Ledakan Kasus Covid-19 India, Destinasi Wisata Yogyakarta Mestinya Tutup Sesaat

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis 11 Maret 2021. Libur Isra Miraj 2021 kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan di Yogyakarta padat pengunjung. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    Pengunjung memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis 11 Maret 2021. Libur Isra Miraj 2021 kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan di Yogyakarta padat pengunjung. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Epidemiolog Universitas Gadjah Mada atau UGM Yogyakarta, Riris Andono Ahmad menyarankan pemerintah dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tegas mengantisipasi penularan kasus dalam masa libur lebaran nanti.

    Kendati pemerintah melarang mudik pada 6 - 17 Mei 2021, pemerintah daerah menyekat wilayah perbatasan, namun upaya tersebut, menurut Riris, belum cukup untuk mencegah potensi penularan Covid-19. Menurut dia, destinasi wisata juga mesti tutup sementara, termasuk kegiatan yang berpotensi memicu kerumunan, seperti festival dan sejenisnya.

    "Belajarlah dari India. Peningkatan kasus yang terjadi di sana akibat adanya libur festival keagamaan," kata Riris Andono Ahmad kepada Tempo, Minggu 18 April 2021. Ledakan kasus Covid-19 di India selama dua hari terakhir menggegerkan publik karena kasus Covid-19 melonjak menjadi lebih dari 200 ribu dalam sehari. Kini India menduduki posisi kedua dengan total kejadian terbanyak, yakni 14,3 juta kasus Covid-19.

    Wisatawan mengunjungi objek wisata Pantai Parangkusumo di Bantul, DI Yogyakarta, Jumat 1 Januari 2021. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

    Riris menjelaskan, pemerintah dan segenap masyarakat, termasuk pengelola destinasi wisata dan penyelenggara acara perlu mengantisipasi penyebaran Covid-19, terutama varian baru yang lebih mudah menular dan sudah bersirkulasi di Indonesia. Terutama varian dari India dan Inggris. "Tentu saja kerumunan, baik di destinasi wisata dan festival akan meningkatkan potensi penularan Covid-19 dan variannya," kata dia.

    Yogyakarta menjadi sentra destinasi wisata dan mudik setiap liburan, tak terkecuali lebaran. Sejauh ini Pemerintah DI Yogyakarta belum berencana menutup destinasi wisata. Dalam berbagai kesempatan, Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X mewanti-wanti agar pengelola destinasi wisata, hotel, dan usaha pariwisata lainnya yang beroperasi wajib menerapkan protokol kesehatan ketat.

    "Pengelola harus betul-betul menjaga kesehatan, keamanan, dan keselamatan semua," kata Raja Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X. "Wisatawan yang datang harus membawa surat keterangan sehat, menjaga jarak, pakai masker. Kalau sampai muncul kasus positif Covid-19, langsung saya tutup."

    Baca juga:
    Aturan Baru di Kampung Ramadhan Jogokariyan Yogyakarta agar Tak Picu Kerumunan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.