Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Jangan Terkecoh Kuliner Khas Sumatera Selatan Ini, Mirip Bakso dan Mirip Santan padahal Bukan

image-gnews
Sengkuang, kuliner khas dari Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. TEMPO | Parliza Hendrawan
Sengkuang, kuliner khas dari Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. TEMPO | Parliza Hendrawan
Iklan

TEMPO.CO, Palembang - Kuliner khas dari tanah Semende, Muara Enim, Sumatera Selatan ini akan membuat orang terkecoh. Sekilas penampilannya mirip bakso berkuah gulai, padahal bukan. Namanya Sengkuang.

Ketua Tim Penggerak PKK Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Lia Cholid mengatakan, Sengkuang terbuat dari daging sapi atau daging kerbau yang dibentuk bulat seperti bakso. Jika bakso memiliki campuran terigu dan daging, isian Sengkuang ini murni daging.

"Bedanya lagi, kalau bakso berkuah bening, Sengkuang berkuah santan beras yang direndam lama," kata Lia Cholid dalam Festival Anjungan Sumatera Selatan di Kompleks Dekranasda, Jakabaring, pada Kamis, 23 Juni 2022. "Kuah kendal dan bukan dari santan kelapa, melankan beras yang ditumbuk."

Ketika menyeruput Sengkuang, aroma ketumbar begitu terasa dan semakin menambah nafsu makan. Lia mengatakan, Sengkuang biasanya tersaji dalam acara adat tunggu tubang, ngunduh mantu, atau menyambut tamu agung. Sebagai pelengkap, kuliner ini biasanya terhidang bersama sambal unji, rusit, bekasam, dan sayur hehancang. Sebagai lalapan, pilihlah petai, jengkol, atau rebusan sayur. 

Rumah adat Kabupaten Muara Enim dalam Festival Anjungan Sumatera Selatan di Kompleks Dekranasda Jakabaring. TEMPO | Parliza Hendrawan

Lia Cholid berbagi resep kuah Sengkuang. Dibutuhkan satu kilogram daging sapi atau daging kerbau, daun ketumbar, biji ketumbar, serai, kunyit, dan garam. Semua bumbu dapur ini dihaluskan. Kemudian rendam segenggam beras di dalam air selama 20 menit untuk melunakkannya. Lalu tumbuk beras sampai halus dan jadikan pengental pengganti santan kelapa. Setelah semua bumbu dapur tadi halus, tumis di atas tungku panas, dan masukkan air bersama beras tumbuk. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Adonan bola-bola daging terbuat dari daging sapi atau daging kerbau tanpa lemak dan sepuluh siung bawang putih. Daging dicincang dan ditumbuk menggunakan lesung batu. "Tambahkan ketumbar secukupnya," katanya. Langkah berikutnya, uleni adonan dan bentuk menjadi bola-bola kecil.

Masukkan bola-bola daging ke dalam kuah yang mendidih. Ketika bola-bola daging sudah mengapung, artinya Sengkuang siap dihidangkan. Lia Cholid mengingatkan agar menggunakan daging berkualitas tanpa lembak supaya bola-bola daging tidak hancur atau kurang bagus bentuknya saat direbus. 

Baca juga:
Sensasi Rebung dalam Kuliner Khas Gebung Asam dari Empat Lawang Sumatera Selatan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Taufiq Kiemas Meraih CNN Awards 2024, Ini Profil Suami Megawati

3 hari lalu

Taufiq Kiemas pertama kali mengenal Megawati saat mereka menjadi aktivis di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan bergabung di
Taufiq Kiemas Meraih CNN Awards 2024, Ini Profil Suami Megawati

Taufiq Kiemas meraih penghargaan Extraordinary Devotion to Unity and Nationalism dari CNN Awards 2024. Ini kiprah suami Megawati Soekarnoputri.


Menyantap Hidangan Nasi Lemak hingga Nasi Rendang di Atas Ketinggian 36 Ribu Kaki

6 hari lalu

Nasi Lemak Pak Nasser di AirAsia (airasia.com)
Menyantap Hidangan Nasi Lemak hingga Nasi Rendang di Atas Ketinggian 36 Ribu Kaki

Tiga menu andalan berbahan santan AirAsia yakni Nasi Lemak pak Nasser, Uncle Chin's Chicken Rice, dan Plant Based Nasi Rendang.


