Pecinta Seni, Jangan Lewatkan Tur Virtual ke Galeri Nasional Indonesia

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kurator pameran seni rupa nusantara Kontraksi Pasca Tradisionalisme, Suwarno Wisetromo, saat menjelaskan salah satu karya di Galeri Nasional, Jakarta. Selasa, 23 April 2019. TEMPO | Chitra Paramaesti

    Kurator pameran seni rupa nusantara Kontraksi Pasca Tradisionalisme, Suwarno Wisetromo, saat menjelaskan salah satu karya di Galeri Nasional, Jakarta. Selasa, 23 April 2019. TEMPO | Chitra Paramaesti

    TEMPO.CO, Jakarta - Tur virtual adalah salah satu fasilitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk merasakan rekreasi di tengah pandemi. Kali ini, bagi masyarakat pecinta seni dan sejarah bisa mengikuti tur virtual di Galeri Nasional Indonesia (GNI).

    Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto mengatakan tur virtual kali ini berbeda dengan yang pernah diadakan sebelumnya. Tur yang akan digelar pada Rabu, 17 Maret mendatang memanfaatkan teknologi video 360 derajat dan green screen.

    "Tur virtual kali ini akan mengajak para peserta untuk menjelajahi ruang-ruang Pameran Tetap Koleksi GNI," kata Pustanto dalam keterangannya, Ahad, 14 Maret 2021.

    Pameran virtual itu akan dipandu oleh Kurator Bayu Genia Krishbie dan Edukator Aola Romadhona.  Nantinya para pemandu tur akan tampak seolah-olah secara berada di dalam ruang Pameran Tetap secara langsung.

    Pemandu akan menjelaskan konsep kurasi Pameran Tetap Koleksi GNI sekaligus pemaknaan karya-karya di dalam bingkai kurasi tersebut. Selama tur virtual, para peserta dapat menanyakan secara langsung untuk menggali informasi lebih dalam.

    Bagi masyarakat yang ingin mengikutinya bisa mengakses tautan linktr.ee/galnas. Waktunya Rabu, 17 Maret mendatang pukul 10.00-11.30 WIB.

    Adapun Pameran Tetap Koleksi GNI kali ini disajikan melalui tiga pendekatan kuratorial. Pertama, monumen ingatan yang menampilkan karya-karya koleksi GNI yang dikontekstualisasikan dalam perkembangan sejarah nasional. Kedua, Paris 1959 Jakarta 1995 yang menampilkan karya-karya koleksi internasional GNI dari dua peristiwa penting, yaitu hibah seniman-seniman dunia yang berbasis di Paris pada 1959 melalui Atase Kebudayaan dan Pers saat itu, Ilen Surianegara serta hibah dari seniman peserta Pameran Gerakan Non-Blok pada 1995 di Jakarta.

    Ketiga, Kode/D merupakan pameran tematik yang secara berkala memamerkan sejumlah koleksi dari 20 Tahun Akusisi Karya Seni Rupa oleh GNI dalam rentang 1999-2019.

    Pustanto berharap pameran ini dapat menjadi sebuah media alternatif yang mampu memberikan suguhan yang segar terkait pemanduan pameran seni rupa. Ia juga berharap tur ini dapat menarik minat publik, sekaligus membangkitkan semangat bagi publik untuk terus mencari informasi seputar seni rupa dan mengunjungi galeri seni rupa meski secara virtual.

    Tur virtual ini akan terus dilaksanakan secara rutin setiap bulan untuk memberikan kesempatan bagi publik yang beragam dengan cakupan lebih luas, agar dapat mengakses dan mendapatkan informasi tentang karya-karya serta tokoh-tokoh seni rupa Indonesia, khususnya dalam Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia,” kata Pustanto.

    Baca juga: Tur Virtual ke Kyoto, Belajar tentang Industri Kimono Jepang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.