Nutella Buka 10 Pop Up Kafe, Tawarkan Menu Fusion untuk Sarapan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nutella Croffle. ANTARA/Nutella

    Nutella Croffle. ANTARA/Nutella

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar gembira bagi para penggemar Nutella. Bekerja sama dengan chef dan pencipta rasa lokal, Nutella membuka 10 pop-up cafe dengan masa berlaku yang terbatas di sekitar Jakarta via aplikasi GoFood.

    Di kafenya, Nutella menawarkan lima menu sarapan pagi yang tersedia dalam menu eksklusif hasil kolaborasi dengan chef Ray Janson yang telah aktif di kancah kuliner Jakarta selama 12 tahun.

    “Selama setahun terakhir, saya melihat semakin banyak orang semakin tertarik akan hidangan tradisional, karena itu saya ingin bekerja sama dengan Nutella untuk menciptakan menu fusion, gabungan antara hidangan lokal dan western yang sedang trending dan dibuat semakin lezat dengan spread hazelnut ini,” ujar Chef Ray dalam keterangannya, Sabtu, 5 Desember 2020. 

    Salah satu contohnya adalah croffle, hidangan yang hadir sebagai respons terhadap popularitas makanan hibrida seperti cronut.

    Makanan lainnya yang bisa dipesan adalah pisang gulung, martabak mini, poffertjes dan french toast. Makanan-makanan ini dapat dipesan melalui GoFood sepanjang Desember 2020 dengan harga berkisar dari Rp 29 ribu sampai Rp 39 ribu.

    Nutella diciptakan pada 1964 oleh Michele Ferrero berdasarkan resep untuk Gianduja (campuran cokelat dan hazelnut) dari ayahnya, Pietro Ferrero yang merupakan penjual dan penemu Ferrero di area Piedmont, Italia.

    Dikutip dari laman resmi, Pietro Ferrero semula membuat pasta manis dari hazelnut, gula dan sedikit kakao. Dia membentuknya jadi gulungan yang bisa dipotong dan disajikan pada roti dan menamakannya gianduja.

    Putranya melakukan berbagai eksperimen dalam memperbaiki resep sang ayah. Dia juga membuat toples krim hazelnut dan kakao, lalu menamakannya Nutella. Hingga kini, Nutella hadir di sekitar 160 negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.