5 Negara Tanpa Malam dengan Tradisi Kuliner Terkenal

10 hari lalu

Asap mengepul saat gunung berapi meletus di dekat Grindavik, Islandia, 16 Maret 2024. Gunung berapi itu memuntahkan lava berwarna oranye terang ke udara yang sangat kontras dengan langit malam yang gelap. Melissa Ezair/via REUTERS
5 Negara Tanpa Malam dengan Tradisi Kuliner Terkenal

Fenomena tanpa malam di 5 negara ini tidak hanya mempengaruhi pola tidur dan aktivitas penduduk, tetapi juga tradisi kuliner mereka.


Jumlah Penduduk Miskin di Sumatera Selatan 984 Ribu

11 hari lalu

Ilustrasi kawasan penduduk miskin. TEMPO/Tony Hartawan
Jumlah Penduduk Miskin di Sumatera Selatan 984 Ribu

Jumlah penduduk miskin di Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 984,24 ribu. Turun tipis dibanding tahun lalu.


10 Makanan Khas Palestina yang Populer dan Wajib Dicoba

12 hari lalu

Makanan khas palestina. Foto: Canva
10 Makanan Khas Palestina yang Populer dan Wajib Dicoba

Makanan khas Palestina memiliki jenis yang beragam dan menggunakan bahan dasar tradisional seperti kacang, minyak zaitun, hingga rempah yang khas.


Pasar Kangen Jogja Digelar Akhir Pekan Ini, Ada Aturan Khusus soal Sampah

13 hari lalu

Perhelatan Pasar Kangen di Markas Polda DIY Maret 2023. (Dok. Istimewa)
Pasar Kangen Jogja Digelar Akhir Pekan Ini, Ada Aturan Khusus soal Sampah

Pasar Kangen Jogja menghadirkan 280 stand kuliner dan barang lawasan pada 4-7 Juli 2024 di Taman Budaya Yogyakarta.


Ada 10 Ribu Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin, Kapolda Sumsel: Tidak Ada yang Atur

13 hari lalu

Ilustrasi - Petugas mengamati kobaran api dari semburan gas bumi di sumur minyak tradisional di Kabupaten Aceh Timur. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi
Ada 10 Ribu Sumur Minyak Ilegal di Musi Banyuasin, Kapolda Sumsel: Tidak Ada yang Atur

Polda Sumsel menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap praktik pengeboran sumur minyak ilegal.


Titik Hot Spot di Sumatera Selatan Meningkat setelah Karhutla di Sungai Rengit Banyuasin

13 hari lalu

Ilustrasi - Petugas gabungan dari Direktorat Sabhara Polda Sumatera Utara, KPH XIII Dolok Sanggul, KPH XIV Dairi dan KPH IV Toba berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Simulop, Pangururan, Samosir, Sumatra Utara. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/WS/wsj.
Titik Hot Spot di Sumatera Selatan Meningkat setelah Karhutla di Sungai Rengit Banyuasin

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sungai Rengit, Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) terjadi pada Selasa siang, 2 Juli 2024.


Sepeda Motor Korban Pembunuhan yang Mayatnya Dicor di Pelembang Ditemukan, Dibawa Perempuan Pegawai Distro

15 hari lalu

Polrestabes Palembang, Sumatera Selatan menemukan sepeda motor milik korban pembunuhan yang mayatnya dicor di toko pakaian di Jalan KH Dahlan Blok D2 No. 1-2 Maskarebet.  (ANTARA/ HO- Polda Sumsel)
Sepeda Motor Korban Pembunuhan yang Mayatnya Dicor di Pelembang Ditemukan, Dibawa Perempuan Pegawai Distro

Pegawai perempuan berinisial PT itu diperiksa sebagai saksi kasus pembunuhan pegawai koperasi yang mayatnya dicor di semen distro.


Agus Fatoni Jadi Pejabat Gubernur Sumut, Staf Ahli Kemenko Perekonomian Gantikan Pimpin Sumsel

22 hari lalu

Agus Fatoni Jadi Pejabat Gubernur Sumut, Staf Ahli Kemenko Perekonomian Gantikan Pimpin Sumsel

Posisi pejabat Gubernur Sumatera Selatan yang kosong setelah Agus Fatoni dilantik, akan digantikan oleh Staf Ahli dari Kemenko Perekonomian