Sandiaga Dorong Pelaku Wisata Buat Paket Sekolah dan Bekerja dari Destinasi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berdiskusi dengan pelaku pariwisata di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Kamis 11 Februari 2021. Kunjungan itu dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno disela berkantor di Bali untuk berdiskusi langsung dengan pengelola dan pelaku pariwisata setempat yang mengalami penurunan pendapatan karena minimnya kunjungan wisatawan akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno berdiskusi dengan pelaku pariwisata di Pantai Pandawa, Badung, Bali, Kamis 11 Februari 2021. Kunjungan itu dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno disela berkantor di Bali untuk berdiskusi langsung dengan pengelola dan pelaku pariwisata setempat yang mengalami penurunan pendapatan karena minimnya kunjungan wisatawan akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi pandemi mau tak mau memaksa pelaku wisata untuk beradaptasi dan melakukan inovasi agar bisa tetap hidup. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menawarkan paket wisata bersekolah atau bekerja dari destinasi wisata, khususnya di Bali.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan potensi pasar untuk paket wisata itu cukup besar. Terlebih, hal tersebut memang menjadi salah satu tren di kalangan masyarakat.

    Ia memperkirakan setidaknya ada 5.000 sampai 7.500 wisatawan dari Jabodetabek dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia. "Pasarnya ada," kata Sandiaga, Jumat, 12 Februari 2021.

    Ia pun mendorong agar industri bisa melihat potensi dan peluang ini dengan baik."Mudah-mudahan ini menjadi satu harapan inovasi, terobosan baru untuk membangkitkan pariwisata dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya," kata Sandiaga.

    Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Pusat, Hariyadi Soekamdani mengatakan program bekerja atau bersekolah dari destinasi, khususnya di Bali memang menjadi salah satu program yang akan dijalankan pihaknya dalam waktu dekat. "Jadi konsepnya bukan liburan, tapi berkegiatan seperti bekerja atau bersekolah dari destinasi. Mereka berkegiatan tapi dengan mendapatkan suasana lingkungan yang berbeda," kata dia.

    PHRI Pusat telah menjalin kerja sama dengan pihak maskapai penerbangan, dalam hal ini AirAsia yang akan mendukung dari segi transportasi. Dengan harga yang kompetitif, ia yakin konsep ini bisa menjadi salah satu program jangka pendek yang bisa dijalankan industri.

    "Kalau kita bisa menyajikan harga yang kompetitif, tentu ini peluang yang besar. Jumlahnya mungkin bisa mencapai 20 ribu bahkan lebih (wisatawan). Potensi pasar ini tentunya bisa dikembangkan ke destinasi lain ke depannya selain Bali," kata Hariyadi.

    Sandiaga kemudian menyampaikan bahwa pemerintah akan berupaya maksimal untuk mendukung berbagai program yang akan dijalankan industri dan pelaku wisata, termasuk menargetkan lebih banyak lagi pelaku usaha hotel dan restoran yang mendapatkan sertifikasi CHSE secara gratis.

    Baca juga: Libur Imlek, Ada Razia Rapid Test Antigen di Perbatasan Yogyakarta dan Malioboro


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.