Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kapal Kandas di Selat Alas Lombok NTB, Terumbu Karang Rusak 1.900 Meter Persegi

Reporter

Editor

Rini Kustiani

image-gnews
kapal ferry yang kandas di Gosong Gili Kapal, perairan Selat Alas bagian utara, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat
kapal ferry yang kandas di Gosong Gili Kapal, perairan Selat Alas bagian utara, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah kapal feri kandas di perairan Selat Alas bagian utara, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, kapal tersebut mengakibatkan terumbu karang hancur, pecah, dan patah karena tertabrak bodi kapal. Luas area yang pecahan dan patahan karang segar mencapai 1.900 meter persegi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pamuji Lestari menegaskan agar perusahaan kapal bertanggung jawab memulihkan terumbu karang yang rusak. "Perusahaan pemilik kapal harus bertanggung jawab baik secara sosial maupun ekonomi untuk memulihkan terumbu karang akibat kapalnya yang kandas," kata Pamuji dalam keterangan tertulis, Minggu 17 Oktober 2021.

Di antara pecahan karang terdapat serpihan lapisan badan kapal. Ujung baling-baling kapal dan pelindungnya ditemukan dalam kondisi bengkok. Di sekitar lokasi kandas kapal tidak ada sarana bantu navigasi mercusuar. Tipe karang berupa karang cabang (hard coral branching) dan sebagian karang massif.

Pamuji Lestari berharap instansi terkait, khususnya Kementerian Perhubungan membangun sarana navigasi mercusuar di pulau-pulau kecil yang rawan terjadi kecelakaan kapal. "Kami siap mendukung perlindungan dan pelestarian ekosistem terumbu karang di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara," kata Pamuji.

Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Permana Yudiarso mengatakan, Kapal Motor Penyeberangan atau KMP Permata Lestari II yang kandas itu milik PT. Atosim Lampung Pelayaran. Perusahaan ini melayani penyeberangan dari dan ke Pelabuhan Pototano di Sumbawa dan dari dan ke Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, NTB.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kapal tersebut kandas pada pada Senin, 4 Oktober 2021, sekitar pukul 23.30 WITA. Tiada korban jiwa, namun masih ada beberapa kendaraan di dalam kapal itu. Kendaraan tersebut berupa satu unit tronton, enam unit mobil, enam unit truk sedang, dan tujuh unit sepeda motor.

“Kecelakaan kapal yang menabrak karang ini sangat merugikan. Sumber daya terumbu karang rusak, mengganggu kegiatan perikanan dan pariwisata bahari," kata Permana. Lokasi kapal kandas itu, menurut dia, masuk kawasan wisata bahari Gili Lampu, yang terdiri atas Gili Petagan, Gili Bidara, Gili Kondo, dan Gosong Gili Kapal. Area ini berdampingan dengan Kawasan Konservasi Perairan, Taman Wisata Perairan Gili Sulat Lawang, Lombok Timur.

Baca juga:
Polemik Ekspor Terumbu Karang, Sekjen KKP: Dua Kementerian Tarik-menarik

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Saat PDIP Dukung Ketua Golkar NTB Maju di Pilkada Kota Mataram

2 jam lalu

Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat menyerahkan surat tugas kepada Mohan Roliskana untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota Mataram di Kantor DPD PDIP NTB di Mataram, Kamis (18/7/2024). (ANTARA/Nur Imansyah).
Saat PDIP Dukung Ketua Golkar NTB Maju di Pilkada Kota Mataram

PDIP meminta Mohan Roliskana menjalin komunikasi dengan partai lain agar dapat berkoalisi di Pilkada Kota Mataram.


Pemuda di Lombok Sodomi 10 Anak

1 hari lalu

Kepolisian mengawal tersangka kasus sodomi anak berinisial SA (kanan) usai mengikuti konferensi pers di Polda NTB, Mataram, Kamis, 18 Juli 2024. Foto: ANTARA/Dhimas B.P
Pemuda di Lombok Sodomi 10 Anak

SA, 20 tahun, tersangka tindak pidana kekerasan seksual di NTB mengaku telah melakukan sodomi pada 10 anak.


