Ada Random Rapid Test dan Swab di Candi Borobudur, 2 Wisatawan Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Balai Konservasi membersihkan bangunan Candi Borobudur dari abu vulkanik Gunung Merapi pada Senin 22 Juni 2020. (ANTARA/Heru Suyitno)

    Petugas Balai Konservasi membersihkan bangunan Candi Borobudur dari abu vulkanik Gunung Merapi pada Senin 22 Juni 2020. (ANTARA/Heru Suyitno)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua wisatawan yang sedang berkunjung ke Candi Borobudur diketahui positif Covid-19. Hal ini diketahui setelah sejumlah wisatawan mengikuti rapid test, kemudian yang reaktif menjalani swab dan PCR test.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti mengatakan pada Jumat, 30 Oktober 2020, petugas memeriksa sebanyak 150 wisatawan yang datang ke Candi Borobudur. "Mereka menjalani tes diagnostik cepat dan enam orang di antaranya reaktif," kata Retno Indriastuti di Magelang.

    Enam wisatawan yang reaktif tersebut lantas menjalani tes sampel cairan dari saluran pernapasan atau tes usap. Berdasarkan hasil tes usap tersebut, menurut Retno, terdapat dua wisatawan yang positif Covid-19. Mereka berasal dari Tangerang, Banten dan Medan, Sumatera Utara.

    Ilustrasi wisatawan memakai masker dan menjaga jarak. Dok. Kementerian Pariwisata

    "Kami minta dua orang itu untuk menjalani isolasi mandiri," kata Retno. "Bila ada keluhan, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat." Selama libur cuti bersama selama lima hari, 28 Oktober - 1 November 2020, petugas dari Dinas Kesehatan Jawa Tengah menerapkan rapid test secara acak kepada pengunjung Candi Borobudur.

    Tes Covid-19 tersebut berlangsung di Tourist Information Center atau TIC Borobudur. Pada hari pertama, yakni Rabu 28 Oktober 2020, petugas memeriksa 155 wisatawan Candi Borobudur. Sebanyak 15 orang reaktif kemudian ditindaklanjuti dengan swab PCR test. Hasilnya negatif.

    Kemudian pada hari kedua, Kamis 29 Oktober 2020, petugas menerapkan rapid test terhadap 150 wisatawan. Dari jumlah itu, delapan di antaranya reaktif dan menjalani swab PCR test. "Hasilnya negatif Covid-19," ucap Retno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.