuk menolak pasal-pasal dalam RUU penyiaran yang dinilai berpotensi menghalangi tugas jurnalistik dan kebebasan pers. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Soal RUU Penyiaran, Pakar Ilmu Komunikasi Unand Soroti Pasal-pasalnya: Ancam Kemerdekaan Pers

RUU Penyiaran mendapat respons pakar ilmu komunikasi Unand. "Pengekangan dan pelanggaran atas kemerdekaan pers," kata Dalmenda.


Manuskrip Tuanku Imam Bonjol yang Ditulis Putranya Naali Sutan Chaniago Jadi Memory of the World UNESCO, Ini Isinya

17 Mei 2024

Tuanku Imam Bonjol. Wikipedia
Manuskrip Tuanku Imam Bonjol yang Ditulis Putranya Naali Sutan Chaniago Jadi Memory of the World UNESCO, Ini Isinya

UNESCO tetapkan naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol sebagai Memory of the World. Manuskrip ini ditulis Naali Sutan Chaniago, putranya.