Fakta Mikroplastik Cemari Perairan dan Ikan di Indonesia

3 hari lalu

Seorang sukarelawan membersihkan pasir pantai Barreiras setelah terpapar jutaan butiran plastik di wilayah Galicia barat laut Spanyol, yang memicu keprihatinan lingkungan dan permainan menyalahkan politik di Corrubedo, Spanyol, 13 Januari 2024. Anggota parlemen Uni Eropa mendorong untuk memperkuat rencana undang-undang mengenai polusi mikroplastik. REUTERS/Miguel Vidal
Fakta Mikroplastik Cemari Perairan dan Ikan di Indonesia

Pencemaran mikroplastik di Indonesia disebut-sebut semakin mengkhawatirkan.


Noda Hitam di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ini Sejarah KKP Bentukan Gus Dur

5 hari lalu

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo
Noda Hitam di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ini Sejarah KKP Bentukan Gus Dur

Gus Dur melalui Keppres No.355/M Tahun 1999 mengangkat Sarwono Kusumaatmadja sebagai Menteri Eksplorasi Laut atau Kementerian Kelautan dan Perikanan.


Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Dipanggil KPK, Kasus Apa?

6 hari lalu

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam acara Pertemuan Nasional Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial di Kantor KKP, Jakarta Pusat pada Selasa, 19 Maret 2024. Tempo/Aisyah Amira Wakang
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Dipanggil KPK, Kasus Apa?

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono mangkir dari panggilan KPK. Namanya tersangkut kasus apa? Begini profilnya.


Houthi Akui Serang Sebuah Kapal Dua Kali, Ini Penyebabnya

6 hari lalu

Tentara Yaman dan milisi Houthi menyerang kapal yang berhubungan dengan Israel di Laut Hitam. Irna news
Houthi Akui Serang Sebuah Kapal Dua Kali, Ini Penyebabnya

Juru bicara Houthi mengatakan operasi kelompok itu akan terus berlanjut sampai serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza disetop


AS dan Indonesia Teken Pengalihan Utang untuk Lindungi Ekosistem Terumbu Karang

7 hari lalu

Penduduk lokal tengah berenang di antara terumbu karang di Pulau Kebori, Kepulauan Padaido, Biak, Papua, 11 Oktober 2015. TEMPO/Tony Hartawan
AS dan Indonesia Teken Pengalihan Utang untuk Lindungi Ekosistem Terumbu Karang

Pengalihan utang senilai US$ 35 juta (Rp 564 miliar) itu akan menjadi investasi yang penting bagi konservasi terumbu karang Indonesia.


Menikmati 3 Nusa di Bali : Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan Surga Kecil Para Pelancong

8 hari lalu

Dermaga Nusa Lembongan di Jungut batu yang tak pernah sepi dari turis. Tempo/ Charisma Adristy
Menikmati 3 Nusa di Bali : Nusa Penida, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan Surga Kecil Para Pelancong

Jika di Bali, mungkin Anda perlu menyeberang ke pulau-pulau kecil di Bali seperti Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan.


Pulau Wisata di Thailand Larang Penggunaan Barang Plastik Sekali Pakai

9 hari lalu

Salah satu pulau di Koh Nang Yuan, Thailand (Pixabay)
Pulau Wisata di Thailand Larang Penggunaan Barang Plastik Sekali Pakai

Pulau di Thailand ini merupakan tempat menyelam yang bagus untuk melihat terumbu karang.


PT Pelni Ajukan PMN Rp 2,5 Triliun, Akan Digunakan untuk Apa Saja?

9 hari lalu

Pemudik motor gratis menggunakan kapal KM Dobonsolo tiba di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu, 26 April 2023. Kapal KM. Dobonsolo yang dioperatori PT Pelni untuk keberangkatan voyage 1 tanggal 25 April 2023 membawa sebanyak 713 unit motor dan 1.650 orang penumpang. Tempo/Tony Hartawan
PT Pelni Ajukan PMN Rp 2,5 Triliun, Akan Digunakan untuk Apa Saja?

PT Pelni mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 2,5 triliun dalam rapat dengan Komisi VI DPR kemarin.