Kudus Larang Wisatawan dari Luar Daerah, Bus Wisata akan Dihadang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisata ziarah ke Makam Sunan Muria di Kudus, Jawa Tengah. Foto: Antaranews

    Wisata ziarah ke Makam Sunan Muria di Kudus, Jawa Tengah. Foto: Antaranews

    TEMPO.CO, JakartaPelaksana tugas Bupati Kudus Hartopo mengatakan pihaknya akan bertindak tegas terhadap rombongan bus wisatawan yang memasuki wilayah itu terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

    "Kami instruksikan Dinas Perhubungan untuk bertindak tegas. Jika masih ada bus wisatawan dari luar daerah yang hendak menuju objek wisata di Kudus langsung diminta putar balik," kata Hartopo di Kudus, Senin, 25 Januari 2021.

    Dengan penerapan PPKM, sejumlah tempat parkir wisatawan diputuskan ditutup hingga 8 Februari 2021. Sebelumnya, rombongan wisatawan masih datang ke kawasan wisata religi di Colo.

    Hartopo mengatakan sebelumnya petugas hanya ditempatkan di perempatan Karangmalang, tapi sekarang mereka akan ditempatkan di pertigaan Dawe untuk menghalau setiap bus luar kota yang mengangkut penumpang hendak ke kawasan Wisata Colo.

    Dari hasil pemantauan di lapangan, Hartopo mengatakan masih menemukan adanya bus memuat wisatawan yang masih tetap naik ke kawasan Colo yang terdapat sejumlah objek wisata, termasuk wisata religi. Parkir bus wisatawan tersebut juga liar karena tempat parkir khusus wisatawan ditutup sejak penerapan PPKM 11 Januari 2021.

    Adanya permasalahan tersebut, Hartopo akhirnya mengundang pengurus Yayasan Makam Sunan Muria bersama perwakilan jasa ojek dan pedagang kaki lima (PKL) untuk diminta komitmennya untuk menekan angka kasus Covid-19. Mereka diminta menata dan memastikan bahwa yang berziarah merupakan warga lokal Kudus.

    "Bagi warga lokal masih diperbolehkan, sedangkan warga luar Kudus dilarang demi menghindari kemungkinan terjadinya penularan virus corona. Sebelumnya kami juga meminta wisatawan dari luar daerah yang hendak berwisata ke Kudus untuk mendaftar terlebih dahulu," kata Hartopo.

    Setelah PPKM berakhir, maka tempat-tempat wisata boleh buka kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Hartopo rencananya akan mengundang pengelola kawasan wisata Menara dan Sunan Kudus untuk membahas rencana pengendalian penyebaran Covid-19.

    Baca juga: PPKM Jawa Bali Tahap II, Pelanggar di Yogyakarta Bakal Terima Sanksi Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.