Berpotensi Sebabkan Kerumunan, Akses Menuju Pantai Selatan Cianjur Ditutup

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu hari sebelum ditutup, Pantai Cemara di Kecamatan Cidaun, dipadati ribuan pengunjung, sehingga petugas gabungan akhirnya menutup obyek wisata, Minggu (16/5). ANTARA/Ahmad Fikri

    Satu hari sebelum ditutup, Pantai Cemara di Kecamatan Cidaun, dipadati ribuan pengunjung, sehingga petugas gabungan akhirnya menutup obyek wisata, Minggu (16/5). ANTARA/Ahmad Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Akibat membludaknya jumlah pengunjung di kawasan wisata pantai selatan Cianjur Jawa Barat, pemerintah setempat menutup pantai Jayanti dan pantai Cemara. Dua lokasi itu dipadati oleh ribuan wisatawan pada 14-15 Mei lalu.

    Kepala Kepolisian Sektor Cidaun Ajun Komisaris Sumardi mengatakan sejak libur hari raya, ribuan wisatawan lokal memadati dua pantai di selatan Cianjur, Pantai Jayanti dan Pantai Cemara untuk menghabiskan libur panjang. Sebagian besar pengunjung yang datang menggunakan sepeda motor.

    "Bahkan sehari sebelumnya, sempat terlihat antrean panjang kendaraan dari kedua arah Cidaun dan Garut, sehingga penyekatan yang dilakukan petugas gabungan tidak berjalan maksimal," kata Sumardi, Ahad, 16 Mei 2021.

    Pihaknya memperkirakan pada Sabtu kemarin, jumlah kunjungan mencapai 5.000 orang.

    Karena itu, kata Sumardi, hari ini pihaknya memutuskan menutup dua pantai tersebut demi mencegah terjadinya kerumunan yang berpotensi menularkan Covid-19. "Malam kemarin, kita berkordinasi dengan Polsek Sindangbarang dan Agrabinta, atas izin pimpinan jalur wisata pantai selatan tertutup untuk wisatawan karena dapat menimbulkan klaster baru," ujarnya.

    Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan pihaknya juga menutup akses menuju tempat wisata pantai di selatan Cianjur, bekerja sama dengan kepolisian. "Saat ini, kami masih fokus terhadap kesehatan warga, sehingga tempat wisata pantai selatan mulai dari Cidaun hingga Agrabinta ditutup karena membludaknya pengunjung selama 3 hari terakhir. Ini bisa berdampak terjadinya penularan yang bisa merugikan warga," kata dia.

    Ia pun meminta warga Cianjur untuk bersabar dan menahan diri sementara waktu agar pandemi cepat usai. "Setelah pandemi usai, warga dapat bebas beraktivitas normal, namun untuk saat ini, saya berharap tahan diri dan tetap tingkatkan prokes saat beraktivitas di luar rumah," kata Herman.

    Baca jugaLibur Lebaran di Banten: Pantai Anyer-Carita Ramai, Tanjung Lesung Sepi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.