Pengembangan Wisata di Menara Kudus, 6 Desa Diusulkan Jadi Desa Heritage

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintas di depan Masjid Menara Kudus di Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah, Rabu, 6 Mei 2020. Masjid yang merupakan bangunan cagar budaya ini dibangun pada masa Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi yang memiliki arsitektur perpaduan budaya Islam dengan budaya Hindu. ANTARA/Yusuf Nugroho

    Warga melintas di depan Masjid Menara Kudus di Desa Kauman, Kudus, Jawa Tengah, Rabu, 6 Mei 2020. Masjid yang merupakan bangunan cagar budaya ini dibangun pada masa Sunan Kudus pada tahun 1549 Masehi yang memiliki arsitektur perpaduan budaya Islam dengan budaya Hindu. ANTARA/Yusuf Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menara Kudus dan Masjid Al Aqsa Kudus telah menjadi ikon yang terpisahkan dari pariwisata di Kabupaten Kudus. Peninggalan yang dibangun oleh Sunan Kudus itu menjadi daya tarik utama wisatawan, terutama bagi wisatawan peziarah.

    Potensi itu yang ingin dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus untuk memajukan perekonomian masyarakat setempat. Enam desa yang berada di sekitar kompleks objek Menara Kudus akan diusulkan menjadi desa heritage atau desa warisan sejarah karena diklaim ada titik wisata seperti di Yerusalem-Aqsa.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus Adi Sadhono mengatakan enam desa tersebut adalah Desa Kauman, Langgar Dalem, Janggalan, Demangan, Damaran dan Kelurahan Kerjasan. "Kelak kawasan tersebut akan dijadikan Kudus-Yerusalem," ujarnya, Selasa, 4 Mei 2021.

    Kota lama Yerusalem, yang masih menjadi sengketa wilayah antara Israel-Palestina, selalu ramai dikunjungi wisatawan peziarah dari berbagai negara di dunia dan dianggap sebagai tempat suci. Di sana, terdapat Masjid Al Aqsa yang selalu ramai didatangi oleh peziarah muslim karena merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam setelah Mekah dan Madinah di Arab Saudi.

    Seperti halnya Kudus yang disebut sebagai Kota Wali dan salah satu tempat penyebaran Islam di tanah Jawa demgan berbagai peninggalannya.

    Menurut Adi, masing-masing desa sudah menindaklanjuti usulan tersebut dan akan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Rumah penduduk yang bangunannya masih klasik akan dipertahankan sebagai daya tarik wisata.

    "Termasuk ada rumah warga yang disebutkan merupakan bangunan sebelum era Sunan Kudus dengan gaya Eropa, Cina, Arab dan Jawa," kata Adi.

    Saat ini, menurut Adi, pihaknya juga sedang mempersiapkan payung hukum dalam bentuk peraturan bupati untuk pengembangan wisata kawasan Menara Kudus yang berlaku lima tahun.

    Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Anak Muda Aceh Sekolah Pariwisata untuk Belajar Wisata Halal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H